Tanpa pemerintahan Jokowi pun Rakyat Indonesia tetap 
menentang kolonialisme-imperialisme di tanah Palestina 
sekalipun dengan segala keterbatasan.
Gaza Strip gets fisrt new hospital
--- jonathangoeij@... wrote:
Memang begitu seringkali foreign affair untuk domestic, kali ini Suriah dipakai 
mengalihkan perhatian, selain itu bila perang rakyat akan memberi support pd 
presiden.
Hal yg sama dilakukan Jokowi yg bersuara keras membela Palestina utk dpt 
dukungan kelompok Islam, padahal tdk ada yg benar2 dilakukan cuman sekedar 
omong doang.
---ajegilelu@... wrote :

Kali ini perasaan Anda menuju sasaran yang 
lebih bagus yaitu, Trump menggeser masalah 
personal menjadi persoalan global.

--- jonathangoeij@... wrote :

Saya kok sependapat dgn Maddow ini, kenapa kok mendadak sontak menyerang Suriah 
tanpa ba bi bu? Rasanya lebih banyak utk mengalihkan perhatian dari berbagai 
problem skandal ataupun Rusia.

kutipan:Rachel Maddow points out that the fact of Donald Trump's chaotic 
personal circumstances will unavoidably influence how U.S. actions and 
intentions are perceived around the world.
https://www.msnbc.com/rachel-maddow/watch/maddow-trump-s-personal-turmoil-taints-u-s-military-options-1210705987852?playlist=associated

--- ajegilelu@... wrote :

Lhamemangnya bom di rumah dubes Philipine di JKT, Bom Bali, 
Bom Kuningan, Bom Marriott dst itu kerjaansapa?
Lalusekarang, Rizieq Shihab buron ke AS (Arab Saudi) yang 
jelas-jelas sekutu AS (Amerika Serikat) toh? toh?
hehe...

Kelompok pro jihadis di Indonesia ‘berterima kasih’ pada serangan AS
"Kubuanti perang akan bilang 'itu buktinya kalian kerjasama dong denganAmerika 
karena Amerikayang melakukan serangan langsung ke Suriah',"


On Sunday, April 15, 2018 12:54 PM ajeg wrote:    MediaRusia, Suriah dan Iran 
Bilang Ini Soal 
Serangan Rudal AS Reporter: Yon YosephEditor: Budi Riza Sabtu,14 April 2018 
20:01 WIB
Pasukan Amerika Serikat dan sekutunya,Inggris dan Prancis menembakkan 
rudal-rudalnya ke 3 lokasi penting di Damaskusdan Homs di Suriah 
[ABC NEWS] TEMPO.CO, Jakarta- Media nasional Rusia, Iran, dan Suriah 
beramai-ramai mengecam seranganudara Amerika Serikat dan sekutunya terhadap 
tiga instalasi riset dan produksisenjata kimia Suriah. Lebihdari 100 rudal 
dilepaskan AS, Inggris dan Prancis pada Sabtu pagi, 14 April2018 terhadap 
instalasi milik pemerintah Suriah. Seperti dilansir Reuters, iniberlangsung 
sekitar sepekan setelah terjadinya serangan senjata kimia,yang menyasar warga 
Suriah di Kota Douma. Serangan senjata kimia itumenewaskan sekitar 70 orang, 
termasuk wanita dan anak-anak. Lalu,apa berita yang dibuat media-media yang 
selama ini menjadi corong propagandapemerintahnya masing-masing soal serangan 
rudal AS ini? Berikut kompilasi dari Al Jazeera: Russia Today (Rusia)MediaRusia 
berbahasa Inggris, RussiaToday, memuat pernyataan Presiden Vladimir Putin, 
yangmengutuk serangan yang disebutnya membawa gelombang baru pencari suakadari 
Suriah ke seluruh dunia. Sputnik (Rusia)Sputnik,yang merupakan outlet media 
milik negara Rusia, memberitakan klaim yangdibuat pejabat militer Rusia. 
Pejabat ini menyebut sistem pertahanan udaraSuriah berhasil menembak jatuh 
sebagian besar rudal jelajah yang ditembakkanAS.
Parapejabat pertahanan Rusia mengatakan 71 dari 103 rudal ditembak jatuh 
olehsistem anti-rudal Suriah S-125 dan S-200. Press TV (Iran)Geraimedia 
berbahasa Inggris Iran, PressTV, melaporkan pernyataan Pemimpin Tertinggi 
negara ituAyatollah Ali Khameini soal serangan yang dipimpin AS. Ali menyebut 
seranganitu sebagai "kejahatan". Mediaini juga mengangkat klaim yang dibuat 
pejabat Rusia bahwa mayoritas rudal yangdiluncurkan militer AS dan sekutu 
berhasil dihadang.
 Al Manar (Hizbullah)Situsmedia Hizbullah, Al-Manar, menerbitkan pernyataan 
kelompok bersenjata yangberbasis di Lebanon dan mendukung rezim Bashar al Assad 
di Suriah.Media ini mengutuk dan mengecam "agresi" terhadap Suriah. 
Hizbullahmengatakan serangan ganas terhadap Suriah adalah pelanggaran 
terang-teranganterhadap kedaulatan Suriah dan martabat rakyatnya. SANA 
(Suriah)Kantorberita negara Suriah mengeluarkan kecaman terhadap serangan udara 
sertamemberitakan secara luas klaim, yang menyebutkan mayoritas rudal 
yangditembakkan oleh AS, Prancis dan Inggris berhasil dicegat. SANAjuga 
menerbitkan sebuah cerita yang mengklaim tentara Suriah berhasil 
menemukanlaboratorium yang digunakan oleh para pemberontak untuk "membuat 
bahanberacun".

 

  

Kirim email ke