Inikebiasaan yang baik dalam menjaga obyektivitas; fokus pada'apa' (omongan, 
pendapat) dan bukan pada 'siapa' yang ngomong. Akan lebih baguslagi kalau 
dilengkapi pemahaman masalahnya. Dalam halini, menurut media Jerman, konteks 
omongan mendagridari partai CSU dengan meminjam slogan partai sayapkanan AfD 
itu adalah untuk menarik kembali pendukungCSU yang banyak beralih menjadi 
pemilih AfD. Ya seperti politik identitas di Indonesia yang ampuh menggiring 
orang untuk pro maupun kontra.

--- marthajan04@... wrote:
    
ya, anda betul. saya ga baca teliti. sorry. si Horst nya sendiri siapa, saya 
tidak peduli. Saya hanya setuju pada omongannya saja, siapapun dia.


jadi saya ralat yang dihighlight kuning itu. yang selebihnya masih sama.


--- ajegilelu@... wrote :

Orang ini cuma menteri. Biasanya menteri itu ditunjuk, bukan dipilih.

--- marthajan04@... wrote:
Orang ini tentu saja beda sekali dengan si rijik. aje gile lu ngaco.
orang ini pemimpin terpilih bangsanya, lagi bela negaranya yang di-acak2 
pendatang ga tau diri sedangkan si rijik arab pendatang, pemimpin gerombolan 
mental hewan lagi ngacak2 negara yang didatanginya, tidak tahu diri dia. sangat 
berlawananSalut buat keberanian Horst, ga seperti si angel yang pengecut.

--- chalik.hamid@... wrote :
----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ajeg
     Kebangsaan dan cara berpakaiannya boleh beda, tapi jiwa, mental, serta 
paham bernegara & beragama orang ini sama saja dengan Rizieq.

  

Kirim email ke