'Anak Bawang Balai Kota'

Ahok Menjebak Kami?

SENIN, 09 APR 2018 11:00 | EDITOR : BINTANG PRADEWO

Anak magang Basuki Tjahaja Purnama (Evi Ariska/ JawaPos.com)

JawaPos.com - 26 Mei 2016 menjadi hari yang tak dapat dilupakan bagi mantan 
staf magang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Kevin Samsi. Pasalnya, tepat 
pukul 08.15 WIB adalah hari pertamanya menginjakkan kaki di Balai Kota DKI 
Jakarta.

Kala itu perasaan senang, takut khawatir, campur aduk dalam pikiran Kevin. Hal 
ini lantaran, tidak pernah sekali pun dia berangan-angan menjadi salah satu 
staf magang Gubernur DKI Jakarta itu.

"Ahok menjebak kami. Kami dibuatnya terjebak hingga mencintai pemerintahan, 
birokrasi, dan juga negara ini," tulis Kevin dalam buku Ahok dan Hal-hal yang 
Belum Terungkap.

Basuki Tjahaja Purnama. (Dok. JawaPos.com)



Padahal, dulunya Kevin tak mempunyai ketertarikan sedikit pun di dalam dunia 
pemerintahan. Kata dia, kasus-kasus politik membuatnya berpikir negatif 
terhadap pemerintah. Kevin bahkan enggan berkontribusi terhadap negara.

"Bagaimana proses saya 'terjebak' dan akhirnya memutuskan untuk terjun lebih 
jauh di pemerintahan dimulai dari sosok seorang bernama Ahok," tuturnya.

Pada hari pertama, Kevin beserta 30 orang staf magang lainnya bertemu dengan 
mantan Bupati Belitung Timur itu. Bahkan, Ahok menyambut kedatangan mereka 
serta menyalami Anak Bawang Balai Kota di ruangan kerjanya yang terbuka.

"Di sini kita sangat terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali. 
Karena saya percaya salah satu cara menanggulangi korupsi adalah dengan 
transparansi dan keterbukaan informasi," kata Ahok di hadapan 20 Anak Bawang 
Balai Kota.

Pernyataan Ahok itu tidak membuat Kevin langsung percaya kepada pemerintahan. 
Dia masih bertanya-tanya atas perkataan Ahok.

"Di sini adalah tempat untuk belajar. Kalau kalian lebih pintar dari saya, ya 
coba ajari saya, tapi kalau kalian bodoh harus mau belajar dan mendengarkan," 
sambung Ahok.

Lagi-lagi Kevin tak percaya lantaran selama ini sosok Ahok di media jauh 
berbeda dengan ditemuinya saat itu. Pemarah, tegas, dan keras itulah Ahok 
sebenarnya.

"Masa iya Ahok mau dengarkan pendapat orang lain," tanya Kevin dalam benaknya.

Tiga minggu berlalu, Kevin bersama Ahok berada di dalam ruangan rapat untuk 
membahas rute Manggarai - UI Depok. Tak disangka, mantan anggota DPR RI itu 
mendengarkan hasil laporan Kevin beberapa hari lalu terkait rute tersebut. 
Padahal, kata Kevin, sewaktu dirinya memberikan laporan, Ahok terlihat acuh dan 
sibuk bermain dengan telepon selulernya.

"Lalu apa yang membuat saya memutuskan untuk terus bekerja di sektor 
pemerintah? Jawabannya mungkin amat sederhana, impactful," kata Kevin.

Pengalamannya bekerja bersama Ahok selama berbulan-bulan membuatnya tersadar 
bahwa menjadi berguna dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat adalah 
kesenangan yang tidak dapat digantikan oleh apa pun.  Kevin saat itu menjadi 
staf magang dibagian perumusan visi-misi penyediaan transportasi umum gratis 
bagi beberapa golongan masyarakat khususnya warga rumah susun (rusun).

"Seiring bekerja dengan mereka inilah, pandangan saya tentang birokrat 
berubah," tutur Kevin.

Pekerjaannya tersebut membuatnya menyadari bahwa menjadi bagian dari sebuah hal 
yang terimplementasi dan berdampak di masyarakat, dapat dilihat serta dirasakan 
langsung bagi warga kurang mampu membawa kesenangan tersendiri. 

Bahkan, Kevin rela meninggalkan karirnya di luar negeri dengan gaji yang 
terbilang cukup besar demi membawa perubahan positif bagi masyarakat. Dia ingin 
menjadi bagian untuk membuat Indonesia maju dan makmur.

"Saya sangat berterima kasih kepada Ahok karena menyadarkan saya untuk ikut 
turut serta membangun negara ini menjadi lebih baik," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 21 mantan staf magang di Balai Kota DKI Jakarta 
mengisahkan pengalaman kerja mereka dan kenangan mereka tentang terpidana kasus 
penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Mereka menamai dirinya dengan sebutan 'Anak Bawang Balai Kota'. Buku yang 
berjudul Ahok dan Hal-hal yang Belum Terungkap itu berisikan 30 catatan dari 
staf magang Ahok.  

(ce1/eve/JPC)




Kirim email ke