Umat Katolik di Minahasa Tenggara laksanakan Jalan Salib Jumat, 30 Maret 2018 20:59 WIB Sejumlah umat Kristen melakukan perarakan penyaliban diri dalam ibadah Jumat Agung di Gereja Kristen Jawa, Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (30/3/2018). Sebanyak 100 salib dalam perarakan ibadah Jumat Agung sebagai simbol penyerahan diri sebagai umat manusia untuk meneladani kisah sengsara Tuhan Yesus dalam membangun kebaikan dan damai dalam kehidupan masyarakat. (ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho) (antara)
Dalam prosesi jalan salib ini ada 14 perhentian atau peristiwa. Dan setiap perhentian dilakukan di rumah umat, ini dilaksanakan secara bersamaan di setiap Stasi dan Paroki." Minahasa Tenggara (ANTARA News) - Umat Katolik di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan prosesi jalan salib, dalam peringatan Jumat Agung. "Ini merupakan ibadah sekaligus prosesi yang dilaksanakan oleh umat Katolik untuk mengenang kisah sengsara Yesus Kristus sebelum disalibkan," kata Pastor Paroki Santo Lukas Ratahan Leksi Nangoy, Jumat. Dia menuturkan, pelaksanaan prosesi jalan salib tersebut selain dilaksanakan di pusat paroki juga dilaksanakan di gereja-gereja stasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara. Dia menjelaskan prosesi jalan salib tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi tiap-tiap rumah umat yang ada di setiap Stasi. "Dalam prosesi jalan salib ini ada 14 perhentian atau peristiwa. Dan setiap perhentian dilakukan di rumah umat, ini dilaksanakan secara bersamaan di setiap Stasi dan Paroki," ujarnya. Setelah melaksanakan jalan salib, kata Leksi seluruh umat Katolik melaksanakan Misa Jumat Agung pada 15.00 WITA. "Selanjutnya pada pukul tiga sore di seluruh gereja Katolik di Minahasa Tenggara mengadakan Misa Jumat Agung, untuk memperingati kisah sengsara Yesus," tandasnya. Pewarta: Arthur Ignasius Karinda Editor: Kunto Wibisono Gereja Katedral Semarang gelar prosesi Jalan Salib Jumat, 30 Maret 2018 20:47 WIB Sejumlah umat Kristen memikul salib saat perarakan ibadah Jumat Agung di Gereja Kristen Jawa, Karangdowo, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (30/3/2018). Sebanyak 100 salib dalam perarakan ibadah Jumat Agung sebagai simbol penyerahan diri sebagai umat manusia untuk meneladani kisah sengsara Tuhan Yesus dalam membangun kebaikan dan damai dalam kehidupan masyarakat. (ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho) Dengan tema ini, `Ini Aku Untuk Kamu`, Aku ada untuk membagi kasih kepada sesama. Dengan kasih ini, membawa damai kepada semua orang." Semarang (ANTARA News) - Gereja Santa Perawan Maria (SPM) Ratu Rosario Suci atau biasa disebut Gereja Katedral Semarang, Jumat, menggelar prosesi Jalan Salib sebagai rangkaian perayaan Paskah. Prosesi jalan salib dilakukan di dalam lingkungan Gereja Katedral Semarang yang diikuti umat dengan khidmat, mengawali perayaan Jumat Agung Paskah yang mengangkat tema "Ini Aku Untuk Kamu". Para umat dan pengurus gereja bersama-sama mengusung salib kayu berukuran besar dari aula menuju ke Gereja Katedral yang menjadi prosesi Jalan Salib, diiringi dengan lantunan lagu doa. Vikaris Parokial Gereja Katedral Semarang Romo Ambrosius Heri Krismawanto menjelaskan prosesi jalan salib merupakan gambaran jam-jam terakhir dari kehidupan Yesus di dunia. Jalan Salib, kata dia, menunjukkan kerelaan Yesus yang mengesampingkan dirinya untuk menyediakan jalan keselamatan melalui pengorbanan yang dilakukannya. "Pesan Paskah adalah pesan damai. Tema yang diangkat kali ini adalah `Ini Aku Untuk Kamu`, artinya kita diajak untuk mengikuti Tuhan Yesus yang memberikan dirinya seutuhnya untuk sesama," katanya. Yesus, kata dia, memberikan dirinya seutuhnya untuk sesama dan mengasihi sesama tanpa batas, sampai harus berkorban yang seharusnya diteladani umat untuk saling mengasihi sesama. "Dengan tema ini, `Ini Aku Untuk Kamu`, Aku ada untuk membagi kasih kepada sesama. Dengan kasih ini, membawa damai kepada semua orang," katanya. Berkaitan dengan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang sebentar lagi dihelat di Jawa Tengah, Romo Heri mengatakan Keuskupan Agung Semarang mendukung agar pilkada berjalan damai dan lancar. "Dalam pilkada, kita semua diajak untuk memilih pemimpin rakyat yang baik, membawa damai, menegakkan Pancasila, dan mengusahakan kesejahteraan orang-orang yang miskin, lemah, dan tersingkir," katanya. Diharapkan, kata dia, siapapun pemimpin yang terpilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 akan mampu membawa masyarakat Jateng kepada kesejahteraan. Pewarta: Zuhdiar Laeis Editor: Kunto Wibisono
