Tiongkok Balas Proposal Daftar Produk Impor Tiongkok 
        2018-04-05 09:50:40  CRI 
      Pada 3 April 2018 waktu setempat, Kantor Perwakilan Dagang Amerika 
Serikat ((AS) atau USTR mengumumkan "proposed list" atau daftar produk impor 
Tiongkok yang menjadi subjek tarif bea masuk berdasarkan Bagian 301 
Investigasi. Sebanyak 1.300 macam produk dengan nilainya sebesar 50 miliar 
dolar Amerika yang diekspor Tiongkok ke AS akan dikenakan bea masuk ekstra 
sampai 25 persen. Sektor-sektor yang menjadi sasaran pengenaan bea masuk 
terutama berfokus pada teknologi informasi dan telekomunikasi, penerbangan dan 
antariksa, robot, farmasi dan permesinan.

      Seoran sarjana Tiongkok dari Pusat Pertukaran Ekonomi Internasional, 
Zhang Monan berpendapat bahwa hingga saat ini, daftar produk pengenaan bea 
masuk tinggi yang diumumkan oleh AS dan Tiongkok masing-masing bernilai 50 
miliar dolar Amerika, namun akan menimbulkan "chain reaction" yang tidak boleh 
diremehkan jika dilihat dari sudut rantai industri global.

      Apabila pergesekan kedua pihak terus meningkat, maka tidak dikesampingkan 
kemungkinan terjadinya bentrokan perdagangan global pada masa mendatang. Zhang 
Monan berpendapat, untuk menghindari kerugian yang lebih serius, kedua pihak 
lebih baik melakukan perundingan atau menyelesaikan pergesekan dalam kerangka 
multilateral.

      Direktur Pusat Moneter dan Ekonomi Internasional di bawah Kementerian 
Keuangan Tiongkok, Zhou Qiangwu menyatakan, ekonomi Tiongkok dan AS saling 
bergantung pada tingkat tinggi, maka antara kedua negara tetap tersedia ruang 
perundingan.

      Ia mengatakan, dewasa ini daftar produk impor Tiongkok yang diumumkan 
USTR berdasarkan Bagian 301 Investigasi masih dalam waktu "tariff notice" 
sebelum diberlakukan. Sedangkan keputusan Tiongkok untuk mengenakan bea masuk 
sebesar 25 persen terhadap produk AS juga belum dilaksanakan. Ini telah 
menyediakan waktu dan ruang bagi perundingan antara kedua pihak. Apalagi jalur 
komunikasi antara kedua negara tak pernah terputus. Yang patut ditekankan ialah 
konsultasi harus dilakukan secara sama derajat dan di atas dasar saling 
menghormati.
     

Kirim email ke