Malam menjelang peringatan Hari Kartini, drh Dita 
akhirnya mencokok Bonita, harimau betina yang diburu 
selama 3 bulan setelah memangsa Jumiati dan Yusri. 
Karena itu Dita disebut-sebut sebagai perempuan penerus 
cita-cita Kartini. 

Bagaimana dengan Jumiati maupun Bonita ?


 -
 

 Mengenal Dita, Dokter Hewan Penakluk Bonita
 

 "Yang menembak bukan saya. Saya hanya memutuskan untuk menembak 

 sekarang atau nanti kalau jaraknya tepat," tutur Dita dihubungi dari 
Pekanbaru, 

 Sabtu siang, 21 April 2018.
 

 -

 

 Posisi Bonita ‘Dikunci’ Lalu Ditembak, Ternyata Masih Kuat Berjalan 1 
Kilometer Sebelum Roboh
 

 Sabtu, 21 April 2018 02:46 WIB


Harimau Bonita muncul di perkebunan sawit. 

 Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda
 

 TRIBUNNEWS.COM, PEKANBARU- Harimau Sumatera Bonita berhasil ditangkap tim 
rescue terpadu, Jumat (20/4/2018) pagi.
 

 Kepala BBKSDA Riau Suharyono saat dikonfirmasi membenarkan perihal adanya 
penangkapan tersebut."Bonita sudah tertangkap dan dievakuasi malam ini dari 
Pelangiran Kabupaten Inhil ke Rengat," ujar dia.
 

 Lanjut Suharyono, dari Rengat, harimau penerkam yang sampai menewaskan dua 
orang warga itu selanjutnya akan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera 
di Kabuoaten Dharmasraya, Sumbar.

 

 Namun untuk kronologis rinci bagaimana keberhasilan upaya penangkapan yang 
dilakukan, Suharyono belum mau menjelaskan.
 

 "Besok (Sabtu) dijelaskan secara rinci bagaimana kronologis penangkapan dan 
teknis pembiusannya di kantor BBKSDA Riau bersama Direktur Jenderal KSDAE KLHK 
RI," sebut dia pada tribunpekanbaru.com. 
  
 Harimau Sumatera Bonita berhasil ditembak bius tim terpadu evakuasi. 
 Butuh kesabaran ekstra untuk menaklukan harimau yang sudah memakan korban 
manusia tersebut. 
  
 Meskipun sukses ditembak bius, Bonita ternyata tidak langsung roboh. 
  
 Bonita masih bisa berjalan hingga 1 kilometer jauhnya sebelum benar-benar 
berada di bawah pengaruh bius.
 

 Harimau Sumatera Bonita berhasil dibius tim terpadu evakuasi harimau Bonita 
saat berada di Blok 76-77, Afdeling IV, Kebun Eboni PT. THIP, Desa Tanjung 
Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil, Jum’at (20/4/2018) sekira pukul 
06.15 WIB.
 

 Awalnya tim terpadu yang beranggotkan BBKSDA Riau, Polres Inhil, Kodim 0314 
Inhil, PT. THIP dan lainnya ini melihat pergerakan Bonita saat menggelar 
patroli.Tanpa berpikir panjang, tim terpadu yang melihat Harimau Sumatera ini 
langsung memantau dan mengunci posisi Bonita dengan seksama.
 

 “Tim terpadu berusaha untuk mendekati Bonita dengan tujuan mencapai jarak yang 
ideal untuk dilakukan penembakan bius,” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian 
Rony, S.IK, MH melalui Kapolsek Pelangiran IPTU Muhammad Rafi pada 
tribuntembilahan.com.
 

 Setelah mencapai jarak yang dirasa Ideal, drh. Dita yang ikut dalam rombongan 
tim terpadu langsung menembakan bius terhadap Bonita.
 

 “Tembakan bius berhasil mengenai sasaran. Selanjutnya tim terpadu melakukan 
kegiatan memantau pergerakan Bonita secara berkelanjutan,” jelas Iptu Rafi lagi.
 

 Tim akhirnya baru bisa memastikan kondisi Bonita sudah dalam keadaan pingsan 
setelah Si Belang berjalan lebih kurang sejauh 1.000 M, hingga akhirnya Tim 
Terpadu menemukan Bonita dalam keadaan pingsan akibat pengaruh dari penembakan 
bius.
 

 “Saat ini kami berada di lokasi untuk ikut membantu team terpadu melakukan 
proses evakuasi,” imbuhnya.
 

 Tembakan bius yang berhasil melumpuhkan Harimau Sumatera bernama Bonita 
bukanlah tembakan pertama.
 

