----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'Chan CT' [email protected] 
[sastra-pembebasan] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 27 Maret 2018 05.07.08 GMT+2Judul: 
#sastra-pembebasan# Presiden Serahkan 3.630 Sertifikat Tanah di Kalsel
     


Presiden Serahkan 3.630 Sertifikat Tanah di Kalsel
Senin , 26 Maret 2018 | 
16:34http://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/523/presiden_serahkan_3_630_sertifikat_tanah_di_kalsel
  Sumber Foto Setkab
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Kalsel menjawab wartawan di Banjarbaru, Kals
BANJARMASIN--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, bahwa pembagian 
sertifikat tanah itu betul-betul dilakukan. Jumlahnya betul-betul, ada dan 
masyarakat juga menerima betul. “Jadi kenapa saya suruh semuanya untuk 
mengangkat semuanya, supaya benar-benar yang kita kerjakan ya yang itu. Kalau 
kita ngomong 5 juta ya 5 juta, kalau ngomong 7 juta ya 7 juta sertifikat gitu,” 
kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri penyerahan sertipikat 
tanah untuk rakyat, di GOR Rudi Resmawan, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan 
(Kalsel), Senin (26/3) siang.

Soal angka 5 juta atau 7 juta itu, Presiden Jokowi menegaskan, itu memang 
target yang terus akan ia kejar pada Menteri Agraria dan Tata Ruang 
(ATR)/Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional).. “Target itu. Jangan sampai yang 
ngomong pembagian sertipikat ..apa…..,” kata Presiden tanpa meneruskan 
kata-katanya.

Diakui Presiden Jokowi, idealnya itu  seluruh lahan yang ada, bidang yang ada 
bersertifikat. Dan idealnya lagi, kepemilikan itu betul-betul rakyat bisa 
merasakan dari kegunaan atas  lahan tanah yang mereka miliki. Semakin gede 
mestinya  semakin baik.  

Namun Kepala Negara menegaskan, dirinya harus ngomong apa adanya. “Memang ada 
ketimpangan dalam kepemilikan, juga harus ngerti bahwa distribusi itu bukan 
saya yang melakukan. Itu yang saya enggak mau dituding-tuding. Kita mbagi saja 
enggak,” ujarnya.

Bukan Pengibulan

Dalam acara di Banjarbaru itu, Presiden Jokowi yang hadir didampingi Ibu Negara 
Iriana Joko Widodo menyerahkan 3.630 sertifikat. Ia meminta yang sudah menerima 
sertifikat agar mengangkat sertifikatnya tinggi-tinggi. “Biar kelihatan 
semuanya bahwa sertifikat juga diserahkan dan betul-betul sertifikat ini sudah 
menjadi milik bapak ibu sekalian dan bukan pengibulan. Karena ada yang ngomong, 
pembagian sertifikat ini pengibulan,” kata Presiden Jokowi meminta warga yang 
sudah memperoleh sertifikat untuk mengangkat sertifikatnya tinggi-tinggi.

Presiden lantas menghitung jumlah sertifikat yang sudah diserahkan ke warga 
itu. Ia beralasan hal itu dilakukan karena dulu-dulu biasanya hanya seremoni di 
ini. Diserahkan yang 12 yang lain disuruh nonton. “Sekarang saya suruh ngangkat 
itu gunanya itu, bahwa sertifikat betul-betul sudah diserahkan pada bapak ibu 
semuanya,” ujar Presiden.
    

Kirim email ke