From: jonathango...@yahoo.com [GELORA45] 
Sent: Monday, March 12, 2018 10:04 AM
  







Lokataru Sebut Freeport Hilangkan 16 Nyawa Pekerja
Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Senin, 12/03/2018 08:55 WIB
Bagikan :     Kisruh Freeport dengan pemerintah terkait izin ekspor dan 
divestasi saham disebut telah merenggut 16 nyawa pekerjanya dan 40 anak-anak 
putus sekolah. (Ilustrasi/CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Lokataru Foundation, lembaga advokasi hukum dan Hak 
Asasi Manusia (HAM), mengungkap 16 nyawa pekerja PT Freeport Indonesia melayang 
sejak manajemen perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut berseteru 
dengan pemerintah terkait perubahan izin ekspor dan divestasi saham.

Advokat Lokataru Nurkholis Hidayat memaparkan hal itu dalam laporan bertajuk 
Kondisi HAM Ribuan Pekerja Freeport Indonesia yang Melakukan Pemogokan: 
Diberangus dan Dikorbankan yang dirilis pada Minggu (11/3).

Ia menyebut lebih jelas bahwa nyama 16 orang pekerja itu hilang setelah tidak 
mendapatkan layanan dari rumah sakit karena ketidakmampuan finansial korban dan 
keluarganya dalam membayar biaya perawatan. Kondisi itu terjadi setelah 
Freeport merumahkan sejumlah pekerjanya secara sepihak dan menyetop gaji mereka.







      Lihat juga:
       Freeport Klaim Setor ke Kas Negara Rp10,2 Triliun Tahun Lalu 


Ditambah lagi, Freeport juga menonaktifkan kepesertaaan Jaminan Kesehatan 
Nasional (JKN) para pekerjanya di Badan Penyelengg ara Jaminan Sosial (BPJS) 
Kesehatan.

"Padahal, mereka masih terdaftar aktif di BPJS Kesehatan karena belum 
diberhentikan secara resmi," ujar Nurkholis.

Tak cuma menghilangkan nyawa pekerjanya, ia menuding Freeport juga membuat dua 
orang pekerjanya melakukan bunuh diri.



      Lihat juga:
       Negosiasi Divestasi Freeport Dipastikan Rampung di April 2018 


Kemudian, 19 orang pekerja lainnya ditangkap saat melakukan aksi demonstrasi 
dan mogok pada 19 Agustus 2017 lalu. "Sampai saat ini, ada sembilan pekerja 
yang masih ditahan dan menjalani proses persidangan secara terpaksa," terang 
dia.

Selanjutnya, lima orang pekerja ditembak saat aksi mogok dan hingga kini masih 
menjalani perawatan di rumah sakit, serta satu orang pekerja yang hilang tak 
ditemukan.

Nurkholis melanjutkan, sebanyak 35 keluarga pekerja juga terdampak kisruh 
Freeport dan pemerintah. Mereka terusir dari rumah sewanya lantaran tidak 
menyanggupi pembayaran uang kontrakan.



      Lihat juga:
       Susul Freeport, Kemendag Terbitkan Izin Ekspor Amman 


"Bahkan, ada 40 anak pekerja yang terpaksa putus sekolah lantaran orang tuanya 
tak mampu membayar uang sekolah," imbuhnya.

Secara keseluruhan, Lokataru mencatat ada 3.800 orang pekerja yang telah 
dirumahkan oleh manajemen Freeport sejak Februari 2017 silam. Manajemen 
beralasan, perumahan dilakukan lantaran bisnis perusahaan tengah lesu sejak 
bermasalah dengan pemerintah.

Nurkholis menilai alasan tersebut hanya digunakan manajemen Freeport untuk 
menekan balik pemeri ntah agar segera memberikan izin ekspor, menyelesaikan 
proses divestasi saham, hingga memberi perpanjangan izin beroperasi di tambang 
Grasberg. (bir)






Kirim email ke