Tawa Meledak saat Presiden Jokowi Cerita Hal Konyol soal Isu PKI yang Dikaitkan 
dengan Dirinya


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Tawa Meledak saat Presiden Jokowi Cerita Hal Konyol soal Isu PKI yang Di...

'Saya itu lahir tahun 1961, PKI dibubarkan tahun 1965. Umur saya kan baru 4 
tahun, masa ada aktivis PKI (usia) b...
 |

 |

 |



Rabu, 18 April 2018 19:12


 
KolaseJoko Widodo 

 
TRIBUNSOLO.COM - Presiden Joko Widodo memberikan klarifikasi soal isu Partai 
Komunis Indonesia (PKI) yang sempat dikaitkan dengan dirinya.
Ia menceritakan bahwa isu tersebut merebak saat ia maju dalam pemilihan 
presiden 2014.


Jokowi disebut-sebut sebagai seorang aktivis PKI.


 
Tanpa ragu, orang nomor satu di Indonesia ini membantah kabar tersebut dengan 
sejumlah fakta.
Jokowi menyebut bahwa ia lahir pada 1961 sedangkan PKI dibubarkan pada 1965.
"Saya itu lahir tahun 1961, PKI dibubarkan tahun 1965. Umur saya kan baru 4 
tahun, masa ada aktivis PKI (usia) balita?" kata Jokowi seperti terdengar dalam 
video yang beredar di YouTube.

Sontak, ucapan Jokowi disambut dengan riuh tawa hadirin.
Jokowi juga menampilkan foto dirinya yang beredar di media sosial.
Foto diduga kuat merupakan hasil edit orang-orang tak bertanggung jawab.
Terlihat Jokowi yang masih berusia remaja ada di dalam foto.
Ia berada di dekat seseorang yang diduga merupakan Ketua PKI, DN Aidit, yang 
sedang berorasi di atas podium.
Potret Jokowi dalam foto tersebut justru dianggap konyol.
Lantaran, foto asli diperkirakan diambil pada 1955.
Lagi-lagi, tawa dari hadirin menggema di ruangan tersebut.

Diketahui, Jokowi menyampaikan pidatonya tersebut saat menghadiri Harlah PMII 
58 di Bandung, Selasa (17/4/2018).



Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Tawa Meledak saat 
Presiden Jokowi Cerita Hal Konyol soal Isu PKI yang Dikaitkan dengan Dirinya, 
http://solo.tribunnews.com/2018/04/18/tawa-meledak-saat-presiden-jokowi-cerita-hal-konyol-soal-isu-pki-yang-dikaitkan-dengan-dirinya?page=all&_ga=2.159814708.803882377.1523904977-1317834155.1517599090.
Penulis: Noorchasanah Anastasia Wulandari 
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari



https://youtu.be/VHWF_nYKeUY












Kirim email ke