Jawaban dari GSBI sbb: Tidak salah sasaran. Aksi di kedubes Jerman bukan
pertama kali dilakukan. Bahkan sekarang akan mengadukan Adidas ke OECD.
Tujuannya agar pemerintah Jerman juga memberi perhatian, karena kasus ini sudah
memasuki tahun ke 6. Adidas adalah merek Jerman. National Contact Point Jerman
mengisyaratkan bahwa mereka bersedia menerima keluhan dan mengatasi
pelanggaran HAM di mana perusahaan asal mereka beroperasi di negara manapun.
Perwakilan 1300buruh Adidas Demo Kedubes Jerman di Jakarta
|
|
| foto: SBGTS-GSBI PT.PDK di depan Dubes German[15/3]
|
INFO GSBI-Jakarta. Sebanyak 53 Oranganggota Gabungan Serikat Buruh Indonesia
beserta jaringan demontrasi Kedubes Jerman Jl.M.H. Thamrin No.1, Menteng,-
Jakarta Pusat. Kamis,15/5.
Kedatangan perwakilan 1300 buruh Adidas menuntutketerlibatan Dubes Jerman untuk
menyelesaikan kasus PHK, serta menuntut brand Adidasdan PT. Panarub Dwikarya,
produsen sepatu Adidas dan pemerintah untukbertanggung jawab penuh dan segera
menyelesaikan kasus PHK yang selama lebih 5tahun buruh tidak mendapat kejelasan.
Kokom Komalawati ketua Serikat BuruhGarmen Teksti dan Sepatu (SBGTS)
memaparkan, advokasi pada Oktober 2016Komite International Labor Organization
ILO, telah mengeluarkan putusan melaluisidang bahwa pemecatan buruh PT.Panarub
Dwikarya merupakan pelanggaran hak berserikat dan berunding. Keputusan ILOjuga
menyebut keterlibatan paramiliter dalam melawan pemogokkan buruh PDK 12Juli
2012 telah merampas hak asasi buruh.
ILO merekomendasikan agar pemerintahIndonesia melaui Kemenaker RI membentuk tim
investigasi independen untukmelakukan penyelidikan atas kasus phk supaya buruh
PT PanarubDwikarya memperoleh haknya. Kendati demikian, Kementrian Tenaga Kerja
RI,sampai Maret tahun 2018 tidak ada satupun putusan sidang ILO yang dilakukan,
ujarKokom Komalawati.
Bahkan pada petemuan 2 Februari 2018 dengan Direktur Jenderal Pembinaan
Hubungan Industrial (PHI)dan Jaminan Sosial, Haiyani Rumondang malah melarang
buruh mengadukan kasusnyamelalui mekanisme internasional. Pemerintah hanya
merekomendasikan prosesmediasi untuk mencari jalan tengah.
“Jika mencari jalantengah, dimana peranan Kementrian Tenaga kerja RI atas PHK
1300 buruh Adidasselama hampir 6 tahun ini? ”. Jika ada peranan tentu kasus ini
tidak sampaiberlarut-larut, karena itu kami sangat kecewa kepada pemerintah”,
imbuhnya.
Kenapa 1300 Buruh Sepatu Adidas melapor keOECD?
Jerman adalah salah satuanggota dari Organisation of Economic Cooperation and
Development (OECD),melaui German National Contact Poin for the OECD Guidlines
for MultinationalEnterprises mengisyaratkan bahwa mereka menerima keluhan atas
pelanggaranperburuhan di perusahaan asal Jerman yang beroperasi di negara
manapun seperti praktik adidasdi Indonesia, menelantarkan 1300 buruh.
Pemerintah Indonesiamelalui Kementrian Tenaga Kerja RI tidak ada peranan sama
sekali atas kasusPHK. Aksi di Dubes Jerman hari ini bertepatan waktunya dengan
pelaporankawan-kawan Jaringan Internasional kita, Sudwind, Lips, CCC brand
Adidas ke Organisation of Economic Cooperation andDevelopment (OECD) Jerman, 15
maret 2018 waktu setempat.
