https://koransulindo.com/kembangkan-islam-moderat-puan-bertemu-grand-sheikh-al-azhar-dan-grand-mufti-mesir/
Kembangkan Islam Moderat, Puan Bertemu Grand Sheikh Al-Azhar dan Grand
Mufti Mesir

27 April 2018


<https://koransulindo.com/wp-content/uploads/2018/04/Puan-kemenko-pmk.jpeg>Puan
Maharani bersama Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Mohamed Tayeb/
kemenkopmk.go.id

*Koran Sulindo* – Setelah bertemu dengan Grand Sheikh Al-Azhar, Menteri
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menemui
tokoh Islam berpengaruh di Mesir lainnya, Grand Mufti Mesir Prof Dr. Shawki
Allam.

“Kami berharap agar Grand Mufti dapat membantu mengembangkan pemikiran
Islam moderat. Saya yakin hal ini perlu dilakukan sejak dini dan secara
bersama-sama. Tidak hanya di dalam negeri tetapi sudah menjadi tanggung
jawab seluruh tokoh agama Islam di dunia,” kata Menko PMK Puan Maharani, di
Mesir, Kamis (26/4/2018) waktu setempat, seperti dikutip *kemenkopmk.go.id
<http://kemenkopmk.go.id>.*

Pemerintah Indonesia sedang membangun Universitas Islam Internasional
Indonesia (UIII) dilahan 142,5 hektar. Universitas ini diharapkan akan
menjadi pusat kajian Islam internasional dan pusat peradaban Islam.

Menurut Puan, kampus tersebut akan membutuhkan tenaga pengajar yang
kompetitif di bidangnya, sehingga terbuka peluang melakukan kerjasama
dengan para ulama untuk ikut mengembangkan Universitas Islam Internasional
Indonesia (UIII).

Sementara itu, Grand Mufti mengapresiasi upaya Indonesia untuk mendesain
kurikulum pengembangan Islam moderat sejak dini dan menawarkan bantuan
pengembangan kurikulum.

“Kami senang ada kerjasama yang baik terutama bagi pelajar Indonesia untuk
belajar fatwa. Insyallah lembaga ini siap mensupply bahan sebagai
referensi,” kata Grand Mufti.

Grand Mufti berharap referensi itu bisa mengcounter pemikiran ISIS yang
banyak menyebar, diantaranya melalui jaringan facebook maupun media sosial
lainnya.

“Lembaga fatwa berperan sangat penting untuk menghadapi dan mengcounter
pemikiran radikal,” kata Grand Mufti.

Grand Mufti juga menilai Pancasila itulah esensi dari ajaran Islam.

Menko PMK mengundang Grand Mufti untuk hadir ke Indonesia bertemu Presiden
Joko Widodo dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
(BPIP) Megawati Soekarno Putri.

Sebelumnya, Grand Sheikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Mohamed Tayeb, di Kairo,
Kamis (26/4/2018), mengatakan kesiapan menjadi supervisor terhadap sekolah
baru di Indonesia. Sebagai tindak lanjut kerjasama, Grand Sheikh akan
membahas detailnya dengan Dubes RI untuk Mesir.

“Insya Allah, Al Azhar siap mengirim dosen ikut mengajar di UIII agar cepat
berkembang. Sangat senang bertemu dengan keluarga Bung Karno,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Grand Syeikh juga menceritakan kebahagiaannya bisa
bertemu dengan cucu Soekarno,  yang sudah dikenalnya sejak sekolah di SMA.

“Saya sangat mengenal Bung Karno sejak sekolah di SMA dan saya senang
sekali hari ini bisa ketemu dengan cucu Bung Karno. Kita tahu bahwa Sukarno
sebagai inisiator KTT Asia Afrika di Bandung,” kata Grand Sheikh. *[DAS]*

Kirim email ke