Luhut soal Perang Dagang: RI Sebagai Mediator Konflik Tiongkok-AS
JUMAT, 13 APR 2018 05:50 | EDITOR : SAUGI RIYANDI
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (Dok. JawaPos.com)


Berita Terkait
  a.. Menko Luhut Putuskan Bandara Bali Utara Dibangun di Darat
   
  b.. Bertemu Ketua OJK, Luhut Bahas Dana Global Biayai Infrastruktur
   
  c.. Menko Luhut: Airlangga Paling Ngerti Urus Garam IndustriJawaPos.com - 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman melakukan kunjungan ke Beijing, 
Tiongkok, sebagai Utusan Khusus Presiden RI untuk RRT guna membahas kemitraan 
strategis Indonesia-RRT. Di sela-sela kunjungan tersebut, Luhut menyampaikan 
sikap Indonesia di tengah panasnya isu perang dagang antar Tiongkok dengan 
Amerika Serikat.

"Indonesia terlalu besar untuk dipaksa berpihak ke salah satu kubu, bahkan di 
antara negara adikuasa," ujarnya dalam pertemuan Belt and Road Trade and 
Investment Forum melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/4).

Di hadapan 700 orang dari unsur pemerintah Tiongkok dan investor lintas negara 
yang hadir dalam acara tersebut, Luhut juga menyatakan bahwa Indonesia akan 
mengambil peran sebagai credible intermediary antara Washington-Beijing.

"Berada di tengah situasi pergeseran perimbangan kekuatan di Asia, Indonesia 
memiliki keuntungan untuk dapat berperan sebagai seorang honest broker’s dalam 
hubungan Tiongkok-AS," jelasnya.

“Kita bisa menjadi mediator kalau mereka ada konflik. Karena kita negara cukup 
besar untuk diacuhkan begitu saja, dari segi ekonomi, dari segi luas (negara), 
dari segi (jumlah) penduduk, besar sekali. Jadi kita sekarang sudah kelas 
trillion dollar country dan ini akan terus bertambah," tuturnya..

Selain itu, Luhut juga menyebut Perdana Menteri Li Keqiang tidak menuntut 
apapun kepada Indonesia. Menurutnya, fokus kedua negara ini adalah meningkatkan 
investasi dari dalam negeri.

"Beliau (perdana menteri Li) tahu Indonesia negara besar, Beliau tahu kita 
nggak minta-minta, Beliau tahu juga clear posisi kita," pungkasnya.

(hap/JPC)

Kirim email ke