 Sebelumnya tim juga sudah menembakan bius demi menyelamatkan harimau tersebut.

 

 Penembakan kala itu memasuki hari ke 73 penyelamatan Bonita tepatnya Jumat 
(16/3/2018).

 

 Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono secara 
resmi merilis kronologis penembakan bius terhadap Harimau Sumatera bernama 
Bonita saat itu.
 

 Tim rescue gabungan sebanyak 54 orang, terdiri dari BBKSDA Riau, Pemerintahan 
Daerah Kabupten Inhil, Polres Inhil, Kodim Inhil, Yayaan Asari, WWF, PKHS, 
Veswick, PT TH Indo Plantation, PT Arara Abadi, dan masyarakat Dusun Sinar 
Danau.
 

 Tim berhasil melepaskan tembakan bius, di jalur lintasan favorit Bonita, yaitu 
jalan poros sekitar Box Trap 3 , 4 dan 8 yang berada di areal perkebunan sawit 
PT TH Indo Plantation Blok 62 dan Blok 63.

 

 Dengan kronologis sebagai berikut:

 

 Perjumpaan pertama oleh regu 1 di Jalan Poros Areal PT TH Indo Plantation Blok 
Eboni 62 pada pukul 17.00 WIB, dengan kondisi Harimau Sumatera “Bonita” sedang 
duduk di bawah sawit.
 

 Tim penembak bius dari regu 1, Perisomba langsung melakukan tembakan bius 
namun terhalang tangkai sawit sehingga tidak mengena pada Bonita.

 

 Kemudian, Bonita bangkit bergerak semakin ke dalam mengarah ke barat ke arah 
Blok Eboni 63 pada areal perkebunan PT TH Indo Plantation.

 

 Regu 2 yang di koordinasikan oleh drh Dita memutuskan memutar arah dan 
menghadang di Blok Eboni 63.

 

 Dalam perjalanan ke arah Blok Eboni 63 Regu 2 yang dikoordinasikan drh Dita 
bertemu dengan Harimau Sumatera Bonita dan melepas tembakan pada pukul 19.30 
WIB.

 

 Selanjutnya mengikuti pergerakan Bonita, namun arah pergerakan Harimau 
Sumatera ini kembali ke arah blok Eboni 62.
 

 Drh Dita kembali memutar mobil dari jalur poros masuk ke blok Eboni 62 dan 
ketika sampai pada pohon ke 18 hingga 20 pada Blok Eboni 62 Harimau Sumatera 
“Bonita” muncul di samping mobil.

 

 Bonita lalu bergerak ke depan mobil menjauh.

 

 Mobil terus mengikuti dan setelah bergerak 100 meter mobil terpuruk karena 
kondisi jalan rusak berat.
 

 Harimau Sumatera Bonita terduduk dan dalam pengamatan kondisinya mulai muntah.

 

 Tim kemudian berinisiatif untuk turun dari mobil berjalan mendekati Harimau 
Sumatera Bonita dengan kewaspadaan yang tinggi.

 

 Pada pukul 23.50 WIB Regu 1 dan 3 yang di koordinasikan dr Anhar bergabung 
menuju Regu 2 (drh Dita) dan bersama-sama berjalan kaki mendekati Bonita sampai 
jarak kurang lebih 50 meter.

 

 Ketika tim mendekat dan melepas tembakan yang ke 3 terhadap Bonita, namun 
harimau tersebut masuk ke dalam semak-semak sehingga tim kehilangan jejak.

 

 Situasi penerangan lampu di lokasi hanya mengandalkan lampu sorot yang 
bersumber dari satu mobil sehingga penerangan di lokasi kebun yang bersemak 
sulit sehingga pergerakan Bonita tidak terdeteksi lagi.

 

 Posko BBKSDA kemudian menghubungi pihak perusahaan PT TH Indo Platation untuk 
bisa menggerakan alat berat dan bulldozer dalam rangka membantu tim di lapangan 
untuk mengevakuasi kendaraan yang terpuruk semua.

 

 Namun sampai jam 24.20 WIB masih belum terjangkau.

 

 Tim pengamanan yang berasal dari TNI dan Polri serta masyarakat selanjutnya 
mengevakuasi tim medis dengan berjalan kaki dan keluar dari lokasi Blok Eboni 
62 menuju ke Camp Eboni sampai dengan pukul 02.00 WIB. 
  
 Editor: Eko Sutriyanto 
 Sumber: Tribun Pekanbaru
 

 

Kirim email ke