*Indonesia hebat dan oleh karena itu akan melebih Rusia dan Jerman pada
tahun 2030, atau 12 tahun lagi. Menjelang Pemilu selalu akan ada banyak
berita mengembirakan supaya dipilih lagi mereka yang sedang duduk di kursi
empuk pemberi rejeki nomplok.*

*http://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/03/24/p63hv1384-perdagangan-dunia-indonesia-di-bawah-vietnam-dan-filipina
<http://republika.co.id/berita/ekonomi/korporasi/18/03/24/p63hv1384-perdagangan-dunia-indonesia-di-bawah-vietnam-dan-filipina>*


*Sunday, 8 Rajab 1439 / 25 March 2018*

*Perdagangan Dunia, Indonesia di Bawah Vietnam dan Filipina *

*Sabtu 24 March 2018 19:40 WIB*

*Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Amina*

*[image: Pembangunan infrastruktur di daerah pinggiran
Indonesia]Pembangunan infrastruktur di daerah pinggiran Indonesia *

*Foto: Dok Ditjen Cipta Karya *

*ndonesia menduduki peringkat terbawah dari enam negara besar di Asia
Tenggara.*

*REPUBLIKA.CO.ID <http://REPUBLIKA.CO.ID>, JAKARTA -- Indonesia harus
semakin meningkatkan daya saing dalam menghadapi perdagangan dunia di masa
depan. Pengamat Perdagangan Dunia, ekonom FEB UI, Fithra Faisal,
mengatakan, berdasarkan tingkat partisipasi dalam Global Production
Network, Indonesia menduduki peringkat terbawah dari enam negara besar di
Asia Tenggara.*

*"Kalau ketinggalan sama Thailand, Malaysia mungkin kita sudah beberapa
tahun yang lalu. Tapi kini kita ketinggalan sama Vietnam dan Filipina,"
jelas Fithra di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (24/3).*

*Bahkan di salah satu daerah di Myanmar, ongkos apartemennya ada yang sudah
setara dengan di New York, Amerika Serikat. Fithra menilai hal itu
menandakan adanya ekspatriat yang masuk ke negara tersebut.*

*"Mereka (Myanmar) sudah terbuka. Ongkos produksi mereka lebih murah, kita?
Kalau kita bicara skill delivery menurut penelitian, produksi kita relatif
stagnan, tetapi upahnya naik terus, akhirnya kehilangan competitiveness
(daya saing)," papar ahli perdagangan internasional tersebut.*

*Lebih lanjut Fithra menjelaskan, Indonesia bisa menjadi negara industri
yang kuat. Hal itu dibuktikan bagaimana kontribusi sektor manufaktur di
tahun 2001 terhadap Gross Domestic Product (GDP) sebesar 29 persen. Namun
perlahan pertumbuhan ekonomi persisten negatif atau mengalami penurunan
terus menerus, sehingga mengalami kesulitan memanfaatkan ekspor, dan
kesulitan memanfaatkan pertarungan ekonomi dunia.*

*Oleh karena itu pembangunan infrastruktur menjadi penting untuk
meningkatkan industrialisasi. "Saya mengapresiasi pemerintah sekarang yang
fokus di infrastruktur, infrastruktur ini adalah satu komponen paling
penting. Karena kalau kita bicara industrialisasi, komponennya
infrastruktur," ungkapnya. *

Kirim email ke