Aksi yang diorganisasi Dewan PimpinanPusat Gabungan Serikat Buruh Indonesia
juga diikuti oleh perwakilan basisGSBI Jakarta dan jaringan di Jakarta dari
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi(LMND), Keluarga Besar Buruh Migran
(Kabar Bumi), Serikat Perempuan Indonesia(SERUNI), dan Front Mahasiswa Nasional
(FMN).
Berikut pesan solidaritas yang disampaikanAndra Mulya dari LMND: “ Kita
sebagaimahasiswa di kampus-kampus juga mengalami penindasan serupa, kami di
mahasiswaharus menanggung beban biaya kuliah yang mahal, dengan Uang Kuliah
Tunggal(UKT), kebijakan UKT bagi mahasiswa telah menutup kesempatan rakyat
untuk bisakuliah, terutaman anak buruh dan anak petani, kita sangat apresiasi
terhadapperjuangan buruh Adidas untuk mendapatkan haknya, tentu kasus PHK buruh
PDKakan mempersempit kesempatan anak-anak buruh PDK untuk bisa berkuliah”.
Selajutnya, Yasin mewakili Pimpinan PusatFront Mahasiswa Nasional (FMN) berkata
”perjuangan buruh yang diorganisasi olehGabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI)
telah memberi pelajaran yang tak terhinggakepada kami di kampus-kampus,
perjuangan yang tidak kenal lelah memberikanspirit dan cambuk kepada kita
mahasiswa untuk lebih konsisten berjuang bersamaklas buruh sebagai klas
pemimpin perubahan bersama kaum tani melawan korporasiasing, seperti Brand
Adidas dan Mizuno, maka persoalan klas buruh dan seluruhrakyat harus
dipersatukan dan berlawan bersama”.
Keluarga Besar Buruh Migran (Kabar Bumi), organisasi mantan buruh migran dan
keluargajuga mendapat kesempatan menyampaikan pesan solidaritasnya. Ren Anggun
“kami sebagai organisasi buruh migran, sejak awal pemogokan terus
terlibatmendukung perjuangan buruh PDK, bahkan pada 2014 yang lalu kami di
Hongkongbersama Jaringan Buruh Mingran Indonesia , Internasional peoples of
Struggle(ILPS Indonesia) juga melakukan aksi ke kantor representative Adidas
diHongkong, tentu kami mewakili buruh migran mendukung penuh aspirasi 1300
buruhAdidas”. Rendy menghimbau agar dukungan yang terus mengalir dapat
menjadisemangat baru untuk berjuang”
Sujak Supriyadi mewakili Dewan PimpinanPusat Gabungan Serikat Buruh Indonesia
saat mendampingi aksimenuturkan kepada infogsbi.org “DPP GSBI memberikan
hormat, salut, bangga danapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh anggota
SBGTS yang masih gigihberjuang dan terpimpin dalam organisasi GSBI untuk
memperoleh keadilan, Ia jugamengucapkan kepada rekan-rekan dan jaringan yang
terus memberikan dukungannyabaik pikiran, tenaga selama perjuangan buruh PDK
melawan koporasi Adidasdikobarkan.
Hampir 6 tahun berjuang, buruh PDK telahbanyak memberikan pelajaran berharga
bagi kemajuan perjuangan klas buruh diIndonesia karena mendapatkan tempaan
pengalaman hebat atas praktik berjuang.Pengalaman tersebut telah di adopsi oleh
klas buruh untuk berjuang.
GSBI selaku induk organisasi berkomitmenbersama 1300 buruh untuk berjuang
bersama untuk mendapatkan hak. Dalam penutuppidatonya, Sujak juga menyerukan
kepada 1300 buruh Adidas untuk meyolidkanpersatuan untuk menerjang persoalan
yang merintangi perjuangan ini”, imbuhnya.
Walau di bawah sengatan terik mataharidengan suhu 33 derajat celcius, aksi
tetap dilakukan dengan meriah denganberbagai poster tuntutan dan penuh semangat
melakukan orasi bergantian sertadari pantauan lalu lintas, laju kendaraan di
depan Kedutaaan besar JermanJl.M,H Thamrin berjalan lancar hingga massa aksi
membubarkan diri setelahditerimanya perwakilan buruh bertemu dengan perwakilan
dubes Jerman.
