Kali ini setuju Hendro, memang itu yang diinginkan masyarakat: sembuh!

BENAR, yang dikehendaki masyarakat: SEMBUH! Pengobatan barat selama ini jelas 
lebih banyak menguntungkan pengusaha OBAT saja, kenyataan TIDAK MENYEMBUHKAN 
penyakit! Coba saja perhatikan orang yang kena darah-tinggi, jadi seumur hidup 
harus nelenin obat turunkan tekanan-darah! Belasan tahun bahkan puluhan tahun 
nenelin obat itu juga TIDAK SEMBUH! Bahkan sebaliknya tidak sedikit berakhir 
dengan kena stroke dan mati juga! Begitu juga yang kena gula-tinggi, 
kolestrol-tinggi, prostat, ... pasien harus nelenin obat bahkan tidak bisa 
lepas dari obat kalau hendak dikatakan masih sehat. Orang jadi HIDUP tergantung 
dari obat dan itu secara tidak langsung hanya memperkaya pengusaha obat saja!

Masalah pengobatan alternatif tentu saja perlu dan HARUS dikembangkan 
sebaik-baiknya! Yang jadi masalah, jangan sampai terjadi ditunggangi sementara 
dr. nakal utk kepentingan pribadinya saja, dan pasien-pasiennya hanya dijadikan 
kelinci percobaan secara tidak bertanggungjawab! Oleh karena itu TETAP 
dibutuhkan pengontrolah KETAT, ... ada badan atau dewa kedokteran yang 
mengawasi dan memberikan KEPUTUSAN berwenang. TIDAK bisa dibiarkan dan MASA 
BODOH urusan akademis!

Kasus dr. Terawan perlou didiskusikan secara ilmiah, meneliti lebih lanjut 
sampai dimana KEBENARAN terapi cuci-otak yg telah dilakukan cukup lama dan 
buaaanyak pasien! Ada dan mungkin banyak yang berhasil, termasuk Dahlan Iskan 
saat menjabat Menteri BUMN, dan kenyataan juga ada yang GAGAL, pasien menjadi 
LUMPUH, menjadi manusia-tumbuhtumbuhan sampai sekarang! Semua data itu tentunya 
sangat BERHARGA untuk diteliti lebih lanjut secara akademis, untuk membuat 
keputusan terapi cuci-otak itu bisa atau tidak dilanjutkan atau lebih dahulu 
harus disempurnakan untuk menhendirasi kegagalan yang terjadi!

Salam,
ChanCT


From: ajeg ajegil...@yahoo.com [GELORA45] 
Sent: Tuesday, April 10, 2018 12:31 AM
To: GELORA45@yahoogroups.com 
Subject: Masa bodoh urusan akademik, kita ingin sembuh Re: [GELORA45] IDI pecat 
dr. Terawan Agus

  

‘Masa bodoh urusan akademik, kita ingin sembuh’ 


"Kami akan kumpul untuk bergerak membela dia kalau sampai dia 

dicabut izin praktiknya." 

(Hendropriyono)




Kali ini setuju Hendro, memang itu yang diinginkan masyarakat: sembuh.


Karena dunia kedokteran (dan farmasi) kapitalis sering lebih mengutamakan 

dalih dan persyaratan, terutama 'mampu bayar', dibanding menyembuhkan 

maka banyak orang yang pilih ke penyembuhan alternatif.. Jadi, kalau betul 

dr. Terawan dipecat, sebaiknya gerakan Hendro cs adalah bersedia memfasilitasi 

beliau dr Terawan dkk untuk berpraktek pengobatan alternatif bagi Rakyat. 



Sudah saatnya Indonesia bangkit kembali sebagai gerakan penentang  

kolonialisme-imperialisme, termasuk kapitalisme di bidang kedokteran 

dan farmasi. 



Bangkit, to build the world a new (Soekarno). 


On Tuesday, April 3, 2018 8:54 PM ajeg wrote:

Begini Metode Cuci Otak Dokter Terawan


Metode ini sebenarnya merupakan metode radiologi intervensi 

dengan memodifikasi DSA (Digital Substraction Angiogram). 

Tekniknya dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam 

pembuluh darah melalui pangkal paha.




Pemecatan Dokter Terawan, Para Politikus Bereaksi

SELASA, 03 APR 2018 16:25 
EDITOR : NURUL ADRIYANA SALBIAH

JawaPos.com – Dunia medis dihebohkan oleh pemecatan yang dialami Dr.. dr. 
Terawan Agus Putranto, Sp. Rads, dokter militer sekaligus Direktur Rumah Sakit 
Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Metodenya berupa ‘cuci otak’ pasien 
stroke sudah dikenal dunia sebagai terobosan. Namun metode tersebut dinilai 
kontroversial.

Alhasil, warganet yang merasa pasien dan pernah berobat kepada dokter Terawan 
pun ikut berkomentar di media sosial. Tak hanya warga biasa, bahkan sejumlah 
pejabat ikut berkomentar dan pernah merasakan manfaat pengobatan tersebut.

Salah satunya politikus senior Partai Golkar Aburizal Bakrie atau akrab disapa 
Ical. Ical juga menjelaskan tak hanya dirinya, tetapi temannya yang lain yang 
juga negarawan seperti Tri Sutrisno juga merasakan manfaat yang sama..

“Saya sendiri termasuk yang merasakan manfaatnya, juga Pak Tri Sutrisno, SBY, 
AM Hendropriyono, dan banyak tokoh/pejabat, juga masyarakat luas.. Mudah 
menemukan testimoni orang yang tertolong oleh dr Terawan. #SaveDokterTerawan,” 
tulis Ical di akun Twitter-nya, Selasa (3/4).

Selain Ical, ada juga politisi Partai Golkar lainnya yang merupakan putra Agung 
Laksono, Dave Laksono. “Dr. Terawan telah berhasil menyelamatkan ribuan nyawa 
manusia, termasuk sejumlah keluarga saya. Kenapa IDI hanya memberi sanksi tanpa 
solusi! #SaveDokterTerawan,” ujar Dave.

Tokoh lainnya, Mahfud MD juga menyatakan komentarnya terkait pemecatan dokter 
Terawan. Menurut Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, metoda pengobatan 
dokter Terawan sudah memberi manfaat bagi orang banyak. Dia berharap kasus ini 
selesai dengan baik.

“Saya bukan dokter. Mungkin saja pemecatan dokter Terawan oleh IDI benar. 
Tetapi saya dan isteri pernah berobat kepada dr. Terawan dan hasilnya terasa 
baik. Mudah-mudahan semua berakhir baik,” tutup Mahfud.

(ika/JPC) 

Kirim email ke