Sudah seharusnyalah pemerintah bekerja untuk Rakyat. 
Membantu majunya usaha Rakyat. Jangan malah ngotot
betugas memudahkan investasi asing (perizinan, 
TKA dst), sedangkan usaha pertambangan Rakyat (minyak, 
emas dll) dipersulit dan diberi predikat ilegal.

 -
 
 
 Soal Sumur Minyak Ilegal, Gubernur Aceh 

 Mengaku Dilema
  
 KONTRIBUTOR LHOKSEUMAWE, MASRIADI
 Kompas.com – 25/04/2018, 21:20 WIB
 

 
Kobaran api dari sumur minyak di Desa Pasi Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, 
Kabupaten Aceh Timur, 

 Rabu (25/4/2018). Sedikitnya 10 orang tewas dan belasan lainnya terluka akibat 
insiden meledaknya 

 sumur minyak yang terjadi sekitar pukul 01.30 tersebut. .(AFP PHOTO/ILYAS 
ISMAIL
 
 
 ACEH TIMUR, KOMPAS.com – Gubernur Provinsi Aceh, Irwandi Yusuf mengaku dilema 
soal aktivitas masyarakat dalam pengeboran tradisional sumur minyak di Desa 
Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. 
  
 Pria yang akrab disapa Tengku Agam itu mengatakan, pemerintah tidak bisa serta 
merta menutup tambang minyak tersebut meskipun pengeboran dilakukan secara 
ilegal. 
  
 Pasalnya, sumur minyak itu menjadi salah satu sumber ekonomi masyarakat di 
Kabupaten Aceh Timur. 
  
 “Memang pengeboran illegal, aparat kepolisian juga mengetahui. Tapi kalau kita 
ambil tindakan tegas dengan menutup, pengeboran ini juga salah satu mata 
pencaharian masyarakat di sana,” ujar Irwandi dalam rilis yang diterima 
Kompas.com, Rabu (25/4/2018).
  
 Irwandi telah menginstruksikan tiga kepala dinas dari Banda Aceh menuju ke 
Kabupaten Aceh Timur untuk membantu penanganan terhadap korban ledakan sumur 
minyak itu. 
  
 Ketiga dinas itu yakni Dinas Sosial, Dinas Energi Sumber Daya Mineral, dan 
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Provinsi Aceh. 
  
 “Proses pemadaman masih dilakukan karena hingga kini api masih menyala. 
Mungkin perlu pengecoran dengan semen karena dengan air tidak bisa,” sebutnya. 
  
 Dia mengungkapkan, peristiwa yang sama pernah terjadi. Namun, tidak 
menimbulkan korban jiwa. 
 “Mungkin ke depan, perlu diberi izin buat tambang rakyat ini, namun diawasi 
Pertamina atau bagaimana tekis lainnya,” tuturnya. 
  
 Agar peristiwa yang sama tak terulang, dia akan menutup seluruh lokasi tambang 
minyak mentah milik rakyat di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Bireueun untuk 
sementara. 
  
 “Nanti kita cari formulasi yang pas. Karena ini bukan delik aduan, jadi saya 
kira aparat kepolisian bisa langsung melakukan penutupan tersebut. Tapi nanti 
saya juga akan berkoordinasi dengan Kapolda,” kata Irwansyah.
 
 Penulis : Kontributor Lhokseumawe, Masriadi 
 Editor : Reni Susanti
 

Kirim email ke