https://nasional.tempo.co/read/1084050/seperti-apa-skenario-pura-pura-gila-untuk-setya-novanto?
AllUtama&campaign=AllUtama_Click_4
Seperti Apa Skenario Pura-Pura Gila untuk Setya
Novanto
Reporter:
M Rosseno Aji
Editor:
Widiarsi Agustina
Minggu, 29 April 2018 05:25 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1084050/seperti-apa-skenario-pura-pura-gila-untuk-setya-novanto?AllUtama&campaign=AllUtama_Click_4#comments>
12119858
#
#
#
#
Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto melambaikan tangannya dari
dalam mobil tahanan setelah mengikuti sidang pembacaan vonis di
Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 24 April 2018. Setya Novanto divonis
hukuman 15 tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan korupsi
proyek E-KTP tahun anggaran 2011-2013. TEMPO/Imam Sukamto
<https://statik.tempo.co/data/2018/04/24/id_700677/700677_720.jpg>
Terdakwa mantan ketua DPR, Setya Novanto melambaikan tangannya dari
dalam mobil tahanan setelah mengikuti sidang pembacaan vonis di
Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 24 April 2018. Setya Novanto divonis
hukuman 15 tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan korupsi
proyek E-KTP tahun anggaran 2011-2013. TEMPO/Imam Sukamto
*TEMPO.CO*, *Jakarta* -Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
mengungkapkan kalau ada rencana membuat Setya Novanto
<https://www.tempo.co/tag/setya-novanto>menjadi gila selama menjalani
persidangan kasus korupsi e-KTP. Tawaran itu dilontarkan seseorang
bernama Victor kepada Fredrich Yunadi dalam percakapan telepon antara
keduanya.
Rekaman percakapan diambil pada 18 Desember 2017 saat Fredrich sudah
tidak menjadi kuasa hukum Setya Novanto. Rekaman itu dibuka pada sidang
dengan terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo, dengan
saksi Setya Novanto di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)
Jakarta, Jumat 27 April 2018.
BACA: 5 Bantahan Setya Novanto dalam Sidang Bimanesh Sutarjo
<https://nasional.tempo.co/read/1083850/5-bantahan-setya-novanto-dalam-sidang-bimanesh-sutarjo>
Begini isi percakapan tersebut:
Fredrcih Yunadi (FY): Bagaimana sekarang?
Viktor (V): Heh, ini saya kan ngeliat itu yang klien itu, pak Fredrich
FY: Siapa?
V: Pak Setnov
FY: He-eh bagaimana?
V: Itu kan dianggap orang kan bermain-main berpura-pura gitu
FY: iya
V: Kalau mau, ada temen saya, dia jago. Dia jadi selalu sidang itu
dibikin gila, dokter periksa dia gila. Ah, nanti abis itu cabut lagi dia
gilanya
FY: Emang bisa?
V : Bisa. Dia di Bangka, di Bangka nih
FY: Ooh
V: He-eh, kemarin itu saya bilang 'Kamu bener yakin?', 'Yakin saya kirim
hantu gunung,'. Nanti pas diperiksa gila. Ah ya di Bangka itu buktinya
dia bilang. Jadi saya kasihan juga orang udah kayak gitu udah tahan
FY: Iya
V: Terlepas dia salah, tapi kan jangan kita perlakukan orang udah kayak gini
FY: Iya seperti binatang diberlakukan
V: Saya kemanusiaan saja lah, saya ngeliat bukan. Saya lagi cari cari
bagaimana masuk ke keluarga dia, kalau bisa, kalau dia mau, kita buktikan
FY: begitu ya?
V: Iya Firman Wijaya
FY: Dia kan, dia gak dia, dia gak deket dia
V: He-eh. Jadi kalau Pak Fredrich kan udah deket tuh
FY: Heh, percuma
V: Kalau mau
FY: Firman, sebenarnya kan tidak diterima itu juga karena kan dia suka,
pura-pura kan jadi anak buahnya Maqdir gitu masuknya
V: Oh itu, tapi kenapa dia kenapa mundur?
FY: Saya gak suka sama Maqdir
V: Oh bener. Bener. Belagu dia
FY: Iya. Memang enggak suka saya sama dia. Ya coba nanti saya bicarakan deh
V: Kalau bagus, masuk, kan sidang ini kita kerjain dia
FY: he eh he eh
V: jadi saya bilang bisa sembuh lagi enggak. Sembuh. Pokoknya kita
setiap sidang kita bikin dia gila
FY: Begitu ya?
V: He eh. Nanti diperiksa dokter pun, dia jadi gila.
FY: Memang bisa.. bisa begitu? Kamu yakin bisa?
Baca: Setya Novanto Stres Divonis 15 Tahun Penjara
<https://nasional.tempo.co/read/1083607/setya-novanto-stres-divonis-15-tahun-penjara>
Kemudian, jaksa penuntut umum KPK Takdir Sulhan pun bertanya ke
Setya Novanto. “Apakah saksi tahu ini suaranya Pak Fredrich?”
“Kurang ingat, tapi kumisnya kedengaran,” jawab Setya Novanto yang
mengundang tertawa pengunjung sidang.
“Dalam percakapan disebut nanti diperiksa dokter pun jadi gila? Apakah
dokter yang disebut dalam percakapan itu tahu siapa maksudnya?” tanya
jaksa Roy Riady.
*Simak: Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum Akan Melarang Mantan Koruptor
untuk Nyaleg
<https://nasional.tempo.co/read/1084050/Seperti%20Apa%20Skenario%20Pura-Pura%20Gila%20untuk%20Setya%20Novanto%20-%20nasional%20Tempo.co>*
“Tidak tahu maksudnya, tidak pernah membicarakan,” jawab Setya Novanto
<https://www.tempo.co/tag/setya-novanto>.
Novanto menjadi saksi untuk terdakwa dokter RS Medika Permata Hijau
Bimanesh Sutarjo yang didakwa bekerja sama dengan advokat Fredrich
Yunadi untuk menghindarkan Ketua DPR ini diperiksa dalam perkara dugaan
tindak pidana korupsi KTP-Elektronik.
ROSENO AJI | ANTARA