Melihat Cara Kerja Napi Pelaku Pemerasan 89 Perempuan Telanjang
Menjaku Kerja di Pelayaran dan Pertambangan
MINGGU, 15 APR 2018 13:40 | EDITOR : ILHAM SAFUTRA
 
Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo saat merilis pelaku pemerasan di 
balik Lapas Jelengkong Bandung (Ist for Jabar Ekspres/Jawa Pos Group)


Berita Terkait
  a.. Dari Diskotik, NH Digilir 4 Pria di Area Makam
   
  b.. Temuan Gulungan Tikar, Isinya Perempuan Telanjang
   
  c.. Inilah Detik-detik Vio Mencopot Pakaian Hingga Nyaris BugilPara pelaku 
mencari profil lelaki rupawan dengan pekerjaan mapan lewat berbagai komunitas 
di internet. Bisa kantongi puluhan sampai ratusan juta dalam seminggu.

Sayang, aku bawa nama kamu saat doa abis Subuhan tadi...

---

LADIES, kalau kalian menerima rentetan pesan penuh perhatian seperti itu dari 
pria yang baru dikenal lewat media sosial (medsos), jangan keburu ge er. Justru 
sebaiknya hati-hati.

Sebab, jangan-jangan Anda tengah jadi incaran kelompok penipu dan pemeras. Yang 
beraksi sambil rebahan di lantai kusam atau jongkok di pojokan sel penjara 
mereka.

Sekelompok narapidana di Lapas Jelengkong sudah mempraktikkan itu. Berawal dari 
rayuan maut, 89 perempuan -bahkan polisi menduga bisa sampai ratusan- tertipu. 
Sampai akhirnya bersedia melakukan video call tanpa busana.

"Saya diajari rayuan maut yang bisa membuat perempuan kelepek-kelepek," kata 
GL, salah seorang pelaku, saat ditemui Jawa Pos di Polrestabes Bandung.

Polisi sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu: Iqbar Destevantio alias 
Mencos, 25; Jamjam Nurjaman alias Ijam, 30; dan Febri Andriana alias Ape, 29. 
Adapun GL sampai dengan kemarin masih berstatus saksi.

Tapi, apa yang dialaminya bisa menggambarkan cara kelompok napi itu bekerja 
dari dalam bui. "Saya baru beberapa bulan di Lapas Jelengkong. Pindahan lapas 
lainnya," ujar narapidana penculikan anak itu.

Di tempat barunya tersebut, GL mengaku dipaksa Ijam, si kepala kamar, untuk 
ikut melakukan penipuan. Dia dibekali dua handphone alias telepon seluler 
(ponsel). "Tapi, handphone ini hanya alat, saya diajarinnya cara mengumpulkan 
data identitas untuk menipu. Ini yang paling penting, identitas, sistem kerja, 
dan perusahaan harus sinkron," tutur lelaki berusia 25 tahun itu.

Jadi, sebenarnya para napi itu sudah memiliki bank data profil lelaki 
pancinganyang ganteng dan benar-benar bekerja di lokasi yang jauh. Misalnya, di 
pertambangan atau pelayaran.

Kanit PPA Polrestabes Bandung Ipda Dhenia Istika Dewi menuturkan, ada empat 
blok di penjara Jelengkong. Per blok terdiri atas 16 kamar. Di tiap kamar ada 
13 hingga 15 orang.

Dhenia menduga, dalam setiap kamar itu, 8 hingga 10 napi melakukan kegiatan 
yang sama. "Mereka menjadi penipu merayu perempuan," tuturnya.

Para perempuan yang diincar, lanjut Dhenia, dipilih secara acak di medsos. 
Latar belakang pekerjaannya pun beragam. Ada yang lajang, ada pula yang ibu 
rumah tangga. Untuk menarik perhatian para korban itu, digunakanlah foto lelaki 
pancingan. Cara menemukan lelaki pancingan? Menurut GL, kepala kamar mengajari 
agar masuk berbagai komunitas di internet.

Dia pun mengikuti sekitar 20 komunitas. Di antaranya, komunitas pelaut dan 
pertambangan. "Saya dapat akun DD dan YF. Keduanya benar-benar kerja di 
pelayaran," tuturnya.

Setelah mendapat identitas lelaki pancingan itu, dibuatlah akun media sosial 
dengan menggunakan nama tersebut. Kemudian dipilihkan calon korban. "Saya 
mendekatinya berhari-hari," tuturnya.

Menurut GL, di selnya di Jelengkong yang diisi 13 orang itu, 10 orang melakukan 
hal yang sama. Mencari duit dengan menipu para perempuan di dunia maya..

Uang para korban dikirimkan ke nomor rekening yang telah disiapkan. Sebagai 
bukti, si napi pelaku meminta foto bukti resi transfer uang. Selanjutnya, resi 
itu diberikan kepada kepala kamar.

Kepala kamar bertugas mengirimkan resi itu kepada kepala blok napi dengan 
derajat tinggi di lapas. Kepala blok itu bekerja sama dengan orang luar, baik 
keluarga maupun kerabatnya, untuk mengambil uang tersebut. "Hasil penipuan saya 
seminggu bisa mencapai Rp 30 juta," ujarnya.

Jumlah itu merupakan rata-rata hasil penipuan satu orang napi. Namun, pernah 
ada rekor pendapatan napi yang sampai saat ini belum terpecahkan. Yakni, salah 
seorang napi yang sudah bebas berinisial R yang dalam seminggu mampu mendapat 
Rp 250 juta.

Namun, kendati hasil penipuannya besar, para napi tersebut ternyata hanya 
mendapat bagian Rp 800 ribu setiap pekan. "Saya menerima saja berapa yang 
diberi, yang penting di kamar bisa tenang. Tidak diganggu dan tidak dipukuli," 
ujarnya.

Akibat kasus itu, Pelaksana Tugas Kalapas Jelengkong Rosidin digusur. Dia 
dimutasi menjadi kepala bidang keamanan, kesehatan, dan perawatan narapidana 
dan tahanan. Andi Mohammad Syarif dari Lapas Cirebon ditunjuk sebagai pengganti.

Kapolrestabes Bandung Kombespol Hendro Pandowo menuturkan, pengungkapan 
kejahatan itu tidak hanya bertujuan menghukum. Tapi, juga menyelamatkan banyak 
pihak.

Pertama, 89 korban perempuan yang telah ditipu. Kedua, Kementerian Hukum dan 
Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM). Sebab, dengan terkuaknya kasus itu, 
perbaikan bisa dilakukan.

Selanjutnya, yang diselamatkan adalah anggota masyarakat. Setidaknya bisa lebih 
berhati-hati. Misalnya, ketika ada pria yang baru dikenal di medsos siang malam 
membombardir perhatian berlebihan. Yang lantas diakhiri pertanyaan, "Sudah siap 
nikah, belum?" 

(idr/c10/ttg)

Kirim email ke