----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Mohammad Kasim [email protected] 
[perhimpunanpersaudaraan] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
"[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 24 Maret 2018 
21.21.15 GMT+1Judul: [perhimpunanpersaudaraan] China serang balik AS, bidik 
pajak baraang
     

Shanghai (ANTARA News) - China mengumumkan rencana memberlakukan tarif impor 
terhadap barang Amerika Serikat (AS) senilai Rp41,4 triliun sebagai balasan 
atas pemberlakuan serupa oleh AS atas produk baja dan aluminium China.

Langkah tersebut membuat dua negara ekonomi terbesar dunia itu di ambang perang 
perdagangan.

Kementerian Perdagangan China mempertimbangkan tarif 15 persen untuk produk AS, 
termasuk buah kering, anggur dan pipa baja, serta 25 persen untuk produk daging 
babi maupun aluminium daur ulang.

China mengumpulkan daftar 128 produk AS yang bisa dibidik sebagai aksi balasan, 
jika kedua negara itu tidak mencapai kesepakatan tentang masalah perdagangan, 
demikian Kementerian Perdagangan China, layaknya dikutip Reuters.

Presiden AS Donald Trump menandatangani Memorandum Presiden pada Kamis (22/3), 
yang menyasar hingga Rp828 triliun tarif pada barang dagang China, tetapi hanya 
setelah periode konsultasi 30 hari, yang dimulai seusai daftar diterbitkan.

Pengakuan Beijing atas tindakan balasan itu bertujuan sebagai peringatan bagi 
Washington karena kedua belah pihak saling menentang, dan sambil menunda 
mulainya perang perdagangan secara besar-besaran.

Kementerian Perdagangan China mengumumkan pemerintahnya akan menerapkan 
langkah-langkah dalam dua tahap, pertama berupa pengenaan tarif 15 persen untuk 
120 produk, termasuk pipa baja dan anggur senilai Rp13,4 triliun, dan kemudian 
tarif 25 persen pada Rp27,4 triliun daging babi dan aluminium.

"Kami bermaksud memberlakukan tarif pada impor AS tertentu untuk mengimbangi 
kerugian yang ditimbulkan terhadap kepentingan China dengan atas tarif impor 
baja dan aluminium," catat kementerian tersebut.

China juga menyatakan akan mengambil tindakan hukum di bawah kerangka 
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk menjaga stabilitas aturan perdagangan 
dunia. Namun, mereka juga berharap masalah itu diselesaikan melalui perundingan 
dengan AS.
Pewarta: -
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2018
   
   - TAGS:
   - perdagangan china
   - china vs amerika
   - donald trump
183
BERITA TERKAIT

KOMENTAR
Kirim   
   - TERPOPULER
   - TERKOMENTARI

PALING DICARI
www.antaranews.com 
Copyright © 2018   
   - 
   - 
   - 
   - 
   - 
   - 
   
   - Top News
   - Fokus Berita
   - Nusantara
   - Nasional
   - Dunia
   - Ekonomi
   - Olahraga
   
   - Hiburan
   - Tekno
   - Warta Bumi
   - Otomotif
   - Ramadan
   - Foto
   - Antara TV
   
   - Rilis Pers
   - Jaringan
   - Ketentuan Penggunaan
   - 
   - Tentang Kami
   - Pedoman Media Siber
   - Forum Pembaca
   - RSS
   
   - 
     



   

Kirim email ke