Tidak ada, semua masih kategori pencari suara (vote seeker) belaka.Sedangkan Golkar, sejak bermutasi menjadi partai mulai pemilu '99kelihatan tidak ngoyo mengejar juara pemilu. Cukup puas saja sebagai office seeker. Lebih penting bagi mereka adalah menempatkan orang-orangnya untuk menguasai pemerintahan. Itu sebabnya dalam kabinet rezim ini ada "kantor kepresidenan" (yang awalnya dikomandani Luhut BP). Melihat sepakterjangnya selama ini orang kadang keliru menyangka dialah presidennya, hehehe... --- ilmesengero@... wrote:
Tidak ada perbedaansignifikan antar partai? http://koransulindo.com/pdip-gandeng-golkar-siapkan-strategi-pemenangan-jokowi/ PDIP Gandeng Golkar Siapkan StraaategiPemenangan Jokowi 2 hari lalu SekretarisJenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto Koran Sulindo – Sekretaris Jenderal PartaiDemokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto berkunjung menemuiKetua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Kedua petinggi partai itu bertemu untuk mendiskusikan strategipemenangan Joko Widodo untuk pemilihan presiden Pilpres 2019mendatang. Hasto mengatakan, setelah mendukung Jokowi, bagaimana strategipemenangan dan komunikasi seluruh kader ketika kedua partai membangundialog, untuk hasil yang positif bagi bangsa dan negara. “Pertemuan ini penting sebagai partai politik pendukungpemerintahan Jokowi-JK. Apalagi, dengan dukungan dari PDIP dan Golkaryang mendeklarasikan Jokowi sebagai capres maka harus dilakukankonsolidasi, tentunya memberikan konsekuensi politik yang sama,”kata Hasto usai pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta,Selasa (20/3). Menyoal cawapres Jokowi, kata Hasto, saat ini sedang dicarisosok yang harus mempunyai visi dan misi sama dengan Jokowi. Saatini, PDI Perjuangan berfokus pada pilkada serentak terlebih dahulu. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan bahwapertemuan resmi ini digagas sebagai salah satu bentuk dukungan kepadaJokowi pada Pilpres 2019. Selanjutnya, Partai Golkar juga akanbergantian menyambangi Kantor PDI Perjuangan. “Kedua partai mempunyai visi-misi melanjutkan kerja sama partaiyang lebih spesifik untuk diangkat. Ini menunjukkan kedua mesinpartai bergerak,” kata putra Menteri Perindustrian Hartarto di eraPresiden Soeharto itu. Airlangga melanjutkan, dalam pertemuan itu dibahas juga terkaitkinerja dari para kader partai di pemerintahan Joko Widodo-JusufKalla. Sementara terkait keputusan calon wakil presiden, Airlanggamenyerahkan keputusan kepada Joko Widodo sembari menunggu usulancawapres dari PDI-P. “Tidak-tidak. Ini kami serahkan kepada Pak Presiden dan menyerapaspirasi dari PDI-P,” kata Airlangga. Selain strategi pemenangan Jokowi dalam Pilpres 2019, Airlanggajuga menyebut pertemuan itu membahas berbagai isu termasuk wacanacuti presiden hingga evaluasi UUD pasca 4 kali amandemen. Namun, Airlangga tidak merinci lebih lanjut akan hal atau pasalapa saja yang dinilai perlu dievaluasi dalam amandemen tersebut.[CHA/TGU] a
