Kunjungan Jokowi Papua, Tokoh Agama: Presiden Malu Bahas Pelanggaran HAM

"Menurut saya dia (Jokowi) sudah malu. Karena tahun pertama dia kunjung ke 
Papua, dia berjanji di depan seluruh rakyat Papua: Saya akan selesaikan 
kasus-kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi."

 Jumat, 13 Apr 2018 07:30 WIB


Oleh : Katarina Lita, Ria Apriyani


Presiden Joko Widodo berboncengan dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo 
menggunakan motor listrik saat kunjungan kerja di Kampung Kaye, Distrik Agats, 
Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Tokoh agama di Papua, Pastor John Djonga kecewa lantaran 
Presiden Joko Widodo sama sekali tidak menyinggung masalah hak asasi manusia 
(HAM) dalam kunjungan kedelapannya ke Papua pekan ini. Sikap Jokowi itu dinilai 
melukai perasaan keluarga korban baku tembak TNI dan Tentara Pembebasan 
Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN OPM). 


Sejak awal April ini, situasi di kawasan Tembagapura kembali memanas sehingga 
mengakibatkan ratusan warga terpaksa mengungsi. Sejumlah orang dikabarkan tewas 
tertembak, termasuk Timotius Omabak yang ditembak di halaman Gereja Sinai 
Opitawak.

"Menurut saya dia (Jokowi) sudah malu. Karena tahun pertama dia kunjung ke 
Papua, dia berjanji di depan seluruh rakyat Papua: Saya akan selesaikan 
kasus-kasus pelanggaran HAM yang telah terjadi. Dia janji tentang kasus 
Paniai," kata John mengingat. 

Ratusan warga terperangkap di kawasan Opitawak dan tidak diizinkan keluar oleh 
TNI. Mereka terpaksa bertahan dengan bantuan makanan dari pemerintah daerah. 
Wawancara terakhir dengan salah satu pengungsi, Ida Beanal, Senin (9/4/2018) 
lalu, beberapa orang juga mulai terserang penyakit diare hingga malaria.

Baca juga:
   
   - Konflik TNI vs TPN-OPM, Pengungsi Butuh Obat dan Makanan    

   - Baku Tembak TNI-OPM, 100 Warga Mengungsi ke Hutan    


John mengatakan, jika Jokowi serius, semestinya dia menengok kondisi warga yang 
terdampak konflik TNI-TPN OPM. Hanya saja, dia khawatir, orang-orang di 
sekeliling Jokowi berupaya menghalangi itu dengan alasan keamanan.

"Kalau dia (Jokowi) orang berani, dia bisa masuk ke dalam situasi itu untuk 
menengok keluarga yang duka dan sebagainya. Saya pikir bisa. Hanya saya tidak 
tahu, kadang-kadang saya lihat terlalu banyak orang yang 'bisik' sama dia kalau 
suasana di Tembagapura itu begini, begini," ungkap John saat dihubungi KBR, 
Kamis (12/4/2018).

Jokowi berada di Papua sejak Rabu (11/4) lalu. Pada kunjungannya kali ini, 
Presiden Jokowi menyerahkan sertifikat tanah kepada masyarakat, lantas 
mengunjungi jembatan Holtekamp, meninjau Pasar Mama Mama Papua, dan memantau 
infrastruktur di Asmat hingga Sorong, Papua Barat.






Presiden Joko Widodo menggendong seorang anak saat kunjungan kerja di Distrik 
Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Kamis (12/4). (Foto:ANTARA)



Pesan Jokowi

Hari pertama lawatan tiga hari ke Bumi Cenderawasih dibuka dengan kunjungan ke 
Kabupaten Jayapura, Rabu (11/4/2018). Di sana, Presiden Jokowi membagikan 3.331 
sertifikat tanah ke warga Papua di sejumlah daerah. Presiden berpesarn untuk 
menjaga sertifikat itu mengingat lembar tersebut merupakan tanda bukti hak atas 
tanah yang dimiliki.

Perjalanan lantas berlanjut ke Pasar Mama Mama Papua, kemudian ke Mall 
Jayapura. Di hadapan ribuan warga, Jokowi bepesan agar masyarakat Papua menjaga 
perdamaian dan persaudaraan walau punya pilihan berbeda. Apalagi, memasuki 
tahun politik Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Hati-hati yang namanya baik pilihan bupati, wali kota dan presiden. Silakan, 
ini yang namanya pesta demokrasi. Pilihan boleh berbeda tapi kita harus ingat 
bahwa kita adalah saudara sebangsa dan setanah air. Jangan lupakan ini," jelas 
Jokowi di Sentani, Rabu (11/4).

"Jangan sampai gara-gara Pilkada atau Pilpres, pilihan gubernur, bupati atau 
presiden, kita menjadi tidak saling sapa dengan tetangga, kita tidak rukun 
antar kampung, suku. Lupakan, tidak boleh itu. Silakan pilih pemimpin yang 
bapak/ibu anggap baik, dicoblos lah tu. Rukun kembali, bersaudara kembali," 
tambahnya.

Baca juga:
   
   - DPR Sebut Strategi "Smart Power" Pemerintah Efektif Tangkal Isu Negatif di 
Papua    

   - Persoalan Papua, Ini Solusi Dewan Adat Papua Wilayah Domberai    


Pada hari kedua, Kamis (13/4/2018) Jokowi meninjau Jembatan Holtekamp yang 
membentang sepanjang 1.328 meter menghubungkan Kota Jayapura dan Kabupaten 
Keerom, serta wilayah perbatasan Papua dan Papua Nugini. Pembangunan ini 
diperkirakan rampung pada akhir tahun ini.

"Saya kita ini menjadi jembatan paling panjang yang diharapkan akan menumbuhkan 
titik perekonomian baru di Jayapura dan sekitarnya karena dapat memperpendek 
jarak," kata Presiden di Papua seperti dikutip dari laman Setkab, Kamis 
(12/4/2018)

Keberadaan Jembatan Holtekamp dimaksudkan untuk memangkas waktu tempuh 
perjalanan di daerah itu. Misalnya, dari Kota Jayapura ke Skouw yang biasanya 
ditempuh 2,5 jam bisa menjadi 1 jam.

Selain itu, dalam kunjungan ke Asmat tersebut, Jokowi juga akan bertemu warga 
dan tokoh masyarakat untuk mendengarkan masukan-masukan. Hari ketiga kunjungan, 
Jokowi dijadwalkan melanjutkan lawatan ke Kota Sorong, Papua Barat.

Baca juga:
   
   - Kasus Gizi Buruk di Asmat    

   - Petinggi HAM PBB Soroti Konflik Agraria dari Sumatera hingga Papua    




Editor: Nurika Manan





Kirim email ke