BoedionoAnjurkan Budi Mulya Giring Opini Skandal Century
JuvenMartua SitompulKamis,12 April 2018 20:01 WIB

Anak mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia BudiMulya, Nadia Mulya melakukan 
pelaporan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (12/4).MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Mantan Wakil Presiden Boediono sempatmenawarkan terpidana korupsi Bank 
Century Budi Mulya untuk menggiring danmembangun opini kasus korupsi Bank 
Century sebagai kebijakan sehingga tidakdapat dibawa ke ranah pidana. Penawaran 
disampaikan Boediono saat menjengukBudi Mulya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) 
Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.
Nadya Mulya, putri dari Budi Mulya, menceritakan peristiwaini terjadi pada 
Selasa, 26 Januari 2016. Awalnya, Nadya yang datang ke LapasSukamiskin melihat 
Boediono tengah menjenguk ayahnya.
Pada pertemuan itu, Budi Mulya sempat meluapkankekesalannya kepada Boediono.. 
Mantan Deputi Bank Indonesia ini menyesalkansikap Boediono selaku atasannya 
tidak pernah menjelaskan detail skandal Centurykepada penyidik KPK.
"Kita berbicara hanya bertiga. Saat itu Bapak sayamengeluarkan unek-uneknya 
lebih dalam. Kamu sebagai seorang pemimpin, kenapakamu tidak mengatakan apa 
yang kamu ketahui tentang Bank Century. Itu yangBapak saya katakan kepada 
Boediono. Dan jujur saya tidak paham tujuannya untukapa," kata Nadya di Gedung 
KPK, Jakarta, Kamis, 12 April 2018.
Nadya mengaku saat itu Boediono tak banyak bicara, selainpermintaan maaf. 
Kemudian, Boediono menawarkan Budi Mulya untuk menggiring danmembangun opini 
bahwa kasus Century merupakan kebijakan dengan begitu tidakdapat diproses 
secara hukum.
"Pak Boediono hanya diam saja. Tapi tidak menawarkansolusi apa-apa. Saat itu 
dia mengatakan bagaimana kalau kita menggiring mediabahwa ini sebenarnya adalah 
kebijakan yang tidak dapat dipidanakan," kataNadya.
Namun, Nadya langsung menjawab kalau solusi Boediono itudianggap tak bisa 
menyelesaikan persoalan. Mengingat, sang ayah sudah dihukumdan dijebloskan ke 
Lapas Sukamiskin. Terlebih, Boediono yang saat itu sudahmenjabat sebagai wakil 
presiden seharusnya mampu mengambil keputusan yang lebihtegas agar kasus ini 
tidak berlarut.
"Saya bilang, Pak, sudah telat. Sekarang Bapak sayasudah di sini (Sukamiskin). 
Kalau seandainya kamu sebagai wapres saat ituberani mengambil keputusan yang 
lebih firm mungkin tidak akan berlarut-larut sampai saat ini," ucapNadya.
Di sisi lain, Nadya mengaku tidak paham dengan maksudBoediono menawarkan 
penggiringan opini kasus Century tersebut. Bahkan, menurutNadya tidak ada 
tindak lanjut dari tawaran Boediono kepada ayahnya.
"Sejujurnya saat pertama kali bertemu (Boediono), sayadan bapak saya agak 
sedikit meluap bahkan saya meninggikan suara saya kepadaPak Boediono juga. 
Terkait kekecewan kenapa hanya bapak saya sendiri yang harusmenjalani ini. 
Ibaratnya bapak saya dilempar ke kandang singa dan kalian tidakada satu pun 
yang memberikan bantuan apa pun kepada bapak saya," tandasNadya.
(DRI)


Kirim email ke