GSBI: Hari Buruh Internasional, 1 Mei (May Day), Bukan Libur untuk Piknik
NASIONAL, Jumat (13/04/2018) papuabarat.kabardaerah.com – Gabungan Serikat Buruh Indonesia atau GSBI memprotes Slogan Peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2018, yang diusung Pemerintah RI yakni May Day is a Fun Day. Press Release berisi protes ini juga dikirim ke redaksi papuabarat.kabardaerah.com, Kamis (12/04).Hari Buruh sedunia atau dikenal dengan sebutan May Day, dalam catatan pengalaman peringatan hari bersejarah bagi Kaum Buruh merupakan momentum yang selalu digunakan oleh organisasi-organisasi Buruh dan berbagai organisasi rakyat lainnya di seluruh penjuru dunia untuk melakukan aksi dan kampanye, untuk menyuarakan aspirasi dan mengajukan tuntutan kepada pemerintah atas bermacam persoalan yang dihadapi oleh buruh dan rakyat. Begitu pula di Jakarta, ribuan orang selalu memadati Istana Negara pada 1 Mei, meneriakkan tuntutan agar didengar oleh pemerintah yang berkuasa.Hal ini dilakukan karena Mayday sudah seharusnya dimaknai sebagai peringatan atas perjuangan panjang yang tidak kenal lelah ataupun menyerah klas buruh.Namun demikian, sesuai tema May Day is a Fun Day, pemerintah justru merancang agenda sejumlah kegiatan yang banyak bernuansa hiburan melulu.Ketua Umum Gabungan Serikat Buruh Indonesia atau GSBI, Rudi HB Daman, menyatakan, ”Sebaiknya pemerintah menghentikan usaha-usaha untuk mengaburkan makna peringatan Mayday bagi kaum buruh dan rakyat dengan mengusung tema Mayday is a Fun Day, dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang tidak memiliki relasi kongkret atas persoalan yang dihadapi oleh buruh.Bagaimana buruh dapat gembira ketika kenaikan upahnya saja dibatasi? Bagaimana merasa gembira apabila PHK mengancam setiap saat, masih terdapat sistem kerja kontrak, outsourcing dan pemagangan? Mana mungkin buruh akan gembira jika berserikat saja masih dihalang-halangi, menggelar aksi dan pemogokan dihadapi oleh militer, bahkan dikriminalisasi? Tidak akan pernah buruh merasa gembira atau Fun jika harga-harga kebutuhan pokok terus naik dan tidak terkendali sementara PP 78 tahun 2015 tentang Pengupahan terus dipertahankan, tidak dicabut oleh pemerintah.”Sepanjang masalah upah, kepastian kerja, kebebasan berorganisasi, jaminan sosial dan menyampaikan pendapat, serta harga kebutuhan pokok rakyat tidak dapat dikendalikan, maka tidak ada syarat untuk mengatakan buruh bergembira, tegas Rudi.Awal bulan April 2018, melalui situs resminya, Kementerian Ketenagakerjaan RI, dalam rangka peringatan Mayday 2018 bahkan membuat berbagai bentuk kegiatan dengan mengusung tema, “Mayday is a Fun Day” atau Mayday adalah hari bergembira.Berbagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan antara lain Lomba Memasak Kreasi Ikan, bertempat di DMall Depok (14 April 2018); Pemeriksaan Kesehatan Gratis Pekerja/Buruh, bertempat di CFD Pakansari-Kab. Bogor (15 April 2018); Buruh Mengaji, bertempat di Masjid Raya Puri Teluk Jambe, Karawang Barat (21 April 2018); Lomba Senam Maumere Pekerja/Buruh, bertempat di GOR Kamal Muara (22 April 2018); Sepeda Santai Pekerja/Buruh, Start: Galaxi Tirtamas Club, Bekasi (22 April 2018); Khitanan Massal Bagi Anak Pekerja/Buruh, bertempat di Rumah Sunatan Pusat, Jatiasih (28 April 2018); Jalan Santai Pekerja/Buruh, di CFD Kota Tangerang (29 April 2018) dan Kompetisi Pekerja/Buruh, di Tamini Square Jakarta (29 April 2018).Bagi GSBI, agenda kegiatan Kementerian Ketenagakerjaan itu merupakan indikator usaha-usaha khususnya dari pemerintah dan pengusaha yang mencoba mengaburkan peringatan Mayday sebagai momentum perjuangan bagi gerakan buruh dan rakyat. Beberapa tahun terakhir, pemerintah sangat gencar mengkampanyekan Mayday sebagai hari libur dan sebaiknya digunakan oleh buruh untuk istirahat, berlibur bersama keluarga, dan tidak menggelar demo dan aksi-aksi massa.Pemerintah seharusnya fokus menyelesaikan banyak persoalan pokok Kaum Buruh di Indonesia, bukan meliburkan Buruh untuk bersenang-senang atau bergembira alias Fun. Dari ufuk timur, Ketua GSBI Papua Barat, Yohanes Akwan, mengungkapkan keheranannya atas sikap Kementerian itu.“Memangnya Buruh ini kurang piknik, kah? Sedangkan tidak ada komponen upah yang diukur termasuk piknik atau hiburan.”Pada peringatan Mayday 2018, GSBI akan tetap konsisten untuk melakukan aksi dan kampanye secara nasional, mengusung tuntutan-tuntutan kaum buruh dan rakyat di Indonesia, sebagai bentuk nyata bagaimana organisasi memaknai Mayday sebagai momentum perjuangan, meneladani dan memperingati semangat perjuangan tanpa kenal lelah kaum buruh hingga sampai kemenangannya (fat)
