Minggu 25 Maret 2018, 14:59 WIB
 FUIR: Kelompok Berotak Burung Unta Giring 212 Demi Pilpres 2019 
https://news.detik.com/berita/3935654/fuir-kelompok-berotak-burung-unta-giring-212-demi-pilpres-2019
 
 Danu Damarjati - detikNews
 

 FUIR saat mendemo Balai Kota. Foto: Muhammad Fida/detikcom
 

 Jakarta - Forum Umat Islam Revolusioner (FUIR) angkat bicara soal isu Pilpres 
2019. FUIR meminta sejumlah pihak tak mempolitisir Gerakan 212 untuk Pilpres 
2019.

"Saat ini 'ghiroh' atau semangat keumatan pada Gerakan 212 ini seolah-olah 
terklaim milik kelompok dan ormas tertentu saja seperti FPI, FUI atau 
Persaudaraan Alumni (PA) 212 semata. Ini menjadi persoalan ketika semangat umat 
yang besar dalam Gerakan 212 ditarik dan dibawa masuk dalam politik praktis 
seperti Pilkada 2018 dan juga Pileg/Pilpres 2019," kata Koordinator FUIR M 
Fatih dalam pernyataan tertulisnya, Minggu (25/3/2018).


 Baca juga: Foto: Pendemo Bakar Foto Anies di Dalam Sangkar Burung 
https://news.detik.com/readfoto/2018/03/19/144516/3924517/157/1/foto-pendemo-bakar-foto-anies-di-dalam-sangkar-burung
 
Fatih berpendapat pada dasarnya Gerakan 212 terdiri dari elemen umat Islam yang 
tersebar ke berbagai ormas yang memiliki afiliasi politik sendiri dan bersifat 
mandiri. Gerakan 212 adalah gerakan besar karena kuatnya "ghiroh keumatan" yang 
merasa keyakinannya terganggu. 


 
 "Sehingga Gerakan 212 bukan hanya milik FPI, FUI atau PA 212 semata, tapi 
milik semua elemen ormas dan elemen umat Islam yang terlibat langsung atau 
tidak langsung, di darat maupun di udara (medsos). FUIR meminta pihak-pihak 
yang selalu mengklaim dirinya paling mewakili umat Islam untuk berhenti menjual 
ghiroh gerakan keummatan untuk kepentingan sekelompok orang tertentu," ujar 
Fatih.


 Baca juga: Siapa FUIR yang Demo Anies untuk Bela Habib Rizieq? 
https://news.detik.com/read/2018/03/20/034440/3925692/10/siapa-fuir-yang-demo-anies-untuk-bela-habib-rizieq
 
Dia melanjutkan, besarnya ghiroh keumatan jangan lagi dipakai oleh tokoh-tokoh 
tertentu dengan memanfaatkan isu-isu ke-Islam-an untuk tujuan politik sempit 
kekuasaan. Umat Islam yang mayoritas diam (silent majority) dan bergerak saat 
keyakinannya terusik, masih kata Fatih, jangan lagi di dorong-dorong, digiring 
ke politik praktis. 

"Mereka (umat Islam) telah berjuang dengan swadaya dan mandiri, tulus ikhlas. 
Jadi setop politisasi "Ghiroh Keummatan" dalam Gerakan 212 untuk kepentingan 
pilpres 2019. Tetapi setelah menduduki kekuasaan, umat Islam nantinya akan 
ditinggalkan, umat Islam dijauhi, umat Islam disuruh kembali ke barak," ulas 
Fatih.

"Kami (FUIR) juga merupakan bagian dari gerakan besar 212 yang tergerak karena 
keyakinan kami. Namun sebagai warga negara yang baik, kami berhak melakukan 
kritik yang membangun kepada umara yang terpilih karena kontribusi Gerakan 212. 
Terbukti pasca melakukan aksi gubernur DKI Jakarta mengeluarkan pergub yang 
melawan prostitusi dan narkoba," imbuhnya.

"Untuk itu FUIR menegaskan akan melawan semua anasir-anasir perorangan/kelompok 
berotak burung unta yang mengklaim dirinya sebagai kelompok yang paling 
mewakili gerakan 212 yang terus menggiring gerakan 212 ini ke kepentingan 
politik kekuasaan pemilihan presiden 2019 mendatang," sambung Fatih. 
(tor/tor)

 

Kirim email ke