"Dalam amar putusannya, hakim tunggalEffendi Mukhtar menyebutkan 
bahwa kasus tersebut dapat ditangani oleh penegakhukum lain yakni 
kepolisian dan kejaksaan."
PNJaksel: Penegak Hukum Lain Bisa Tangani Kasus CenturyRabu,11 April 2018 7:28 
WIB LaporanWartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 
HakimPengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan untuk mengabulkan 
permohonanpraperadilan yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) 
terkaitkasus skandal Bank Century terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 
Dalam amar putusannya, hakim tunggalEffendi Mukhtar menyebutkan bahwa kasus 
tersebut dapat ditangani oleh penegakhukum lain yakni kepolisian dan kejaksaan. 
"Atau melimpahkannya kepadakepolisian dan atau kejaksaan untuk dilanjutkan 
dengan penyelidikan, penyidikandan penuntutan dalam proses persidangan di 
Pengadilan Tipikor JakartaPusat," bunyi petikan putusan Hakim Effendi Mukhtar. 
Juru Bicara PN Jaksel, Achmad Guntur,menegaskan mengenai putusan dari hakim 
Effendi Mukhtar tersebut. Menurutnya,berdasarkan amar putusan tersebut, 
kepolisian dan kejaksaan bisa mengambil alihkasus tersebut. "Iya bisa 
melangkah. Di amarputusannya kaya gitu," ujar Achmad Guntur kepada wartawan di 
PNJaksel, Selasa (10/4/2018). Achmad Guntur mengungkapkan putusan 
tersebutdikembalikan lebih dulu kepada KPK selaku termohon dalam praperadilan 
ini. "Dikembalikan lagi. Penegak hukumnyadiliat bisa dilaksanakan apa gak. 
Tentu kan punya ukuran bukti-bukti merekakarena kan setelah pelaksanaan hasil 
kerjanya akan diuji juga di dalammelimpahkan perkara tersebut," jelas Achmad 
Guntur. Seperti diketahui, selain memerintahkanmelakukan penyidikan lanjutan 
atas kasus skandal Bank Century, hakim EffendiMukhtar juga meminta KPK 
menetapkan tersangka baru, diantaranya mantan WakilPresiden Boediono yang saat 
itu berstatus sebagai Gubernur Bank Indonesia. "Memerintahkan termohon 
untukmelakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan 
peraturanperundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank 
Centurydalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap 
Boediono,Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk (sebagaimana tertuang dalam surat 
dakwaanatas nama terdakwa Budi Mulya) atau melimpahkannnya kepada kepolisian 
dan ataukejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan dan 
penuntutandalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat," ujar 
hakimEffendi Mukhtar dalam putusannya.  Penulis:Fahdi Fahlevi Editor:Malvyandie 
Haryadi 

  On Tuesday, April 10, 2018 7:46 PM ajeg wrote:
    HakimPerintahkan KPK Tetapkan Boediono Tersangka April10, 2018 18:25 
Jakarta, Aktual.com – KomisiPemberantasan Korupsi (KPK) diperintahkan agar 
melakukan penyidikan lanjutanatas kasus skandal Bank Century. KPK juga 
diperintahkan agar segera menetapkantersangka baru, yakni sejumlah nama bekas 
pejabat Bank Indonesia (BI), termasukmantan Gubernur BI Boediono. 
“Memerintahkan termohon untuk melakukanproses hukum selanjutnya sesuai dengan 
ketentuan hukum dan peraturanperundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak 
pidana korupsi Bank Centurydalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan 
tersangka terhadap Boediono,Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk (sebagaimana 
tertuang dalam surat dakwaanatas nama terdakwa Budi Mulya) atau melimpahkannnya 
kepada kepolisian dan ataukejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, 
penyidikan dan penuntutandalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta 
Pusat,” kata hakimEffendi Mukhtar dalam putusan praperadilan sebagaimana 
diterangkan pejabatHumas PN Jaksel, Achmad Guntur di kantornya, Selasa (10/4). 
Diketahui bekas Deputi Gubernur BankIndonesia Budi Mulya didakwa bersama-sama 
sejumlah orang, yakni Boediono selakuGubernur BI, Miranda Swaray Goeltom 
(Deputi Gubernur Senior BI), Siti ChalimahFadjrijah (DG Pengawasan Bank Umum 
dan Bank Syariah), Alm Budi Rochadi (DGSistem Pembayaran, Pengedaran Uang, BPR 
dan Perkreditan) dan Robert Tantularserta Hermanus Hasan Muslim dalam pemberian 
FPJP ke Bank Century. Terkait dengan penetapan Bank Centurysebagai bank gagal 
berdampak sistemik, Budi Mulya didakwa bersama-sama MuliamanHarmansyah Hadad 
selaku Deputi Gubernur Bidang 5 Kebijakan Perbankan/StabilitasSistem Keuangan, 
Hariadi Agus Sarwono (DG Bidang Kebijakan Moneter) danArdhayadi Mitroatmodjo 
(DG Bidang Logistik, Keuangan, Penyelesaian Aset,Sekretariat dan KBI) serta 
Raden Padede selaku Sekretaris Komite StabilitasSistem Keuangan (KSSK).
 
   

Kirim email ke