Hari Perempuan Sedunia, 5 Juta Perempuan Spanyol Mogok
Reporter: 
Non Koresponden
Editor: 
Budi Riza
Jumat, 9 Maret 2018 09:56 WIBSeorang wanita melihat sejumlah wanita lainnya 
yang tengah mengikuti aksi damai dalam memperingati Hari Perempuan 
Internasional di di Bilbao, Spanyol, 8 Maret 2018. REUTERS / Vincent 
WestTEMPO.CO, Jakarta - Perempuan di berbagai negara menggelar perayaan Hari 
Perempuan Sedunia(International Women's Day) pada Kamis, 8 Maret 2018 termasuk 
dengan pemogokan sekitar lima juta perempuan di Spanyol.Mereka menuntut 
kesetaraan upah, perlindungan dari tindak kejahatan dan kekerasan seksual 
hingga akses pendidikan lebih tinggi.Sejumlah media internasional melaporkan 
perayaan kali ini menjadi lebih istimewa setelah munculnya gerakan #MeToo di 
Amerika Serikat, yang memprotes berbagai pelecehan seksual yang dialami 
perempuan di berbagai profesi dan lingkungan,d an menyebar ke berbagai belahan 
dunia.
Sejumlah wanita Indoa mengikuti aksi damai dalam memperingati Hari Perempuan 
Internasional di New Delhi, India, 8 Maret 2018. Mereka menolak atas kekerasan 
dalam rumah tangga, kekerasan seksual dan diskriminasi dalam pekerjaan dan 
upah. (AP Photo / Manish Swarup)
"Dari mulai Moskow hingga Manila, kaum perempuan dan para pendukungnya menuntut 
sejumlah permintaan," begitu dilansir media Los Angeles Times, Kamis, 8 Maret 
2018.Menurut media ini, perayaan Hari Perempuan Sedunia biasanya kurang meriah 
di AS. Namun sejak ramainya gerakan #Metoo, yang berlangsung sejak beberapa 
bulan terakhir, perhatian terhadap isu perempuan menjadi semakin 
mengemuka.Media Guardian melaporkan peringatan ini diikuti jutaan perempuan di 
berbagai belahan dunia. Layanan kereta api di Spanyol berhenti karena para 
pekerja perempuan menggelar mogok kerja feminis pertama. Di Perancis, sejumlah 
surat kabar menurunkan harganya untuk kaum perempuan. Dan di Inggris ada 
pengibaran bendera di atas gedung parlemen.Aktivis hak-hak perempuan mengenakan 
baju berwarna ungu dalam perayaan Hari Perempuan Internasional di kota Quiapo, 
Filipina, 8 Maret 2018. REUTERS/Romeo Ranoco
Sebanyak sekitar lima juta kaum perempuan diklaim menggelar aksi mogok untuk 
memperingati Hari Perempuan Sedunia. "Panitia unjuk rasa mendesak kaum 
perempuan untuk menolak bekerja, tidak berbelanja dan meninggalkan semua 
pekerjaan rumah tangga," begitu dilansir media Inggris, Expresss. Wali Kota 
Barcelona dan Madrid, Manuela Carmena, dan Ada Colau, dilaporkan mendukung aksi 
pemogokan ini.Sedangkan di Inggris, Menteri bayangan untuk kesetaraan, Dawn 
Butler, mengatakan dia terinspirasi dengan perayaan Hari Perempuan Sedunia ini. 
Dia lalu melobi ketua parlemen John Bercow untuk mengibarkan bendera di atas 
gedung parlemen dan disetujui dalam waktu singkat."Tidak tidak boleh 
duduk-duduk saja dan berpikir pekerjaan telah selesai. Ada banyak isu 
ketimpangan akses di dunia pekerjaan," kata Bercow seperti dikutip Guardian 
sambil menyebut perempuan dan kelompok minoritas menjadi korban dalam konteks 
ini. Inggris juga sedang memperingati 100 tahun sejak perempuan mendapat hak 
pertama untuk memilih.Di Perserikatan Bangsa-Bangsa, kaum perempuan menyuarakan 
ketimpangan informasi di Wikipedia, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri 
Swedia. "Idenya adalah untuk mengurangi ketimpangan agar lebih banyak perempuan 
berkontribusi di ensikolopedia terbesar dunia, yang dibuat publik ini," begitu 
dilansir Guardian. Menurut media ini, 90 persen kontributor Wikipedia adalah 
lelaki. Hari Perempuan Sedunia menjadi momen untuk mengangkat berbagai isu 
ketimpangan di tengah masyarakat.

Kirim email ke