----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Jonathan Goeij
[email protected] [GELORA45] <[email protected]>Kepada:
Yahoogroups <[email protected]>Terkirim: Senin, 19 Maret 2018 20.32.49
GMT+1Judul: [GELORA45] Anies Hanya Bisa Berkicau Kayak Burung
"Pembakaran merupakan wujud bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak layak menduduki
balai kota yang megah ini. Wujud kekecewaan, Anies tidak layak menduduki Balai
Kota. Ayo kita bakar kandang burung ini, karena Anies dan Sandi sudah terbang
ke habitat mereka. Maka sarang mereka harus dibakar agar tidak balik lagi ke
sarangnya," kata orator aksi.
....
Fotonya Dibakar, Pendemo: Anies Hanya Bisa Berkicau Kayak Burung
|
|
|
| | |
|
|
|
| |
Fotonya Dibakar, Pendemo: Anies Hanya Bisa Berkicau Kayak Burung
Suara.com
Dalam aksi sandiwara tersebut, mereka juga melepaskan dua burung dara.
|
|
|
Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah SalehSenin, 19 Maret 2018 | 17:58 WIBMassa
Forum Umat Islam Revolusioner yang berdemonstrsi di depan DPRD DKI Jakarta,
Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (19/3/2018) membakar foto Gubernur Anies
baswedan. (suara.com/Ummi Hadyah Saleh)
Dalam aksi sandiwara tersebut, mereka juga melepaskan dua burung dara.
Suara.com - Massa Forum Umat Islam Revolusioner yang berdemonstrsi di depan
DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Senin (19/3/2018) membakar foto
Gubernur Anies baswedan. Mereka protes Anies tak dukung tersangka kasus
pornografi sekaligus pentolan FPI, Rizieq Shihab.
Dalam aksi teatrikalnya, mereka meminta DPRD DKI Jakarta memanggil Gubernur
Jakarta Anies Baswedan agar menyikapi beberapa kasus ulama yang tersandung
kasus pidana. Di demo, mereka melakukan aksi sandiwara.
"Bentuk ekspresi keresahan masyarakat terkait para ulama yang terdzolimi, namun
Gubernur tidak menanggapi dan hanya diam. Kami berharap kiranya Gubernur DKI
Jakarta mampu mengambil kebijakan tegas untuk menyikapi pembantaian terhadap
ulama," kata salah satu orator aksi di lokasi.
Dalam aksi sandiwara tersebut, mereka juga melepaskan dua burung dara.
Koordinator Aksi FUIR Dhany Lesy mengatakan pelepasan burung sebagai bentuk
ketegasan gubernur agar bangkit melawan oknum yang membantai para ulama
tersebut. Ia menyebut Anies hanya berkicau seperti burung dan tidak mampu
menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur Jakarta.
"Maka pelepasan burung itu agar burung kembali lagi pada habitatnya yang
artinya gubernur dan wakil harus kembali kehabitatnya. Beliau hanya mampu
beretorika dan kata-kata manis tapi tidak mampu memberikan pelayanan yang baik
untuk warga Jakarta khususnya untuk para ulama," kata dia.
Kemudian massa juga membakar foto Anies dan Sandiaga serta sarang burung.
Mereka menilai selama ini Anies hanya 'berkicau', namun tidak mampu
menyelesaikan kebijakan atau tanggung jawabnya sebagai Gubernur.
"Pembakaran merupakan wujud bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak layak menduduki
balai kota yang megah ini. Wujud kekecewaan, Anies tidak layak menduduki Balai
Kota. Ayo kita bakar kandang burung ini, karena Anies dan Sandi sudah terbang
ke habitat mereka. Maka sarang mereka harus dibakar agar tidak balik lagi ke
sarangnya," kata orator aksi.
Usai membakar foto dan sarang burung, massa membubarkan diri.