Itu sulit dibantah karena kerja Jokowi selama ini ya cuma kampanye menebar janji. Beberapa bulan terakhir giat bekerja merayu parpol-parpol non-pemerintah, termasuk mengirim 2 menteri (Luhut & Wiranto) sebagai utusan untuk merayu Prabowo dan SBY. Sementara ini kelihatannya semua menolak bekerjasama dengan orang yang terus ditinggalkan pendukungnya.
PKS Tolak Tawaran Jokowi untuk Bergabung "Menurut Muzzammil, pertemuan tersebut terjadi dua kali dan turut dihadiri oleh petinggi partai lainnya, termasuk dari partai koalisi pendukung pemerintah." --- roeslan12@... wrote : Refleksi: Berita bocoran yang membuka adanya pertemuan Jokowi dengan tokoh alumni 212, dalam suasana yang semakin memanas dalam menyongsong pemilu 2019; saya tanggapi sebagai suatu bentuk aliansi politik, atau koalisi politik dalam rangka kerja sama antara Presiden Jokowi dengan tokoh alumni 212, untuk memenangkan Jokowi dalam menghadapi petarungan dalam pemilihan umum, untuk salaing mendapatkan keuntungan dalam memilu 2019 yang akan datang. Roeslan- Von: ajeg Ponsel Disita Saat Temui Jokowi, Alumni 212 Heran Foto Viral https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180425081412-20-293335/ponsel-disita-saat-temui-jokowi-alumni-212-heran-foto-viral "Handphone kami semua disita, tapi tahu-tahu viral, yang memviralkan ini berarti kan dari dalam," kata Misbah - Bocor, Jokowi Akui Bertemu Tokoh Alumni 212 di Istana, Ini Tujuannya Rabu, 25 April 2018 13:08 WIB TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengakui dirinya bertemu dengan para tokoh yang menggerakkan aksi unjuk rasa alumni 212. Pertemuan rahasia yang belakangan bocor ke publik itu dilakukan di Istana Bogor pada Minggu (22/4/2018). Jokowi mengatakan, ia memang hampir setiap hari bertemu dengan para ulama. Terkadang ia yang berkunjung ke pondok pesantren, tetapi tak jarang juga para ulama yang datang menemui dirinya di Istana. "Hampir setiap hari, hampir setiap minggu," kata Jokowi kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/4/2018). Jokowi mengatakan, pertemuan-pertemuan tersebut bertujuan menjalin tali silaturahim dengan para ulama, kiai, dan ustaz dari seluruh provinsi yang ada di Tanah Air. Selain itu, pertemuan dengan ulama juga bertujuan menjalin persaudaraan dalam rangka menjaga persatuan. "Sehingga kita harapkan dengan tersambungnya silaturahim, dengan beriringnya antara ulama dan umara, kita dapat menyelesaikan banyak masalah, banyak problem, persoalan-persoalan yang ada di umat, di masyarakat," kata Jokowi. "Pertemuan kemarin secara garis besar arahnya pembicaraannya ada di situ," tambahnya. Namun, saat ditanya apakah pemerintah akan mengabulkan tuntutan alumni 212 agar ulama mereka yang saat ini terjerat kasus hukum dibebaskan, Jokowi tidak menjawab. Ia justru menjelaskan rangkaian pertemuan dengan alumni 212 dan langsung menyudahi sesi wawancara. "Diawali kemarin dengan salat Dzuhur bersama, kemudian makan siang bersama, kemudian selesai, terima kasih," pungkas Jokowi.(*) Editor: Sugiyarto Sumber: Kompas.com
