Dari apa yang berjalan sekarang, saya lihat, tugas/goal presiden telah berubah menjadi terpilih kembali ke 2 kalinya. Implikasinya utang akan terus bertambah, mengikis utang akan mengakibatkan pengetatan ekonomi yang akan berakibat tidak terpilih lagi, masalah gunungan utang itu urusan pemerintahan berikutnya. Begitulah kira2 yang saya amati.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Kita? Harusnya "kami" dong, seperti waktu meresmikan jalan tol,menalangi korban lumpur Sidoarjo (dengan duit kita), bagi-bagikartu sakti atau bagi-bagi sepeda dll yang dklaim sebagai hasilkerja "kami", pemerintah. Kenapa giliran bayar utang selalu harus'kita'?ǃ Pemerintah (siapapun presidennya) sudah harus diatur / diperintahkanuntuk menyelesaikan seluruh utang pada periode kekuasaannyasebelum masa jabatannya habis, sambil tetap mengikis utang-utanglama kita.. Stop tradisi menjabat, ngutang sepuasnya, lalu pensiunlenggangaang kangakung meninggalkan Rakyat terkubur tumpukan utangmu. Hayo partai-partai, tambahkan pasal utang ini dalam UU Presiden
