Hanya dalam tempo satu bulan, Jokowi langsung ikut dan 
 menerjemahkannya sebagai problem stunting. Suara Rakyat 

 yang bertahun-tahun mengkritisi kualitas pendidikan serta 

 indeks pembangunan manusia (IPM) dianggap angin sepoi.
  
 Presiden Jokowi: Penurunan Stunting Kunci Investasi SDM 
http://kabar24.bisnis.com/read/20180405/15/780703/presiden-jokowi-penurunan-stunting-kunci-investasi-sdm
 

 

 -
 


 
 Bank Dunia Ajak Indonesia Investasi SDM
 

  
 Kamis 01 March 2018 13:22 WIB
 Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Nidia Zuraya
  
 REPUBLIKA.CO.ID, KUTA -- Bank Dunia (World Bank) bekerja sama dengan 
Kementerian Keuangan RI menggelar Seminar Internasional Sumber Daya Manusia 
(SDM) sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi di Anvaya Beach Resort, Kuta, Bali. 
Acara ini digelar dalam rangka menuju Sidang Tahunan Dana Moneter Internasional 
(IMF) - Bank Dunia yang berlangsung Oktober 2018.
  
 Chief Economist Human Development Practice di World Bank Group, Roberta Gatti 
mengajak Indonesia dan negara-negara lainnya di dunia untuk berinvestasi 
pengembangan SDM. Pengembangan SDM merupakan proyek utama Bank Dunia yang 
didasarkan pada cara pemahaman berinvestasi SDM untuk mencapai hasil akhir yang 
bagus.
  
 "Ini juga bisa memperbaiki dari sisi finansial. Kemitraannya dengan institusi 
internasional. Pembangunan SDM bukan sekadar hal yang harus dilakukan, tapi hal 
yang cerdas dilakukan," ujar Gatti, Kamis (1/3).
  
 Sejumlah riset Bank Dunia menunjukkan pengembalian investasi SDM di masa depan 
jauh lebih besar dari investasi awal yang dikeluarkan sebuah negara. Sekitar 
1970-an Bank Dunia mengikutsertakan sekelompok anak di North Carolina, Amerika 
Serikat.
  
 Anak dan keluarga anak tersebut diberi bantuan dengan dilibatkan ke dalam 
program-program yang berkombinasi dengan pekerjaan sosial. Anak-anak yang 
mengikuti program ini 40 tahun kemudian bukan hanya berpenghasilan tinggi, 
namun juga tidak pernah masuk penjara, tidak hamil pada usia muda, bahkan 
memberi manfaat ekonomi 20 persen per tahun bagi wilayahnya.
  
 "Bank mana pun tidak akan ada yang memberi Anda bunga 20 persen per tahun," 
katanya.
 


 Proyek Bank Dunia lainnya terkait pengembangan SDM diadakan di tiga ribu desa 
di 50 wilayah di Indonesia. Bentuknya adalah investasi bidang pendidikan dasar, 
pendidikan anak usia dini, dan pelatihan guru.
  
 Lebih dari 634 ribu anak di Indonesia mendapatkan akses pendidikan usia dini. 
Gatti mengatakan ketika evaluasi selesai dilakukan, anak-anak yang mengikuti 
program ini lebih cepat dewasa, pengetahuan kosakatanya lebih luas, 
perkembangan kognitifnya lebih bagus dibanding anak-anak yang tidak mengikuti 
program.
  
 Pada era 1970-an, lebih dari 61 ribu sekolah dasar dibangun di Indonesia. 
Empat puluh tahun kemudian, pemasukan dan pendapatan anak-anak yang bersekolah 
pada masa itu sembilan kali lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan 
pemerintah untuk membangun sekolah dan menggaji gurunya.
  
 Hampir separuh kenaikan pendapatan negara di Amerika Serikat, Malawi, dan 
Turki karena kualitas SDMnya, bukan karena sumber daya alam negaranya. Sebanyak 
dua per tiga penduduk negara berpendapatan tinggi pasti berketerampilan tinggi. 
Ini yang membuat negara-negara perlu berinvestasi pada SDM.
  
 Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan SDM merupakan faktor 
penting pendorong pertumbuhan ekonomi, mengentaskan kemiskinan, dan mengurangi 
kesenjangan sosial. SDM berkualitas dilihat dari berbegai aspek, seperti 
pendidikan, kesehatan, dan kesetaraan gender.
  
 "Pemerintah perlu menempatkan investasi di bidang SDM sebagai salah satu 
program prioritas, salah satunya melalui skema perlindungan sosial yang 
komprehensif," ujarnya.
  
 Investasi pada SDM, kata Sri Mulyani merupakan isu global yang melibatkan 
berbagai pihak dalam sebuah kemitraan. Pihak-pihak tersebut adalah bank 
pembangunan multilateral, institusi keuangan internasional, pemerintah negara, 
filantropis, lembaga swadaya masyarakat, dan swasta.

 

Kirim email ke