Ooouuuh, ... begitu cepat reaksi dalam kehidupan masyarakat, kok tidak beda banyak dengan naik-turunnya harga bursa beberapa bulan terakhir ini??? Entah ini kesengajaan termasuk dalam strategi-taktik Trump untuk memulihkan kemerosotan ekonomi AS atau justru menunjukkan ketidak mampuan dan kegagalan Trump???
Memang kenyataan apa yang dikatakan ahli2 ekonomi tidak selalu benar, seringkali justru terjadi kebalikannya! Belasan tahun yl. AS menerima RRT masuk tergabung dalam WTO juga bertujuan menggerus ekonomi Tiongkok yang terus maju dengan kecepatan tinggi itu. Eeeiih, yang terjadi justru sebaliknya, AS dan negara-negara maju di dunia kewalahan kebanjiran barang Made In China! Ekonomi RRT bisa terus bertahan maju dengan kecepatan sedang, sedang AS makin merosot, ... sekarang terpaksa jalan proteksionisme, untuk melindungi pengusaha AS sendiri yang tidak tahan bersaing dengan pengusaha Tiongkok! Tiongkok bilang, menjalankan proteksionisme, menutup diri akan lebih mencelakakan diri sendiri! Melancarkan perang dagang, tidak ada yang menang! Akan lebih baik berembuk untuk mencapai kesepatan dengan menguntungkan kepentingan bersama, mencapai maju bersama, menang bersama! Tiongkok juga bilang, terjadi ketimpangan perdangan AS-RRT sampai begitu besar, bukan kesalahan RRT! Terutama karena AS tidak menjual produksi teknologi canggih, ... minta RRT hanya membeli kedelai, jagung, daging yg murah2. Terlalu takut RRT mencuri teknologi tinggi! Sekarang, setelah RRT dengan berbagai cara BERHASIL mengejar ketertinggalan teknologi canggih itu, AS jadi lebih kewalahan, TAKUT dan hendak menjadikan RRT sebagai ancaman yang paling berbahaya! Berusaha keras agar dunia mengurangi kerjasama dengan RRT, bahkan bisa memusuhi RRT, ... dengan menggunakan kampanye menghitamkan dan membusukkan RRT! Sementara orang mengatakan, SUDAH TERLAMBAT! Kemajuan RRT sudah tidak mungkin dibendung lagi, ... baru saja beberapa hari Trump umumkan kenaikan pajak im port produksi baja, RRT belum juga umumkan pembalasan dengan kenaikan pajak-import produksi kedele apalagi sampai membatalkan pembelian pesawat Boeing, eeiih kemarin sudah terjadi perundingan dan harga bursa kembali naik. Hehehee, ... Tapi, lucu dan aneh juga, kalau diluar semalam dikabarkan RRT akan menjadi pembeli minyak, gas-bumi AS terbesar, tapi harga bensin di AS malah jadi naik??? Salam, ChanCT From: Jonathan Goeij [email protected] [GELORA45] Sent: Wednesday, March 28, 2018 1:58 AM To: [email protected] ; Yahoogroups Subject: [GELORA45] Re: Pakar Indonesia : AS Akan Kalah dalam "Perang Dagang" Yg paling lucu dan kentara sekali itu harga bensin, dari sekitar $2.50/gallon pd akhir pemerintahann Obama, eh sekarang pd pemerintahan Trump ini naik lagi jadi sekitar $3.50/gallon padahal produksi digenjot dan berbagai regulasi lingkungan dibabat habis. Enggak tahu bagaimana jadinya dgn Indonesia yg katanya sudah menghapus subsidi BBM, apakah jadi disubsidi dgn utang terselubung krn tdk masuk anggaran, yg utang jadinya Pertamina. On Tuesday, March 27, 2018, 10:13:16 AM PDT, [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: terus hasil kenaikan harga barang2 itu buat bikin tembok konyol. bukan asem lagi itu mah udah baj..... emang ga ada akal ya? dihalangi diatas bikin terowongan dibawah. itu kan sama saja kaya anis yang kasih2 balas jasa buat pendukungnya. Yang ini bagi2 rejeki bikin tembok. ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : sudah banyak barang yg harganya naik Trump ini kurang asem, bikin orang tidak lagi bisa menikmati the luxury of dollars. ---In [email protected], <bhjo@...> wrote : Saya setuju dgn pendapat bahwa AS akan kalah perang dagang dgn Tiongkok. Setelah Tiongkok mau membalas dgn tarif utk barang2 AS, sekarang AS mau bernegosiasi. AS mempunyai banyak hutang dari Tiongkok. Infrastuktur di AS adalah amburadul kalau dibanding infrastuktur di Tiongkok dll. Tiongkok tidak perlu beli barang2 pertanian atau peternakan dari AS tetapi dari Kanada atau Australia. Tidak perlu beli Boeing tetapi beli Airbus dll.
