Kivlan Zein kena demam PKI. Mulutnya mengigau tentang bangkitnya PKI. Dia 
merasa takut dalam rumahnya sendiri, kemana dia pergi selalu dibayangi PKI. Dia 
merasa anggota keluarganya sudak dimasuki PKI.PKI akan tetap ada, selama 
kemiskinan masih terdapat di Indonesia. PKI adalah musuh kemiskinan, selama 
kemisinan masih terdapat di Indonesia, selama itu PKI masih tetap ada ditengah 
rakyat. Untuk membasmi PKI, pertama-tama basmilah kemiskinan.Di beberapa negeri 
di Eopa, komunisme semakin melenyap kerena kesejahteraan masyarakat makin 
meningkat.

   ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Sabtu, 31 Maret 2018 
00.09.18 GMT+2Judul: [nasional-list] Datangi Kantor Wiranto, Kivlan Zein Bicara 
Soal PKI
     

 
http://www.suara-islam.com/read/kabar/nasional/25548/-Datangi-Kantor-Wiranto-Kivlan-Zein-Bicara-Soal-PKI
 

Datangi Kantor Wiranto, Kivlan Zein Bicara Soal PKI
 29 Maret 16:38 | Dilihat : 3994  Meyjend Purn Kivlan Zein saat mendatangi 
Kantor Kemenkopolhukam di Jakarta, Kamis 29 Maret 2018. [foto: viva.co.id]      
    
Jakarta (SI Online) - Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Pur) TNI Kivlan Zein 
menyambangi kantor Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan 
Keamanan, Kamis 29 Maret 2018. Usai pertemuan, Kivlan mengaku memberi masukan 
untuk Dewan Keamanan Nasional (DKN), yang juga berlokasi di kantor 
Kemenkopolhukam, mengenai persoalan masa lalu, termasuk soal Partai Komunis 
Indonesia atau PKI.

"Saya menyampaikan saran bahwa nanti DKN ini bekerja mengundang dari pihak 
terlibat, misalnya orang-orang keluarga eks PKI, keluarga korban-korban PKI, 
Permesta dan lain-lainnya. Kita rembuk bagaimana kita melupakan dosa lama kita, 
menuntaskan kita punya permasalahan yang lama," kata Kivlan di Kantor Kemenko 
Polhukam, Jakarta, seperti dilansir Viva.co.id.

Rembuk ini dipandang perlu agar semua pihak saling memaafkan dan tidak lagi 
mengungkit masalah-masalah lama tersebut. Bahwa yang saat ini, menurut Kivlan, 
hanya menjadi korban saja dari masa lalu.

"Korban PKI, PRRI/Permesta atau DI TII semua keluarga berkumpul. Kita buka 
kartu dan mengatakan bahwa kita adalah korban sejarah, jadi supaya nanti semua 
rukun," kata Kivlan.

Menurut dia, semua pihak punya pelanggaran yang dilakukan, contohnya PRRI 
Permesta yang menurutnya ingin mendirikan negeri sendiri. Maka dengan DKN ini, 
Kivlan menilai semua ingin menyudahi persoalan masa lalu itu, dan kembali 
bersatu.

Meski memberi masukan kepada DKN, Kivlan mengaku bukan menjadi bagian dari 
lembaga tersebut.

"Saya cuma menyarankan saja. Urusan dimasukkan saya nggak tahu tapi saya siap 
kok negara supaya damai," katanya. 

Kivlan Zein adalah salah satu purnawirawan jenderal yang lantang mengingatkan 
soal kebangkitan PKI. Kivlan bahkan tak segan-segan menuding kelompok atau 
partai tertentu. 

Awal bulan ini, Kivlan menyebut PKI saat ini difasilitasi orang-orang yang saat 
ini berada di  lingkaran kekuasaan, terutama PDI Perjuangan..

Ia mengaku telah memegang bukti kedekatan PKI dengan partai berlambang 
'banteng' moncong putih itu tersebut.

"Ini baru dukungan di dalam negeri. Dukungan luar negeri mereka ke China. PDIP 
itu pengaderan ke China, tanda tangan acara untuk kerja sama PDI P dan partai 
PKI di dalam pengkaderan. Setiap bulan orang-orang China datang ke kantor di 
(DPP PDIP) Diponegoro," kata Kivlan saat menghadiri diskusi di kawasan Tebet, 
Jakarta Selatan, Jumat, 2 Maret 2018.

Selain itu, Kivlan juga mengungkapkan bahwa peristiwa rentetan penyerangan 
terhadapa ulama belakangan ini ialah rekayasa yang dibuat seperti PKI pada masa 
lampau. Tujuannya adalah menciptakan teror, ketakutan, serta adu domba 
antarmasyarakat sehingga dapat mudah merebut kekuasaan.

Kivlan mengatakan, kelompok komunis itu punya misi meraih kekuasaan di tahun 
2019. "Jadi suasananya mendekati itu," kata dia. "Itu nyata," dia menegaskan.

Kivlan menambahkan, sejumlah kader PDIP juga punya hubungan dengan PKI. Ia 
menyebut, kader seperti Rieke Diah Pitaloka, Budiman Sudjatmiko, Ribka 
Tjiptaning dan Eva Kusuma Sundari. "Itu pengakuan mereka sendiri," kata Kivlan. 



    

Kirim email ke