ah... anda kena gombal lagi bahkan sebelum lahirIndonesia itu sejak dulu juga pendukung berat kolonialisme/imperialisme bahkan pelaku, hanya sayangnya kekuatan ekonomi dan militer tidak memadai saja. Walaupun demikian toh masih sempat mencaplok Papua dan Timor Timur, seandainya mempunyai kekuatan ekonomi dan militer yang tinggi tak terbayangkan jadinya, sesedikitnya Malaysia dan Singapura juga sudah dicaplok.
---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote : Makanya sadarilah, Rakyat Indonesia menentang kolonialisme-imperialisme sudah sejak Jokowi belum lahir. Emosi Anda saja yang gampang melahap gombalan. Penguasa ngegombal kok heran. Aneh, tapi ya lucu sih. --- jonathangoeij@... wrote: anda tdk sadar pemerintahnya/yg berkuasa cuman menggombalin emosi rakyat saja ---ajegilelu@... wrote : Tanpa pemerintahan Jokowi pun Rakyat Indonesia tetap menentang kolonialisme-imperialisme di tanah Palestina sekalipun dengan segala keterbatasan. Gaza Strip gets fisrt new hospital--- jonathangoeij@... wrote: Memang begitu seringkali foreign affair untuk domestic, kali ini Suriah dipakai mengalihkan perhatian, selain itu bila perang rakyat akan memberi support pd presiden. Hal yg sama dilakukan Jokowi yg bersuara keras membela Palestina utk dpt dukungan kelompok Islam, padahal tdk ada yg benar2 dilakukan cuman sekedar omong doang. ---ajegilelu@... wrote : Kali ini perasaan Anda menuju sasaran yang lebih bagus yaitu, Trump menggeser masalah personal menjadi persoalan global. --- jonathangoeij@... wrote : Saya kok sependapat dgn Maddow ini, kenapa kok mendadak sontak menyerang Suriah tanpa ba bi bu? Rasanya lebih banyak utk mengalihkan perhatian dari berbagai problem skandal ataupun Rusia. kutipan:Rachel Maddow points out that the fact of Donald Trump's chaotic personal circumstances will unavoidably influence how U.S. actions and intentions are perceived around the world. https://www.msnbc.com/rachel-maddow/watch/maddow-trump-s-personal-turmoil-taints-u-s-military-options-1210705987852?playlist=associated --- ajegilelu@... wrote : Lha memangnya bom di rumah dubes Philipine di JKT, Bom Bali, Bom Kuningan, Bom Marriott dst itu kerjaan sapa? Lalu sekarang, Rizieq Shihab buron ke AS (Arab Saudi) yang jelas-jelas sekutu AS (Amerika Serikat) toh? toh? hehe... Kelompok pro jihadis di Indonesia ‘berterima kasih’ pada serangan AS "Kubu anti perang akan bilang 'itu buktinya kalian kerjasama dong dengan Amerikakarena Amerika yang melakukan serangan langsung ke Suriah'," On Sunday, April 15, 2018 12:54 PM ajeg wrote: Media Rusia, Suriah dan Iran Bilang Ini Soal Serangan Rudal AS Reporter : Yon YosephEditor : Budi Riza Sabtu, 14 April 2018 20:01 WIB Pasukan Amerika Serikat dan sekutunya, Inggris dan Prancis menembakkan rudal-rudalnya ke 3 lokasi penting di Damaskus dan Homs di Suriah [ABC NEWS] TEMPO.CO, Jakarta - Media nasional Rusia, Iran, dan Suriah beramai-ramai mengecam serangan udara Amerika Serikat dan sekutunya terhadap tiga instalasi riset dan produksi senjata kimia Suriah. Lebih dari 100 rudal dilepaskan AS, Inggris dan Prancis pada Sabtu pagi, 14 April 2018 terhadap instalasi milik pemerintah Suriah. Seperti dilansir Reuters, ini berlangsung sekitar sepekan setelah terjadinya serangan senjata kimia, yang menyasar warga Suriah di Kota Douma. Serangan senjata kimia itu menewaskan sekitar 70 orang, termasuk wanita dan anak-anak. Lalu, apa berita yang dibuat media-media yang selama ini menjadi corong propaganda pemerintahnya masing-masing soal serangan rudal AS ini? Berikut kompilasi dari Al Jazeera: Russia Today (Rusia)Media Rusia berbahasa Inggris, Russia Today, memuat pernyataan Presiden Vladimir Putin, yang mengutuk serangan yang disebutnya membawa gelombang baru pencari suaka dari Suriah ke seluruh dunia. Sputnik (Rusia)Sputnik, yang merupakan outlet media milik negara Rusia, memberitakan klaim yang dibuat pejabat militer Rusia. Pejabat ini menyebut sistem pertahanan udara Suriah berhasil menembak jatuh sebagian besar rudal jelajah yang ditembakkan AS. Para pejabat pertahanan Rusia mengatakan 71 dari 103 rudal ditembak jatuh oleh sistem anti-rudal Suriah S-125 dan S-200. Press TV (Iran)Gerai media berbahasa Inggris Iran, Press TV, melaporkan pernyataan Pemimpin Tertinggi negara itu Ayatollah Ali Khameini soal serangan yang dipimpin AS. Ali menyebut serangan itu sebagai "kejahatan".
