Menang besar di pilpres, Putin jadi presiden Rusia untuk masa jabatan keempat 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43451254 12 menit lalu

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43451254#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43451254#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43451254#  Bagikan artikel 
ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Fdunia-43451254
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43451254#share-tools




 
 Hak atas fotoAFPImage captionSejak awal Putin diperkirakan tidak akan 
menghadapi perlawanan ketat dari tujuh calon presiden lainnya. Presiden 
Vladimir Putin menyambut kemenangannya dalam pemilihan presiden di Rusia 
sebagai persetujuan atas kebijakan-kebijakannya.
 Di depan para pendukungnya yang merayakan kemenangan di ibu kota Moskow, dia 
mengatakan hasil tersebut merupakan ungkapan kepercayaan dan harapan rakyat 
sambil menyerukan persatuan nasional.
 Sejak awal Putin diperkirakan tidak akan menghadapi perlawanan ketat dalam 
upaya menduduki jabatan presiden untuk periode yang keempat hingga enam tahun 
mendatang.
 Balas Inggris, Rusia usir 23 diplomat Inggris dari Moskow 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43446659 Rusia melakukan 'uji coba 
penembakan rudal hipersonik Kinzhal' 
http://www.bbc.com/indonesia/dunia-43367790 Pemerintah Rusia akan memblokir 
LinkedIn http://www.bbc.com/indonesia/majalah-37935304 Dengan lebih dari 
setengah suara sudah dihitung, Putin meraih sekitar 75% suara, menurut Komisi 
Pemilihan Umum Rusia.
 Perolehan suaranya dalam pemilihan presiden Minggu (18/03) tersebut meningkat 
dibanding pada tahun 2012 lalu, ketika dia menang dengan perolehan 64% suara.
 Namun perkiraan awal atas partisipasi pemilih mencapai 63,7 %, atau lebih 
rendah dari harapan pemerintah.
Hak atas fotoGETTY IMAGESImage captionPutin sudah memerintah Rusia selama 
hampir 20 tahun, sebagai presiden maupun perdana menteri, dan akan menjabat 
untuk enam tahun lagi. Bersaing dengan tujuh calon lainnya, Putin -seperti 
diperkirakan oleh banyak pihak- tidak akan mendapat perlawanan serius untuk 
menduduki kembali kursi presiden selama enam tahun mendatang,
 Bagaimanapun Putin memerlukan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi untuk 
memperkuat legitimasinya sebagai pemimpin, di tengah-tengah ancaman semakin 
terisolasinya Rusia akibat sanksi baru Amerika Serikat dan tuduhan keterlibatan 
Moskow dalam upaya pembunuhan mantan agen Rusia di Inggris.
Hak atas fotoEPAImage captionSelain jutawan, Pavel Grudinin, saingan Putin 
termasuk juga mantan pembawa acara TV, Ksenia Sobchak. Saat memberikan suara di 
ibu kota Moskow, Minggu (18/03), dia mengatakan hasil yang memberinya 'hak 
untuk melaksanakan tugas sebagai presiden' merupakan sebuah kesuksesan.
 "Saya yakin program yang saya tawarkan adalah yang benar," ujar pria yang 
sudah menjadi pemimpin terlama Rusia sejak Stalin dulu.
 Saingan Putin antara lain adalah seorang jutawan, Pavel Grudinin, mantan 
pembawa acara TV, Ksenia Sobchak, dan politisi beraliran nasionalis yang 
terkenal, Vladimir Zhirinovsky.
 _____________________________________________________________________
 Dari mata-mata menjadi presiden Lahir 7 Oktober 1952 di Leningrad (kini St 
Petersburg). Kuliah di fakultas hukum dan setelah tamat bergabung dengan dinas 
rahasia KGB. Menjadi mata-mata di negara komunis Jerman Timur.Hak atas 
fotoAFPImage captionPutin masuk dinas rahasia KGB setelah menyelesaikan kuliah 
hukumnya. Tahun 1990-an menjabat kepala staf walikota St Petersburg, Anatoly 
Sobchak, yang pernah mengajar hukum kepadanya. Bergabung ke kantor Presiden 
Boris Yeltsin tahun 1997 dan diangkat menjadi Kepala Dinas Keamanan Federal, 
FSB (penerus KGB). Menjadi perdana menteri Agustus 1999. 31 Desember menjadi 
penjabat presiden setelah Yeltsin mengundurkan diri. Menang Pilpres pada Maret 
2000. Terpillih kembali untuk masa jabatan kedua, 2004. Konstitusi melarangnya 
jadi presiden untuk tiga periode berturut-turut dan diapun menjabat perdana 
menteri. Menang untuk masa jabatan presiden ketiga tahun 2012 
_____________________________________________________________________
 Namun pemimpin oposisi utama, Alexei Navalny, dilarang ikut pemilihan karena 
terbukti terlibat penipuan, yang menurut Navalny bermotif politik.
 Dia menyerukan aksi boikot dan mengerahkan ribuan pendukungnya untuk mengamati 
tempat-tempat pemungutan suara guna mengawasi kemungkingan kecurangan.
 Vladimir Putin, yang kini berusia 65 tahun, menjadi pemimpin Rusia yang 
dominan sejak tahun 1999, baik sebagai presiden maupun perdana menteri.
Hak atas fotoAFPImage captionWarga Chechnya, yang mayoritas beragama Islam, 
memberikan suara di salah satu TPS di pinggiran kota Grozny, Pemilihan presiden 
Rusia ini berlangsung di tengah-tengah sengketa diplomatik antara Inggris dan 
Rusia terkait upaya pembunuhan seorang mantan mata-mata Rusia dan putrinya di 
tangan Inggris.
 Pemerintah Inggris menyimpulkan negara Rusia terlibat dalam upaya pembunuhan 
Sergei Skripal, yang berusia 66 tahun, dan putrinya, Yulia, 33 tahun, dengan 
menggunakan gas saraf pada 4 Maret lalu.
 Keduanya hingga kini masih dalam keadaan kritis.
Hak atas fotoEPAImage captionPartisipasi pemilih yang tinggi akan meningkatkan 
legitimasi kepemimpinan Putin. Perdana Menteri Inggris, Theresa May, kemudian 
mengambil tindakan dengan memulangkan 23 diplomat Rusia, yang membalasnya 
dengan juga mengusir 23 diplomat Inggris.
 Sementara Amerika Serikat beberapa waktu lalu menjatuhkan serangkaian sanksi 
baru atas Rusia, yang antara lain dituduh campur tangan dalam pemilihan 
presiden Amerika Serikat tahun 2016 lalu.

 

Kirim email ke