https://travel.tempo.co/read/1070781/kirab-budaya-tionghoa-banyuwangi-diikuti-kelenteng-se-jawa-
bali?TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_4
Kirab Budaya Tionghoa Banyuwangi Diikuti
Kelenteng se-Jawa Bali
Reporter:
David Priyasidarta (Kontributor)
Editor:
Tulus Wijanarko
Minggu, 18 Maret 2018 12:57 WIB
0 komentar
<https://travel.tempo.co/read/1070781/kirab-budaya-tionghoa-banyuwangi-diikuti-kelenteng-se-jawa-bali?TravelUtama&campaign=TravelUtama_Click_4#comments>
00000
#
#
#
#
Kirab Budaya Tionghoa dalam rangkaian Festival Imlek di Banyuwangi,
Sabtu 17 Maret 2018. Acara ini diikuti 19 klenteng se-Jawa Bali dan
Lombok. Tempo/David Priyasidharta
<https://statik.tempo.co/data/2018/03/18/id_691723/691723_720.jpg>
Kirab Budaya Tionghoa dalam rangkaian Festival Imlek di Banyuwangi,
Sabtu 17 Maret 2018. Acara ini diikuti 19 klenteng se-Jawa Bali dan
Lombok. Tempo/David Priyasidharta
*TEMPO.CO*, *Banyuwangi *- Sebanyak 19 kelenteng mengikuti Kirab Budaya
Tionghoa dalam rangkaian Festival Imlek di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu
sore, 17 Maret 2018. Kirab ini diikuti klenteng se-Jawa Bali dan Lombok.
Peserta kirab menampilkan arak-arakan barongsai, liong barongsai, dan
Kim Sing, yang diberangkatkan dari pelataran Klenteng Hoo Tong Bio.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melepas atraksi kirab budaya tersebut.
Anas mengapresiasi warga Tionghoa Banyuwangi yang menginisiasi /event/
ini. "Festival di Banyuwangi ini bisa sebagai alat untuk mendorong
solidaritas, kebudayaan, toleransi, tradisi, dan inklusivisme," katanya.
Prasetyo, 42 tahun, warga Tionghoa asal Surabaya, mengaku sudah berada
di kelenteng sejak pagi. "Sebenarnya sering lihat arak-arakan Kim Sing
semacam ini. Tapi di Banyuwangi ini beda, lebih menarik karena dikemas
dalam festival," ujarnya,
Salah satu peserta kirab, Hendi Kang Prabowo dari Kelenteng Po Hwa Kong,
Lombok, juga tampak bersemangat. "Saya merasa senang bisa terlibat di
salah satu /event/ Banyuwangi Festival. Apalagi barongsai ditampilkan
bareng dengan barong khas Banyuwangi, ini menarik sekali," ucapnya.
Kirab Budaya Tionghoa ini diikuti ribuan warga Tionghoa dari berbagai
daerah. Mereka berkumpul merayakan peringatan ke-234 Hari Kebesaran Yang
Mulia Kongco Tan Hu Cinjin.
Ketua Komda Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Jawa Timur Go Se Kian
menjelaskan, kirab ini bisa dilihat sebagai upacara tolak bala dan
meminta keselamatan bagi semua warga Banyuwangi. "Hari ini kita
melakukan kirab Kim Sing keliling kota untuk mengusir hawa-hawa negatif
agar seluruh umat dan warga Banyuwangi sehat sejahtera," tuturnya.
Pemimpin umat di TITD Jawa Timur ini juga berterima kasih kepada
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi karena telah menjadikan tradisi kirab
budaya sebagai salah satu agenda Banyuwangi Festival. "Dengan
difestivalkannya kirab budaya ini, kami merasa tersanjung. Ungkapan ini
tidak hanya datang dari warga Tionghoa Banyuwangi, tapi dari seluruh
umat Hoo Tong Bio, yang hari ini hadir memeriahkan festival. Terima
kasih, Banyuwangi," katanya
*DAVID PRIYASIDHARTA*