Kurang lebih sekitar 120 KK yang nantinya terkena dampak proyek ini. Atas 
proyek tersebut warga meminta ganti rugi sebesar Rp 25 juta per meter untuk 
tanah.
...."Kami maunya setinggi-tingginya, atau minimal Rp 25 juta per meter untuk 
tanah, kalau bangunan kan relatif," katanya.
...."Harapan winning solution warga siap membantu negara tapi warga harus 
dihargai dan dimanusiakan, kami boleh menempati di jakarta juga dengan luas 
bangunan yang sama di Jakarta. Jadi bukan kita pindah keluar kota tapi ukuran 
bangunan tidak sesuai dengan saat ini tentu hal tersebut sangat merugikan," 
tandasnya. 
....

Ganti Rugi Lahan Proyek Kereta Cepat, Warga Minta Rp 25 Juta per Meter


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Ganti Rugi Lahan Proyek Kereta Cepat, Warga Minta Rp 25 Juta per Meter -...

'Kami maunya setinggi-tingginya, atau minimal Rp 25 juta per meter untuk tanah, 
kalau bangunan kan relatif..'
 |

 |

 |



Selasa, 28 November 2017 21:17


 
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROPresiden Joko Widodo bersama rombongan melihat maket 
kereta cepat saat peletakan batu pertama megaproyek transportasi massal itu, 
Kamis (21/1/2016), di perkebunan teh Mandalawangi Bagian Maswati di Cikalong 
Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, sekaligus 
dicanangkan pengembangan sentra ekonomi koridor Jakarta-Bandung.


 

WARTA KOTA, MAKASAR -- Hampir 30 tahun Sunardi (62) tinggal di RW 07/05 
Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur.

Namun tempat tinggal yang ia tempati puluhan tahun tersebut terkena dampak 
proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung.

Kurang lebih sekitar 120 KK yang nantinya terkena dampak proyek ini. Atas 
proyek tersebut warga meminta ganti rugi sebesar Rp 25 juta per meter untuk 
tanah.




"Kami mendukung, karena ini program pemerintah, jadi warga di sini sangat 
mendukung hanya saja pengantiannya jangan sampai merugikan," kata Sunardi saat 
ditemui, Selasa (28/11/2017).
Namun menurut Sunardi harga tersebut sudah sepakati dalam musyawarah antarwarga 
beberapa waktu lalu. Untuk itu jika nantinya harga tidak sesuai dengan apa yang 
diharapkan warga. Ia dan beberapa warga tetap akan bertahan hingga ada 
solusinya.
"Kami maunya setinggi-tingginya, atau minimal Rp 25 juta per meter untuk tanah, 
kalau bangunan kan relatif," katanya.
Sementara itu Ketua paguyupan warga terdampak proyek Kereta Cepat 
Jakarta-Bandung, Joko Irianto mengatakan diharapkan nantinya ganti rugi yang 
diberikan kepada warga setempat adalah bisa tetap menjadi warga Jakarta.
Dan hal itulah yang saat ini diperjuangkan oleh warga yang terdampak dari 
proyek Kereta Api Cepat ini.


"Harapan winning solution warga siap membantu negara tapi warga harus dihargai 
dan dimanusiakan, kami boleh menempati di jakarta juga dengan luas bangunan 
yang sama di Jakarta. Jadi bukan kita pindah keluar kota tapi ukuran bangunan 
tidak sesuai dengan saat ini tentu hal tersebut sangat merugikan," tandasnya. 
(m13)



Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ganti Rugi Lahan Proyek 
Kereta Cepat, Warga Minta Rp 25 Juta per Meter, 
http://wartakota.tribunnews.com/2017/11/28/ganti-rugi-lahan-proyek-kereta-cepat-warga-minta-rp-25-juta-per-meter.
Penulis: Joko Supriyanto 
Editor: Fred Mahatma TIS






Kirim email ke