----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] [nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Kamis, 22 Maret 2018 01.22.03 GMT+1Judul: [nasional-list] Fw: [GELORA45] Jokowi: Kritik Jangan Asal Bunyi, Harus Berbasis Data
From: 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] Sent: Thursday, March 22, 2018 3:28 AM Jokowi: Kritik Jangan Asal Bunyi, Harus Berbasis Data https://tirto.id/jokowi-kritik-jangan-asal-bunyi-harus-berbasis-data-cGxx Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (15/3/2018). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A. 0 Shares Sumber: antara 21 Maret, 2018 dibaca normal 1 menit - Jokowi menegaskan ada perbedaan jelas antara kritik dengan celaan, cemooh, hujatan, kenyinyiran, dan fitnahan Jokowi meminta kritik terhadap pemerintah berbasis data dan bertujuan mencari solusi untuk memperbaiki kebijakan. tirto.id - Presiden Joko Widodo mengungkapkan pendapatnya mengenai kritik terhadap pemerintah. Jokowi menyatakan kritik seharusnya berbasis pada data dan tidak asal disampaikan. "Kritik itu penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada. Tetapi, kritik itu harus berbasis data. Kritik itu harusnya tidak asbun, asal bunyi, tidak asal bunyi, tidak asal bicara," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam Rapimnas Perindo II di JCC, Jakarta, Rabu malam (21/3/2018) seperti dikutip Antara. Jokowi berpendapat kritik yang disampaikan kepada pemerintah semestinya bertujuan untuk mencari solusi. Dia menambahkan kritik tersebut seharusnya juga bermaksud memperbaiki kebijakan.. Jokowi mengakui kritik penting bagi pemerintah untuk memperbaiki kebijakan. "Belum tentu pemerintah itu benar. Kalau yang salah, ya mesti ada yang mengingatkan dengan kritik," ujar dia. "Kritik itu juga penting, sekali lagi kritik itu juga penting untuk memperbaiki kebijakan yang ada saat ini. Belum tentu pemerintah itu betul," Jokowi menambahkan. Meskipun demikian, Jokowi menegaskan ada perbedaan jelas antara kritik dengan celaan, cemooh, hujatan, kenyinyiran, dan fitnahan. "Tolong dibedakan kritik dengan mencela, beda itu. Bedakan kritik dengan mencemooh, beda itu. Kritik dengan fitnah, kritik dengan nyinyir beda lagi. Kritik dengan menghujat juga beda. Kritik dengan fitnah beda," kata Jokowi. Dia meminta agar semua pihak menjunjung tinggi sopan santun dan adat ketimuran sehingga tidak saling menghujat dan mencemooh. Jokowi juga menyerukan agar semua pihak tidak menyebar berita bohong dan ujaran kebencian. "Kejujuran adalah keutamaan, kejujuran utama yang ditopang oleh perilaku yang sopan dan santun sesuai dengan adat istiadat bangsa kita Indonesia yaitu adat ketimuran, dan berdialog untuk menemukan cara terbaik bagi rakyat dan bangsa yaitu dengan musyawarah," kata dia. Pernyataan Jokowi mengenai pendapatnya tentang kritik terhadap pemerintah itu muncul di tengah menghangatnya polemik antara Luhut Pandjaitan dan Amien Rais. Tapi, Jokowi tidak menyinggung polemik ini saat memberikan sambutan di Rapimnas Perindo pada Rabu malam. Polemik itu mencuat usai Menko Bidang Kemaritiman tersebut mengeluarkan pernyataan bernada ancaman yang terindikasi tertuju ke Amien Rais, pada Senin lalu. Pernyataan Luhut itu keluar tak lama usai Amien menuding program pembagian sertifikat tanah, yang digencarkan oleh pemerintah, merupakan “pengibulan”. Baca juga: - Ancaman ke Pengkritik Jadi Blunder, Luhut Harus Tarik Ucapan - Tanggapan Istana Soal Polemik Luhut dan Amien Rais Baca juga artikel terkait JOKOWI atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom (tirto.id - add/add)
