Organisasi Papua Merdeka Ultimatum Perang Panglima TNI, Ini Isinya


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Organisasi Papua Merdeka Ultimatum Perang Panglima TNI, Ini Isinya

Ada tujuh ultimatum perang dikeluarkan TPNPB
 |

 |

 |



By M Ardiansyah Last updated Apr 10, 2018

JAKARTA—Gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka atau OPM, merilis ultimatum 
perang yang ditujukan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Ultimatum perang tersebut dibacakan oleh G.Lekkagak Telenggen
Usai dilantik sebagai Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNPB, di Markas 
Kimagi, Distrik Yambi, Puncakjaya, Papua, pada (2/2/2018) lalu.

Ultimatum tersebut diunggah TPNPB di akun YouTube resminya. Terlihat ultimatum 
dibacakan secara resmi dengan latar belakang bendera Bintang Kejora dan dikawal 
puluhan anggota OPM bersenjata laras panjang.

Ada tujuh ultimatum perang dikeluarkan TPNPB di Markas Kimagi itu, berikut di 
antaranya:

Mulai pada bulan pertama tahun 2018 ini, segera mobilisasi umum seluruh 
prajurit TPNPB pada 29 KODAP se-tanah Papua, untuk melakukan revolusi tahapan 
melawan penjajah demi menuntut hak kemerdekaan bangsa Papua Barat.

Seluruh perusahaan asing di atas tanah Papua harus ditutup secara paksa 
terutama dan lebih khusus, PT. Freeport Indonesia di Tembagapura Papua dan 
Kilang Minyak, Gas Bumi di Kalamono-Sele, Sorong dan LNG BP di Babo Bintuni 
Papua Barat.

Demi terwujudnya kemerdekaan bangsa Papua, segala perbedaan ideologi perjuangan 
bersatu dalam pelaksanaan revolusi secara bersama, mulai berlaku sejak 
ultimatum perang ini diumumkan.

Pemerintah Republik Indonesia segera menyetujui pelaksanaan pemilihan bebas hak 
penentuan nasib sendiri rakyat bangsa Papua Barat.

Selama Indonesia menduduki tanah air kami, perlawanan perang terus sampai 
kemerdekaan bangsa Papua menjadi nyata.

Apabila menyebabkan akibat dari ultimatum ini, setiap prajurit TPNPB dan musuh 
TNI dan POLRI wajib tunduk pada pedoman ketentuan atau aturan perang Komando 
Nasional TPNPB yang telah ditentukan.

Perang demi perjuangan kemerdekaan bangsa Papua mulai berlaku secara resmi pada 
hari ini, maka segenap rakyat bangsa Papua memohon dukungan doa restu.

“Perang jangan berhenti, perang harus tanpa intervensi internasional di Papua. 
Ultimatum perang, saya sudah umumkan. Jadi, perang harus dilakukan di mana 
saya, di Papua. Ketentuan, aturan perang kita sudah keluarkan itu. Panglima 
TNI, Polda harus tunduk pada aturan itu, TPN di seluruh Papua, perang harus 
berdasarkan aturan ini. Tujuan, kami ingin perang lawan TNI, Polri sudah 
tecantum dalam aturan TPN,” kata Lekkagak.

Berikut, rekaman ultimatum OPM tersebut. []
https://youtu.be/Phwx-vxTiFw





Kirim email ke