A*da dua versi tentang nama Papua, yaitu dikataka berasal nama burung
pua-pua yang hanya terdapat di Papua. Verssi kedua berasal dari salah satu
bahasa daerah di Maluku Papa Ua yang artinya ”tanah tidak mempunyai bapak”.
Demikian keterangan E. Bonai, gubernur RI pertama untuk Papua yang
dinobatkan oleh presiden Soekarno. Irian Barat berasak dari bahasa Biak dan
dipakai presiden Soekarno. Sedangkan Irian Jaya dipakai waktu Soeharto naik
panggung kekuasaan.*

*Kalau Papaua dikaitkan dengan agama dan perjalanan Ibn Batutata, maka
jelas samoai dimana usaha pemutarbalikan sejarah dilakukan di bawah
kekuasaan rezim neo-Mojopahit.*



https://infodunia07.blogspot.se/2014/07/asal-muasal-nama-papua-dan-irian-jaya.html
Asal Muasal Nama Papua dan Irian Jaya
<https://infodunia07.blogspot.se/2014/07/asal-muasal-nama-papua-dan-irian-jaya.html>


Tak banyak orang tahu, bahwa kata ‘Papua’ tidak disukai oleh penduduk asli
bumi Cendrawasih tersebut. Mereka lebih suka menyebut negeri mereka dengan
nama Nuu Waar.

Nuu Waar adalah dua kata bahasa Irarutu di kerajaan Nama Tota Kaimana,
yakni Nuu Eva. Nuu bermakna sinar, pancaran atau cahaya. Sementara Waar
dari kata Eva, yang makna pertama adalah ‘mengaku’ atau diterjemahan dengan
makna lebih dalam yang artinya ‘menyimpan rahasia’. Dari bahasa Onim
(Patipi) Nuu juga adalah cahaya. Waar artinya perut besar yang keluar dari
perut Ibu. Maka nama Nuu Waar artinya negeri yang mengaku menyimpan atau
memikul rahasia.

Nama Nuu Waar nama yang berkembang dengan siar islam sejak kehadiraan
Samudera Pasai, Raden Fatah pada abad 13 M, Aru Palaka sampai Sultan Tidore
pada abad 15 M dengan wilayah Kesultanan dan kekuasaan melalui perdagangan
sampai ke Nuu Waar.

Pergantikan nama Nuu Waar menjadi Papua dan Irian terjadi sejak 1214
masehi. Kata Papua’ itu sendiri diambil dari beberapa bahasa daerah di Nuu
Waar, yang maknanya hitam, keriting, bodoh, jahiliah, jahat, perampok,
pemeras, pemerkosa, bahkan lebih sadis dimaknai sebagai suka makan orang.

Makna negatif itulah yang membuat suku asli tidak suka pada kata ‘Papua’.
Namun oleh bangsa Portugis kata it uterus dikembangkan, sehingga membentuk
opini. Upaya tersebut juga bagian dari politik memecah belah warga
setempat. Setelah bangsa Portugis tidak lagi menjajah, nama Papua terus
dipopulerkan oleh Belanda.

Selain ‘Papua’, kata ‘Irian’ juga tidak begitu disukai penduduk setempat.
Kenapa? Kata ‘Irian’ berasal dari beberapa bahasa daerah di Nuu Waar. Kata
Mariiyen dari bahasa Biak artinya bumi yang panas, bahasa Onim (Patipi)
dari Tiri Abuan arti ‘Irian’ adalah daratan besar. Kata ‘Irian’ juga
berasal dari bahasa Arab: ‘Urryan’.

Lho kenapa Arab bisa masuk ke Irian? Bahwa sesungguhnya Islam lebih dulu
masuk ke Nuu Waar. Agama Islam sudah masuk sejak 1214 M dan dibawa oleh
Syaikh Iskandar Syah dari Kerajaan Samudera Pasai. Lalu dilanjutkan oleh
Raden Fatah pada 1400 M; Aru Pataka dari Bone (1611) dan Sultan Tidore
(1816). Barulah pada Februari 1885, Kristen Protestan masuk dan pada16
Maret 1930 masuk Kristen Katholik.

Ketika ulama besar sekaligus pujangga Islam Ibnu Batuta melakukan expedisi
keliling dunia dan mendarat di Nuu Waar pada 1517 M, penduduk setempat
masih berkoteka. Dari situ keluar nama ‘Urryan’ untuk penduduk di Nuu Waar,
yang berarti ‘Negeri orang telanjang’. Namun, sejak masa penjajahan Belanda
sampai kemerdekaan, kata ‘Urryan’ (baca: Irian) dipergunakan daripada Nuu
Waar. Bahkan ketika Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) menjadi Presiden, Irian
menjadi Papua yang artinya mengembalikan lagi makna negatif yang tidak
disukai oleh penduduk setempat.


https://www.youtube.com/watch?v=RkJiefu_WHs

Kirim email ke