Menteri BUMN di China bahas percepatan konstruksi kereta cepat
 Kamis, 5 April 2018 09:15 WIB
 
Arsip Foto. Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah) berbincang dengan Deputi 
Project Direktur High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC) Tamjianto 
(kiri) dan Plt Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwi 
Windarto (kanan) saat meninjau proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Cikalong 
Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (21/3/2018). Rini Soemarno 
menyatakan perkembangan terbaru dari proyek tersebut yakni pembangunan 
konstruksi tunnel (terowongan) sudah berjalan di wilayah Walini yang terletak 
di Bandung Barat dan di wilayah Halim Perdanakusuma. (ANTARA/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno 
berada di Beijing, China, untuk memastikan komitmen China Railway Corporation 
(CRC) mendukung percepatan konstruksi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Proyek kereta cepat ini harus segera diakselerasi pada Mei 2018 terutama pada 
area konstruksi kritikal. Termasuk alih tekhnologi dan penguatan kompetensi SDM 
Indonesia untuk memiliki keahlian konstruksi proyek kereta cepat," kata Rini 
dalam siaran pers kementerian, Kamis.

"Berbagai pekerjaan konstruksi direncanakan dilakukan secara masif di 21 titik 
yang dianggap paling kritikal mulai awal Mei 2018. Selain itu, pembebasan lahan 
juga ditargetkan rampung pada akhir Mei 2018," ujar Rini.

Pejabat Kementerian BUMN dan perusahaan negara seperti PT LEN (Persero), PT 
Inka (Persero), PT PLN (Persero), Dirut PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, 
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero) mendampingin Rini dalam 
pertemuan dengan CRC.

Tim CRC yang meliputi Presiden China Railway International, Head of Consortium 
of Jakarta Bandung HSR project, Chairman CRRC Qingdao Sifang menyambut 
rombongan menteri di China.

Dalam pertemuan tersebut, CRC menyatakan komitmen untuk mempercepat pembangunan 
terowongan untuk kereta cepat, termasuk terowongan Walini.

Bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), CRC juga akan merencanakan 
secara rinci pembangunan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Halim 
Perdanakusuma dan Walini. Walini akan dirancang menjadi kota baru di Bandung 
Barat dengan luas 1.270 hektare.

Dalam proyek ini, China berkomitmen menurunkan para tenaga ahli teknis terbaik 
dalam hal alih teknologi serta kemampuan. Dengan begitu, ke depannya para 
teknisi Indonesia akan mampu membangun proyek kereta cepat secara mandiri.

Ketika beroperasi, kereta cepat Jakarta-Bandung akan melintasi jalur sepanjang 
143 kilometer dengan kecepatan 350 km per jam yang akan mempersingkat waktu 
tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 40 menit. Kereta ini akan berhenti di 
empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan 
Stasiun Tegalluar.

Baca juga: Kereta cepat Jakarta-Bandung tersambung ke LRT 
Pewarta: Royke Sinaga
Editor: Maryati
  • [GELORA45] Menteri BUMN di Ch... 'Chan CT' sa...@netvigator.com [GELORA45]

Kirim email ke