Selain aksi di kedubes Jerman, SBGTS-GSBImelanjutkan aksi menuntut tanggung
jawab Adidas Indonesia ke kantorrepesentatifnya di Gedung ArthaGraha Kawasan
Niaga Terpadu Sudirman(SCBD). Jl.Jendral Sudirman Kav 52. Jakarta Selatan.
[SI/SS]
On Saturday, March 17, 2018 1:35 PM, "Sunny ambon [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Saya kira demostrasi ini salah alamat, karena yang mengatur penanaman modal
asing adalah Badan Penaman Modal Asing, Kementrian Tenaga Kerja dan Kementrian
Indoustri (kalau ada). Mereka bertiga ini yang mempunyai tanggung jawab.
#yiv2421515133 #yiv2421515133 -- #yiv2421515133ygrp-mkp {border:1px solid
#d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-mkp #yiv2421515133hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-mkp #yiv2421515133ads
{margin-bottom:10px;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-mkp .yiv2421515133ad
{padding:0 0;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-mkp .yiv2421515133ad p
{margin:0;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-mkp .yiv2421515133ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-sponsor
#yiv2421515133ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-sponsor #yiv2421515133ygrp-lc #yiv2421515133hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-sponsor #yiv2421515133ygrp-lc .yiv2421515133ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv2421515133 #yiv2421515133actions
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv2421515133
#yiv2421515133activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv2421515133
#yiv2421515133activity span {font-weight:700;}#yiv2421515133
#yiv2421515133activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv2421515133 #yiv2421515133activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv2421515133 #yiv2421515133activity span
span {color:#ff7900;}#yiv2421515133 #yiv2421515133activity span
.yiv2421515133underline {text-decoration:underline;}#yiv2421515133
.yiv2421515133attach
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv2421515133 .yiv2421515133attach div a
{text-decoration:none;}#yiv2421515133 .yiv2421515133attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv2421515133 .yiv2421515133attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv2421515133 .yiv2421515133attach label a
{text-decoration:none;}#yiv2421515133 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv2421515133 .yiv2421515133bold
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv2421515133
.yiv2421515133bold a {text-decoration:none;}#yiv2421515133 dd.yiv2421515133last
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2421515133 dd.yiv2421515133last p
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv2421515133
dd.yiv2421515133last p span.yiv2421515133yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv2421515133 div.yiv2421515133attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv2421515133 div.yiv2421515133attach-table
{width:400px;}#yiv2421515133 div.yiv2421515133file-title a, #yiv2421515133
div.yiv2421515133file-title a:active, #yiv2421515133
div.yiv2421515133file-title a:hover, #yiv2421515133 div.yiv2421515133file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv2421515133 div.yiv2421515133photo-title a,
#yiv2421515133 div.yiv2421515133photo-title a:active, #yiv2421515133
div.yiv2421515133photo-title a:hover, #yiv2421515133
div.yiv2421515133photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv2421515133
div#yiv2421515133ygrp-mlmsg #yiv2421515133ygrp-msg p a
span.yiv2421515133yshortcuts
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv2421515133
.yiv2421515133green {color:#628c2a;}#yiv2421515133 .yiv2421515133MsoNormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv2421515133 o {font-size:0;}#yiv2421515133
#yiv2421515133photos div {float:left;width:72px;}#yiv2421515133
#yiv2421515133photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv2421515133
#yiv2421515133photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv2421515133
#yiv2421515133reco-category {font-size:77%;}#yiv2421515133
#yiv2421515133reco-desc {font-size:77%;}#yiv2421515133 .yiv2421515133replbq
{margin:4px;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-mlmsg select, #yiv2421515133 input, #yiv2421515133 textarea
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-mlmsg pre, #yiv2421515133 code {font:115%
monospace;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-mlmsg #yiv2421515133logo
{padding-bottom:10px;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-msg p a
{font-family:Verdana;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-msg
p#yiv2421515133attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-reco #yiv2421515133reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-sponsor
#yiv2421515133ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-sponsor #yiv2421515133ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-sponsor #yiv2421515133ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-text
{font-family:Georgia;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv2421515133 #yiv2421515133ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv2421515133
#yiv2421515133ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv2421515133