Alumni 212 Bertemu Jokowi, Rizieq Klaim Utamakan Dialog 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180427083443-20-294012/alumni-212-bertemu-jokowi-rizieq-klaim-utamakan-dialog
 
 Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Jumat, 27/04/2018 09:04 WIB
 

 Rizieq Shihab menilai tak ada yang salah ketika ulama PA 212 bertemu Jokowi. 
(CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
 Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab 
https://www.cnnindonesia.com/tag/rizieq-shihab telah merestui sejumlah petinggi 
Persaudaraan Alumni 212 
https://www.cnnindonesia.com/tag/persaudaraan-alumni-212 dan Gerakan Nasional 
Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama bertemu Presiden Joko Widodo. Rizieq menilai dialog 
harus diutamakan terhadap penyelesaian kasus dugaan kriminalisasi ulama.

Pesan Rizieq itu disampaikan melalui Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak. 
Yusuf ikut bertemu Jokowi di Istana Bogor pada Minggu (22/4).

"Saya restui mereka karena saya punya prinsip bahwa dialog dan musyawarah harus 
dikedepankan sebagai bagian dari dakwah," kata Rizieq sebagaimana dituturkan 
Yusuf, Kamis (26/4).



 Lihat juga: Respons Tuntutan PA 212, Jokowi Tolak Intervensi Kasus Ulama 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180426174534-12-293882/respons-tuntutan-pa-212-jokowi-tolak-intervensi-kasus-ulama/
 
Yusuf mengklaim Rizieq selalu menghargai upaya dialog dan musyawarah dalam 
menyelesaikan masalah, termasuk perihal dugaan kriminalisasi ulama.

Rizieq menduga selama ini Jokowi mendapat informasi yang salah dari bawahannya 
terkait kasus yang menimpanya. Oleh karena itu, mesti ada perwakilan Alumni 212 
yang menyampaikan informasi yang valid kepada Jokowi secara langsung.

Pembina Persaudaraan Alumni 212 itu menilai tidak ada yang salah ketika para 
ulama bertemu pemimpin yang tengah berkuasa. Bahkan menurutnya berdasarkan 
ajaran agama, bertemu pemimpin merupakan sebuah kewajiban untuk keperluan 
dakwah dan hisbah. 

"Saya restui mereka karena saya paham bahwa kunci untuk menghentikan politik 
kriminalisasi ulama dan aktivis 212 yang terjadi selama ini ada di tangan 
presiden," katanya.


 Lihat juga: Moeldoko Tegaskan Nasib Kasus Rizieq Ada di Tangan Jokowi 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180426194021-32-293908/moeldoko-tegaskan-nasib-kasus-rizieq-ada-di-tangan-jokowi/
 Sejumlah petinggi PA 212, GNPF Ulama, dan FPI telah bertemu dengan Jokowi di 
Istana Bogor untuk membicarakan berbagai persoalan. Mereka yang hadir di 
antaranya adalah Yusuf Muhammad Martak, Slamet Maarif, Muhammad Al Khathath, 
Sobri Lubis, serta Roudhul Bahar dan Usamah Hisyam. 

Mereka menamakan diri sebagai Tim 11 Ulama Alumni 212. "Agar lebih jelas yang 
berjumpa Presiden hanya enam orang bukan sebelas orang," tutur Yusuf.

Sementara itu, Jokowi mengatakan pertemuan tersebut sebagai bentuk silaturahmi 
biasa. Dia tak menyebutkan bahwa dalam pertemuan itu juga disinggung kasus 
dugaan kriminalisasi ulama.

"Semangatnya menjalin tali silaturahmi dengan para ulama, habib, kiai, ustad 
dari seluruh provinsi yang ada di tanah air," kata dia, di Tanjung Priok, Rabu 
(25/4).

 Lihat juga: Alumni 212 Sebut Pertemuan Bogor Jihad ke Penguasa 'Jair' 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180425144709-20-293435/alumni-212-sebut-pertemuan-bogor-jihad-ke-penguasa-jair/
 (pmg/ugo)

 

Kirim email ke