Nama Tionghoa untuk Zarra Zetira 
https://www.jpnn.com/news/nama-tionghoa-untuk-zarra-zetira 
 Minggu, 22 April 2018 – 16:56 WIB
 

 jpnn.com - Komentar Zara Zettira, via Twitter: Kalau namaku jadinya bagaimana 
dalam huruf Chinese?
 Komentar Disway:Zettira yang cantik, Anda serius ingin puny a nama Tionghoa?
 Saya lihat ada empat pola pemberian nama di Tiongkok. Bagi yang lebih tahu, 
tolong koreksi saya.
 Pertama, yang memang punya nama Tionghoa. Kedua, orang asing yang tanpa 
sepengetahuan mereka diberi nama Tionghoa.
 Ketiga, orang asing yang minta diberi nama Tionghoa. Seperti Anda ini. Atau 
seperti saya ini.
 Keempat, orang Tionghoa yang ingin punya nama asing. Misalnya Robert Lai. Nama 
aslinya: Lai Chong Wing.
 Pemberian nama itu dianggap luar biasa penting. Umumnya orang tua mereka yang 
memberi nama. Setelah konsultasi dengan orang pintar.
 
 Bahkan ada golongan yang fanatik: pemberian nama bayi adalah hak kakeknya. 
Bukan hak orang tuanya.
 Nama itu umumnya terdiri dari tiga huruf Mandarin. Meski ada juga yang hanya 
dua huruf.
 Huruf pertama adalah marga. Misalnya Chen  atau Li  atau Chang  atau Huang  
atau yang lain.
 Ada hampir 200 marga. Tapi itulah lima besarnya.
 Huruf kedua biasanya menunjukkan tingkatan dalam keluarga. Misalnya, jalur 
kakak/pakde lebih tinggi dari jalur adik/paman.
Baru huruf ketiga benar-benar namanya.
 Tapi untuk dua huruf terakhir itu harus dicarikan huruf yang bunyinya dan 
artinya naik. Seperti harapan. Atau doa. Misalnya nama saya:  Huruf pertama itu 
marga. Saya dianggap dari marga  (Yu – baca: I). Itu karena nama saya diawali 
dengan huruf I (Iskan).
 Huruf kedua (  – baca: se) artinya jagat raya. Huruf ketiga (  – baca: kan) 
artinya manis.
 Bunyi nama mandarin saya menjadi Isekan. Mirip nama asli saya. Artinya pun 
bagus: jagat yang manis. Atau menyebar rasa manis ke seluruh dunia.
 
 Kelompok kedua, orang asing yang diberi nama Mandarin. Ini unik. Orang 
Tiongkok sangat sulit mengucapkan nama-nama orang asing. Dan lagi tidak ada 
huruf yang bunyinya bisa mengakomodasikan nama orang asing.
 Maka surat kabar, radio, tv, internet, memberi nama Mandarin untuk semua orang 
yang mereka beritakan. Anda tidak akan menemukan nama Donald Trump atau Meryl 
Streep atau Liverpool di koran-koran Tiongkok.
 Kalau di koran ada tulisan  itulah nama Donald Trump. Kalau dieja bunyinya: Te 
Lang Pu.
 Kalau di koran ada tulisan  itu bunyinya: Li Wu Pu. Maksudnya: Liverpool.
 Siapakah pencetak gol terbanyak Liga Inggris dari Li Wu Pu? Dialah  / Sa La 
He. Maksudnya Mohamad Salah. Yang sudah cetak gol sebanyak 30 untuk Li Wu Pu.
 Tapi nama bintang film terkemuka Holywood ini ditulis sampai tujuh huruf:  / 
Si Li Er Di Te Li Pu. Tidak perlu mikir panjang. Itulah nama Mandarin bagi 
bintang kesayangan saya: Meryl Streep.
 Halooooo…. Zettira….. apakah Anda masih ingin saya beri nama Mandarin? Kalau 
mau, inilah nama Anda:  . Tulisan latinnya: Cai Ti Ya. Artinya: Ratu.
 Nah, Zettira lewat nama itu Anda jadi ratu.
 Komentar Diva Jakarta via Whatsapp: Saya kok membayangkan tulisan pembayaran 
aneka transaksi menggunakan HP. Saya yakin kelak yang namanya aneka kartu di 
Indonesia akan sirna (daripada menuh menuh-menuhin dompet).
 Saat ini masih okelah warga Indonesia menjejali dompetnya dengan aneka kartu 
kredit, debit, tol, member aneka to/mall, kartu busway, KRL (bentar lagi kartu 
MRT) dan sebagainya.
 Saya lihat pak Yusuf Mansur mulai menggerakan umat Islam utk membeli saham BRI 
Syariah. Beliau sukses dengan Paytren-nya dan bentar lagi e-money diizinkan 
sama Allah utk beredar di Indonesia. Sedih kan ya. Kapan kita berdaulat secara 
ekonomi kalau kita gak gerak?
 Komentar Disway
Diva, kita tunggu pemerintah. Kapan siap dengan peraturan bidang itu.
 Saya dengar langkah Ustaz Yusuf Mansyur juga terhambat. Belum adanya 
peraturan. Beliau menghentikan beberapa rencana. Agar tidak melanggar hukum.
 Saya malu setiap makan di mal di Tiongkok. Setelah duduk di kursi kok tidak 
ada pelayan yang datang. Tengok sana tengok sini. Abai.
 Terpaksa panggil pelayan. Minta menu. Pelayan menunjuk pojok meja. Di situ ada 
tertempel barcode.
 Oh… maksudnya… agar saya cukup memotret barcode itu. Dengan HP. Menu akan 
tersaji di layar HP. Tinggal pilih. Klik.
 
 Pilih klik. Otomatis dapur akan mengerjakan pesanan via HP itu. Harganya pun 
sudah tertera di layar. Lengkap dengan total yang harus dibayar. Klik. Bayar di 
situ pula.
 Saya lihat kian banyak restoran yang seperti itu. Tentu masih ada yang belum. 
Tapi wabah barcode di pojok meja itu sangat merajalela.
 Diva, kita tunggu bersama ya…(***)
 
 https://www.jpnn.com/news/nama-tionghoa-untuk-zarra-zetira?page=2
 

Kirim email ke