*Kalau yang berpendidikan menganggur lantas bagaimana dengan nasib yang
tidak berpendidikan? *

*Apakah yang berpendidikan ilmu agama tidak menganggur?*

http://mediaindonesia.com/read/detail/151565-antisipasi-pengangguran-berpendidikan
*Antisipasi Pengangguran Berpendidikan*

Penulis: *MI* Pada: Selasa, 27 Mar 2018, 09:14 WIB Humaniora
<http://mediaindonesia.com/humaniora>


<http://www.facebook.com/share.php?u=http://mediaindonesia.com/read/detail/151565-antisipasi-pengangguran-berpendidikan>

<http://twitter.com/home/?status=Antisipasi%20Pengangguran%20Berpendidikan%20http://mediaindonesia.com/read/detail/151565-antisipasi-pengangguran-berpendidikan%20via%20@mediaindonesia>



*ANTARA/R. Rekotomo*

SETIAP tahun perguruan tinggi negeri maupun swasta di Tanah Air
menghasilkan sarjana. Bahkan, jumlahnya terus meningkat. Namun, banyak di
antara lulusan perguruan tinggi tersebut tidak langsung bekerja atau
menjadi pengangguran.

Hal itu meresahkan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
(Menristekdikti) Mohamad Nasir.

“Sekitar 8,8% dari total 7 juta pengangguran di Indonesia merupakan
sarjaAna yang menganggur pascalulus. Ini sangat mengkhawatirkan,” kata
Nasir dalam orasi ilmiahnya di Jakarta, Minggu (25/3).

Karena itu, Nasir menyampaikan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam
mempersiapkan tenaga kerja yang berpendidikan tinggi, juga terampil serta
berwawasan global.

“Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan sumber daya yang mampu bersaing
secara global,” ujar Menristek Dikti seperti dilansir *Antara*.

Ia mengatakan perguruan tinggi sebagai lembaga pencetak sumber daya manusia
(SDM) yang unggul diharapkan dapat berkontribusi pada upaya peningkatan
daya saing bangsa.

Pasalnya, Indonesia memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sumber
penguatan ekonomi bagi bangsa, katanya.

Nasir juga mengajak para wisudawan dan civitas akademika untuk ikut
berkontribusi dalam upaya peningkatan daya saing bangsa secara global di
era disrupsi teknologi.

Untuk itu, Nasir mengungkapkan memperluas lapangan kerja dan meningkatkan
produktivitas merupakan agenda utama pemerintah ke depan dalam membuat
kebijakan.

“Kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu era disrupsi
teknologi, era berbasis *cyber physical system’*. Ini merupakan tantangan
baru yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN untuk mempersiapkan
SDM-nya,” ucapnya. (S-1)

Kirim email ke