Bangsa Indonesia terutama mereka yang gagah berani ikut pemilu perlu mengunyah lagi konsep tata-masyarakat yang dirumuskan dalam kitab Desawarnana dengan metafora desa-hutan-macan. "Desa" melukiskan penduduk; "Hutan" sebagai sumber penghidupan; dan "Macan" adalah pemangku yang bertugas melindungi desa dan hutan. Konstruksi masyarakat seperti ini sangat tidak menyenangkankapitalis-imperialis yang ingin menguasai setiap "hutan".Nah, karena pemerintah Indonesia malah kerja, kerja, kerja, menyenangkan kapitalis alias jadi macan ompong maka alam sendiri yang bekerja, unjuk gigi memunculkan macan di perkebunan sawit Riau. Saya tidak berharap pendukung Jokowi berobahtapi toh faktanya semakin banyak pendukung yang balik badan. Sisanya bisalah dibagi menjadi 2 jenis golongan yaitu mereka yang memanfaatkan kelemahan Jokowi dan loyalis yang tejerumus mengkultuskannya. --- jetaimemucho1@... wrote: Subsidi untuk rakyat dengan berbagai alasan dihapus, sementara perusahaan kelapa sawit yang merampas tanah rakyat dan merusak ekologi tanah diberi subsidi atau ditolong seperti dalam hal Lumpur Lapindo.... Dibuktikan juga di jaman Jokowi kekayaan segelintir orang bertambah naik dengan cepat...... Meskipun begitu, kenyataan itu tak akan mengubah pandangan orang yang bermentalitet pengusaha besar/komprador/pro modal dan kapitalisme dan pendukung Jokowi
On Friday, March 30, 2018 11:09 AM, ajeg wrote: ----- repost ----- Kapitalisme memang memelihara kemiskinan untuk menyokongkehidupan orang kaya. Terbukti, selain menyuruh Rakyat menggadaikan tanahnya ke bank, rezim peng-peng (penguasapengusaha) ini juga tega mensubsidi sejumlah perusahaan besar kelapa sawit yang akan beralih memproduksi biodieselseiring ambrolnya jualan CPO mereka akibat boikot sesamakapitalis. Padahal jelas yang lebih membutuhkan subsidi adalah Rakyat petani kelapa sawit yang ikut terpukul boikot CPO. Mereka tak mampu beralih cepat ke biodiesel, dan yang terutama selama ini Rakyat petani sawit ikut kena pungut dana ekspor CPO. --- ilmesengero@... wrote: Pemrintah NKRI disebut juga "Pempen" yang artinya "Pemerintah Pengusaha", jadi jelas mereka memberikan subisidi kepada perusahaan merek bukan hal aneh. Ceritanya kalau pengusaha untung bunkan berarti rakyat buntung. Dalam sebuah artikel yang ditulis diberita satu " Orangkaya biarlah bertambah kaya asalkan mereka membuka lapangan kerja,membayar pajak, dan melakukan aktivitas filantropi. http://id.beritasatu.com/tajuk/mencegah-negara-gagal/173671
