apakah orang Palestina makan nasi? 

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :

 
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/18/04/20/p7hs41319-antusias-warga-palestina-sambut-beras-cinta-dari-indonesia?utm_source=dable
 
http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/18/04/20/p7hs41319-antusias-warga-palestina-sambut-beras-cinta-dari-indonesia?utm_source=dable
 Antusias Warga Palestina Sambut Beras 'Cinta' dari Indonesia Jumat 20 April 
2018 23:21 WIB
 Red: Maman Sudiaman
 
 
 Iring-iringan truk bantuan ACT dalam aksi kemanusiaan untuk Syiria 
 Foto: dok ACT 
 Beras ini adalah simbol kuat pesan kemanusiaan.
 REPUBLIKA.CO.ID http://REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Lukman Azis*
 Bendera Merah Putih berkibar megah di Tanah Syam. Kibarannya seperti mengikuti 
irama lagu Indonesia Raya yang terdengar bergemuruh, meski hanya keluar dari 
pengeras suara kecil di pinggir panggung. Rabu (18/4), lebih dari 600 orang 
warga Gaza, yang berada di gudang beras Indonesia Humanitarian Center (IHC) 
itu, bangun dari duduknya dan berdiri khidmat mendengarkan. 
 Tiga anak Pramuka Palestina tegak memberi hormat, usai mengerek Merah Putih. 
Ini pemandangan tak biasa. Benderanya dan lagunya berasal dari bangsa lain, 
tapi mereka seperti menghormati bendera negaranya sendiri.  
 Penuh takzim, mereka menghayati betul suasananya. Ini terlihat dari raut-raut 
mereka yang berdiri di bawah maupun di atas panggung. Tersirat rasa syukur dan 
rindu berjumpa saudara-saudaranya yang berada jauh dan tak pernah mereka temui 
sebelumnya. Ribuan kilometer jarak terasa dekat, semua perbedaan yang ada 
menguap seketika. Sekali lagi, persaudaraan antara Indonesia dan Palestina 
tertancap kuat dan tanpa sekat.  
 Tepat pukul 13.30 waktu Gaza, masyarakat Gaza menyaksikan bukti kekuatan tekad 
dan ukhuwah.  Mereka menyaksikan sesuatu yang sebelumnya disangsikan banyak 
orang. Mana bisa ACT kirim beras ke Gaza? Tidak mungkin.Memangnya gampang? 
 Pertanyaan-pertanyaan dan sindirian seperti itu banyak ACT dapatkan dari 
banyak pihak di Indonesia maupun dari negara lain. Begitu juga mitra ACT di 
Gaza selama proses pengurusan Kapal Kemanusiaan Palestina ini berjalan. 
 Begitu mereka mendengar bukti cinta itu tiba di Gaza, orang-orang itupun 
terdiam dan ikut tergugah hingga tersadar bahwa tak ada yang tak mungkin. Jika 
Allah berkehendak memeluk mimpi-mimpi mereka yang benar-benar diperjuangkan, 
maka sekejap pun terjadi. Bayangan paling pahit tentang prosesnya, sama sekali 
tak terjadi.
 “Hari ini adalah hari bersejarah. Hari ini secara resmi beras dari Rakyat 
Indonesia diterima oleh masyarakat Gaza Palestina untuk pertama kalinya,” kata 
Muhammad Najjar, mitra ACT di Gaza, yang sangat antusias menyambut dan 
berkomitmen pada proyek beras Palestina ini di Gaza.
 “Sebelumnya, semua orang pesimis dan tak percaya bahwa kita akan berhasil 
membawa masuk 2.000 ton beras ke Gaza. Segudang pertanyaan bernada meragukan 
juga berdatangan di sini. Ada juga yang menyayangkan, mengapa beras itu tidak 
diupayakan saja dari dalam sini (Gaza),” imbuh Najjar. 
 Sepanjang itu pula ia coba menjelaskan mengapa proyek ini menjadi sangat 
penting tidak hanya untuk Indonesia dan Palestina, namun juga untuk dunia. Ia 
paparkan kepada siapa saja yang bersedia mendengar, bahwa substansi dari proyek 
kemanusiaan ini bukan dari jumlah berasnya tapi justru pesan yang dibawa 
bersama datangnya beras hingga ke Tanah Syam. 
 Beras ini, katanya, adalah simbol kuat pesan kemanusiaan. Beras ini adalah 
pesan tulus untuk masyarakat Gaza dari Indonesia. Beras ini adalah pesan dari 
masyarakat miskin untuk saudara-saudaranya yang juga miskin di belahan dunia 
yang lain.
 “Kapal Kemanusiaan Palestina yang membawa beras Indonesia ini membawa pesan 
kepada dunia bahwa siapapun bisa berbuat sesuatu untuk siapapun. Indonesia 
membuktikan itu. Kapal ini adalah Pesan Cinta dari sesama manusia,” tegas 
Najjar.
 Sejak tuntas pengirimannya hingga masuk ke gudang IHC di Gaza, acara seremoni 
serah terima dan distribusi beras segera dirancang. Rabu (18/4), seremoni serah 
terima beras ini berjalan lancar dan sangat baik. 
 Panggung dan kursi disiapkan dan dijejer sempurna. Bunga-bunga menghiasi 
lokasi acara dan jalan masuk. Sementara hadiah-hadiah yang terbungkus rapi 
sudah siap menunggu anak-anak Gaza yang akan hadir di seremoni. Makan siang 
yang sedap sudah tersaji.
 Para undangan mulai berdatangan sejak 13.30 waktu Gaza. Saat semua tamu VIP 
sudah hadir, acara pun dimulai dengan lantunan indah kalamullah. Hadir dalam 
seremoni ini para umara di Gaza seperti Rektor Universitas Al-Aqsa dan mantan 
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Kamal Ishrafy, Direktur Departemen NGO dari 
Kementerian Sosial Mr. Mohammed Alnaffar, Aktivis dan Tokoh Masyarakat dari 
Khanyounis Dr. Adnan Alrantisi serta Wakil Rektor Universitas Al-Aqsa Dr. Faiak 
Alnaook. 
 Sementara perwakilan ulama Gaza hadir pula Syekkh Khader Alshonat (Manajer Dar 
Quran), Syekh Khamees Mohra (anggota Komite Reformasi Gaza), Syekh Mohammed 
Alnooq, Syekh Ismael Albatsh, Shaik Mohammed Abu Elhosna dan Syekh Saed 
Alqanoo. Selain itu, hadir juga perwakilan dari NGO-NGO lokal Gaza serta 
keluarga yatim.
 Secara umum, para undangan mengekspresikan perasaan bangganya. Mereka 
berterima kasih tak terhingga kepada masyarakat Indonesia serta kepada panitia 
yang ada di Gaza, sehingga beras Indonesia ini dapat sampai ke tanah Syam. 
 Selain beberapa pengantar yang disampaikan oleh para undangan, ada juga 
hiburan yang ditampilkan oleh dua anak perempuan yang membacakan puisinya 
dengan penuh penghayatan. Serah terima beras dari Indonesia untuk warga Gaza 
secara simbolik berlangsung anak-anak dari keluarga para syuhada. Keriaan di 
sore hari itu pun ditutup dengan makan bersama.
 
 
 




Kirim email ke