Cina Tuding Perang Dagang Trump Bencana bagi Ekonomi DuniaReporter:  Non 
KorespondenEditor:  Budi RizaSenin, 12 Maret 2018 09:19 WIB 
Presiden Donald Trump dan Penasihat ekonomi utama Gedung Putih Gary Cohn. 
businessinsider.com

TEMPO.CO, Beijing -- Pemerintah Cina mewanti-wanti kebijakan Presiden Amerika 
Serikat, Donald Trump, bakal memicu perang dagang dan membawa bencana bagi 
ekonomi dunia.

Peringatan ini disampaikan Menteri Perdagangan Cina, Zhong Shan, menanggapi 
pengenaan tarif impor Amerika atas produk bajak sebanyak 25 persen dan 
aluminium sebanyak 10 persen. Kebijakan itu, menurut Zhong, bisa menggoncang 
pertumbuhan perekonomian global.

Baca: Terisnpirasi Cina, Trump Usul Hukum Mati Pengedar Narkoba Amerika


"Tidak ada pemenang dalam perang dagang. Itu hanya akan membawa bencana bagi 
Cina dan Amerika," kata Zhong di sela-sela acara parlemen Cina di Beijing, 
Ahad, 11 Maret 2018.

Baca: Trump dan Kim Jong Un Bakal Bertemu, Bos CIA Bilang ...





Presiden AS, Donald Trump berbincang dengan Presiden China, Xi Jinping saat 
menyambut kedatangannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, 6 April 2017. 
Pertemuan ini merupakan pertama kalinya dalam upaya memetakan haluan hubungan 
bilateral pada era baru antara AS dan China. REUTERS/Carlos Barria 


Namun, Zhong mengatakan Cina akan memproteksi kepentingan ekonominya secara 
penuh dan mampu meladeni semua tantangan. Dia mengatakan kedua negara harus 
bicara soal ini. "Tidak ada seorang pun yang menginginkan perang dagang. Setiap 
orang tahu perang ini membahayakan semua orang, tidak ada yang dapat 
keuntungan."

Pengumuman kenaikan tarif ini pada pekan lalu meningkatkan kekhawatiran dunia 
internasional bahwa Trump semakin protektif. Sebelumnya, dia juga menaikkan 
tarif untuk produk seperti mesin cuci, yang banyak diimpor dari negara sekutu 
Amerika yaitu Korea Selatan.

Menurut Reuters, Amerika merupakan importir baja terbesar dunia sebanyak 
sekitar 35 juta ton pada 2017. Sedangkan negara lain seperti Korea Selatan, 
Jepang, Cina dan India membeli 6,6 juta ton per tahun.

"Sekarang pekerjaan untuk industri baja dan lainnya mulai kembali ke Amerika," 
kata Trump dalam acara kampanye Partai Republik di Pennsylvania pada Sabtu, 10 
Maret 2018 waktu setempat.

Uni Eropa mengancam akan membalas keputusan itu dengan menaikkan bea masuk 
untuk produk seperti jeans, dan motor Harley Davidson. Sedangkan Cina mengincar 
produk impor sorghum dari Amerika sebagai balasan.

Cina menggunakan sorghum untuk pakan ternak dan membuat minuman keras.  Cina 
meminta Amerika membuka ekspor produk teknologi tinggi untuk mengurangi defisit 
perdagangan kedua negara yang mencapai sekitar US$400 miliar atau sekitar Rp520 
triliun per tahun.

Trump sendiri mengatakan bersedia memberikan pengecualian terhadap 
negara-negara sekutu dagang. Ini seperti Uni Eropa dan Jepang, yang mengencam 
keputusan kenaikan tarif impor baja dan alumunium itu. Namun, penasehat eknomi 
Trump, Gary Cohn, mengundurkan diri karena kebijakan itu.
  • [GELORA45] Cina Tuding Pe... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]

Kirim email ke