Home Nasional Berita Politik

Prabowo Turun Gelanggang Pilpres dan Tipisnya Peluang Gatot
DZA, CNN Indonesia | Kamis, 12/04/2018 08:22 WIBBagikan :     Mantan Panglima 
TNI Gatot Nurmantyo, di Jakarta, 2017. Ia disebut berpeluang kecil untuk 
mendampingi Prabowo Subianto sebagai Cawapres pada Pemilu 2019. 
(REUTERS/Beawiharta)Jakarta, CNN Indonesia -- Prabowo Subianto sudah menyatakan 
kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2019 pada Rakernas 
Partai Gerindra, di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Rabu (11/4).

Deklarasi tinggal menunggu partai politik lain yang turut bersedia mengusung 
Gatot. Meski belum ada yang secara resmi ikut mendukung Prabowo, namun dalam 
Rakornas dua partai hadir yakni Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat 
Nasional.


| 
Lihat juga:
 Prabowo Resmi Terima Mandat Gerindra Jadi Capres 2019 |


Prabowo hampir pasti akan kembali bertarung dengan Joko Widodo yang sudah 
mengantongi dukungan dari lima partai yang punya kursi di parlemen: PDI 
Perjuangan, NasDem, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Hanura.


Pencapresan Prabowo ini juga dinilai mengecilkan peluang calon lain untuk maju 
di Pilpres. Salah satunya nama Gatot Nurmantyo yang santer disebut akan maju. 
Gatot sudah didukung dua kelompok relawan yakni Gatot Nurmantyo untuk Rakyat 
(GNR) dan Relawan Selendang Putih Nusantara (RSPN).


| Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, di Jakarta Selatan 10 Februari 2018.. 
(CNN Indonesia/Hesti Rika) |



Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menyatakan 
peluang Gatot untuk maju di Pilpres 2019 menipis. Pasalnya ia tak punya 
kendaraan politik. 


| 
Lihat juga:
 PKS Siap Koalisi dengan Gerindra Asal Dapat Kursi Cawapres |

Emrus mengatakan, satu-satunya peluang Gatot adalah mendekati partai yang belum 
menyatakan dukungannya yakni Partai Demokrat. Namun partai besutan Susilo 
Bambang Yudhoyono ini dikabarkan makin mesra dengan Jokowi.

"Yang belum menyatakan dan mengatakan calonnya adalah Partai Demokrat. Bapak 
Nurmantyo bisa dilamar atau di posisi wakil presiden atau tidak sama sekali," 
ujar Emrus saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (11/4). 

Senada, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampouw mengatakan 
bahwa peluang yang dimiliki Gatot Nurmantyo untuk menjadi capres kecil karena 
belum memiliki kendaraan politik.

| 
Lihat juga:
 Minimnya Alternatif Capres di Gerakan #2019GantiPresiden |


"Jadi harus cari partai, berbeda dengan Prabowo punyai partai dan sejak lama 
dan didukung untuk menjadi calon presiden. Apabila sebetulnya Gatot terus maju 
jadi semacam poros ketiga", ujar Jeirry. 

Lalu, bagaimana dengan peluang menjadi calon wakil presiden? Emrus dan Jerry 
menilai bahwa peluang Gatot juga sangat kecil. Terutama, untuk menjadi 
pendamping Prabowo. Sebab, ada kesamaan latar belakang militer.

"Saya kira ini sangat sulit. Karena dua-duanya memiliki latar belakang sebagai 
tentara. Artinya saya pikir Prabowo akan mengambil pasangan dari sektor yang 
lain", ujar Jerry. 

Menurut Emrus, kesamaan latar belakang itu akan menjadi bahan kampanye bagi 
lawan untuk memojokkan pasangan Prabowo-Gatot.

"Kalau mereka dipasangkan dalam konteks kampanye nanti bisa saja yang akan 
diresahkan oleh publik adalah latar belakang militernya. Bukan karena trauma 
[karena militer], tetapi nanti lawan politiknya akan 'digoreng'," kata Emrus.


| 
Lihat juga:
 Prabowo Punya Opsi Tunjuk Gatot atau Anies di Pilpres 2019 |

Emrus dan Jerry sepakat bahwa pasangan yang pantas untuk Prabowo untuk maju 
Pilpres 2019 lebih baik dari kalangan sipil.

"Dalam posisi seperti ini, posisi Anies Baswedan juga kuat untuk menjadi 
pasangan Prabowo karena dia berasal dari kalangan sipil. Saya melihat peluang 
itu lebih besar ketimbang dengan Gatot Nurmantyo. Prabowo akan lebih strategi 
kalau mengambil dari kalangan sipil", kata Jerry. (arh/sur)

Kirim email ke