Insiden selebaran deklarasi kemerdekaan Papua Barat, aktivis KNPB ditangkap 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43639084 4 April 2018

 Bagikan artikel ini dengan Facebook 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43639084#  Bagikan artikel ini dengan 
Twitter http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43639084#  Bagikan artikel ini 
dengan Messenger http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43639084#  Bagikan 
artikel ini dengan Email 
mailto:?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=http%3A%2F%2Fwww.bbc.com%2Findonesia%2Findonesia-43639084
  Kirim http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43639084#share-tools




 
 Hak atas fotoKNPBImage captionBeberapa orang yang ditangkap kemudian dibawa ke 
Polres Jayapura. Polres Jayapura, Papua, mengatakan pihaknya menahan delapan 
orang terkait dengan selebaran "Panitia Persiapan Kemerdekaan West Papua" yang 
rencananya akan dilakukan Kamis besok (05/04).
 Namun kelompok yang mendukung pemisahan diri Papua dari wilayah Indonesia itu 
menolak dikaitkan dengan rencana deklarasi dan mengklaim jumlah orang yang 
diamankan polisi jauh lebih banyak dibanding versi kepolisian.
 Bermula dari peredaran selebaran di Jayapura tentang rencana deklarasi panitia 
persiapan kemerdekaan Republik Papua Barat, jajaran kepolisian Jayapura 
menyisir asrama Universitas Cendrawasih, lokasi dimana sekretariat Komite 
Nasional Papua Barat (KNPB) berada pada Rabu (04/04) pagi. Pasalnya, selebaran 
tersebut diatasnamakan kelompok yang mendukung aspirasi Papua memisahkan diri 
dari Indonesia.
 Ketua Umum KNPB Victor Yeimo mengungkapkan imbas dari penangkapan yang 
disertai perusakan itu, 44 orang mahasiswa dan anggota KNPB diamankan di Polres 
Jayapura.
 "Polisi dengan gabungan begitu masuk langsung melakukan penangkapan dan 
pengrusakan di kantor Komite Nasional Papua Barat. Sekjen kami, Ones Suhuniap 
ditangkap bersama dengan beberapa anggota," ujar Victor kepada BBC Indonesia, 
Rabu (04/04).
 Doa bersama aspirasi kemerdekaan Papua dibayangi penembakan di tempat terpisah 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42192748 Pembebasan 1.300 warga di 
Timika, Papua, hadapi 'jalan buntu' 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41927337 Klaim bahwa petisi referendum 
Papua ‘sudah diserahkan kepada PBB di New York’ dibantah 
http://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41415732 "Lalu mahasiswa yang lain juga 
ikut ditangkap di situ. Jadi ada sekitar 44 orang yang ditangkap," ujarnya 
kemudian.
 Kapolres Jayapura AKBP Gustav Urbinas membenarkan penangkapan tersebut dengan 
total orang diamankan sejumlah 45 orang. Namun dari jumlah tersebut, hanya 
delapan orang yang diamankan dari sekretariat KNPB, sementara sisanya ditangkap 
lantaran dugaan tindak pidana pencurian motor (curanmor).
 Kebetulan penangkapan berada di lokasi yang sama, di rusunawa Universitas 
Cendrawasih.
 "Agendanya berbeda, pertama kami menghimbau kegiatan persiapan deklarasi 
karena tidak ada pemberitahuan dan izin dari kepolisian, kemudian kita juga 
melakukan kegiatan terpisah untuk pengembangan kasus curanmor yang cukup 
banyak," jelas Gustav.
Hak atas fotoKNPBImage captionAparat berjaga di depan rusunawa Universitas 
Cendrawasih saat penyisiran. 'Pengrusakan'
 Gustav menjelaskan ketika aparat keamanan melakukan penyisiran tindak pidana 
curanmor, pihaknya mendapati lima orang di salah satu unit rusun yang 
menurutnya, hendak menghadiri deklarasi persiapan kemerdekaan.
 "Kami temukan menemukan mereka di salah satu unit yang menjadi sekretariat 
KNPB, hingga kita melakukan penyitaaan berupa bendera bintang kejora, 
atribut-atribut lain dan kita membawa tiga orang itu beserta tiga orang yang 
berada di sekretariat," jelas Gustav.
 Menurut Victor, selain melakukan penangkapan, aparat juga melakukan 
pengrusakan. Akibatnya, pintu sekretariat KNPB hancur, barang-barang rusak dan 
beberapa komputer dibawa ke kantor polisi.
 "Lalu kamar diobrak-abrik," jelas Victor.
Hak atas fotoKNPBImage captionPintu di sekretariat KNPB yang dilaporkan dirusak 
aparat. Ketua Umum KNPB Victor Yeimo menolak kelompoknya dikaitkan dengan 
selebaran yang mengatasnamakan KNPB yang beredar di Jayapura tentang adanya 
deklarasi "Panitia Persiapan Kemerdekaan West Papua" yang disebutkan akan 
digelar Kamis (05/04) di Kamowker Perumnas 3 Waena, Kota Jayapura, dalam 
beberapa hari terakhir.
 "Kami tidak bertanggung jawab terhadap surat edaran itu, tapi polisi tidak 
tahu alasan apa langsung menangkap dan merusak hari ini," jelas Victor.
 KNPB yang dituding sebagai pihak di balik pembentukan panitia deklarasi itu 
lalu menggelar jumpa pers yang intinya membantah organisasi itu dikaitkan dalam 
deklarasi tersebut.
Hak atas fotoKNPBImage captionSelebaran yang disebut menjadi penyebab 
penangkapan 44 anggota KNPB dan mahasiswa Universitas Cendrawasih. Bantahan itu 
disampaikan Sekretaris KNPB, Ones Suhuniap secara langsung.
 "Imbauan atau selebaran yang tersebar di media sosial dan masyarakat itu bukan 
resmi dari KNPB pusat" kata Ones kepada sejumlah wartawan.
 Ones menyatakan organisasinya belum membentuk persiapan panitia deklarasi. Ia 
pula menyebutkan kelompok yang menamakan diri panitia persiapan negara Republik 
Papua Barat bukan bagian dari organisasi yang ia pimpin.
 Maka dari itu, ia menegaskan bahwa KNPB tidak bertanggung jawab apabila ada 
korban dalam kegiatan tersebut.
 "Kami sampaikan kepada rakyat Papua bahwa surat atau himbauan tentang 
deklarasi tersebut bukan dikeluarkan oleh KNPB," ujarnya.

 

 

 

Kirim email ke