Dibunuh?? Bukan sekedar diambil bisanya??? (supaya orang melupakan emas :)
"Sekarang saya mau bertanya, apa komoditas yang paling mahal di dunia, pasti banyak yang menjawab emas. Bukan emas," kata Jokowi. Jangan lupa, saran ini dipidatokan Jokowi dalam Musrenbang, bukan dalam acara stand up comedy. --- ehhlin@... wrote: Dalam tahun 1977 sewaktu saya hendak brangkat ke Sri Lanka dari Hongkong, seorang teman pesan apa blsa kumpulin kalajengkin, Sri Lanka banyak perkebunan kelapa dan biasa banyak kalajengkin. Ia menjelaskan bagimana menangkap, menjebak kalajengkin tanpa merusak tubuh nya, jadi utuh, mematikan dgn air panas dan di keringkan tidak dibawah terik sinar matahari tapi di angin anginkan. Harga satu kilo kalajengkin kering mahal sekali, kalajengkin yang mempunyai sengat berracun itu dipakai dalam ramuan obat2an TCM, traditional Chinese medicine. Lin On 1 May 2018 8:38 p.m., ajegilelu@... wrote: Saran begini kan tidak sepantasnya dijeplak sembarangan ke semua orang. Kecuali sengaja melawak demi kejayaan dan kemuliaan Freeport. Makanya pecinta hewan berbisa geleng kepala perut mules. Entah bagaimana lagi dengan Ki Hadjar yang menerjemahkan syair ini: bangunlah kaum yang terhina, bangunlah kaum yang lapar, - Anda Ingin Cepat Kaya? Saran Presiden Jokowi Cari Racun Kalajengking, Wow Segini Harganya Senin, 30 April 2018 22:09 SERAMBINEWS.COM - Semua orang pasti punya keinginan supaya cepat kaya. Karena menjadi kaya dianggap oleh banyak orang menjadi bahagia hidupnya. Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) memberikan tips agar cepat kaya. Caranya adalah dengan menjual racun kalajengking. Menurut Jokowi, harga racun kalajengking lebih mahal dibanding harga emas. Pernyataan Jokowi tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4/2018). "Sekarang saya mau bertanya, apa komoditas yang paling mahal di dunia, pasti banyak yang menjawab emas. Bukan emas," kata Jokowi. "Ada fakta yang menarik yang saya dapat dari informasi yang saya baca." "Komoditas yang paling mahal di dunia sekarang ini adalah racun dari scorpion, racun dari kalajengking." "Harganya 10,5 juta USD (dolar Amerika Serikat) per liter, artinya berapa, 145 milyar pe liter." "Jadi Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali Kota, kalau mau kaya, cari racun kalajengking," kata Jokowi disambut tawa hadirin. Diketahui, racun kalajengking memang mahal harganya. Harga mahal tersebut sebanding dengan manfaat yang dihasilkan oleh racun yang mematikan sekaligus menyembuhkan tersebut. Sains membuktikan bahwa acun kalajengking memiliki khasiat tinggi dalam ilmu pengobatan. Dilansir dari Wired.co.uk, racun kalajengking dapat menyembuhkan penyakit kanker. Selain itu, racun kalajengking juga bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit lainnya. Berikut ini manfaat dari racun kalajengking. Penglihang rasa sakit Para peneliti telah menggunakan senyawa alami yang ditemukan dalam racun kalajengking sebagai obat penghilang rasa sakit. Harapannya adalah temuan itu akhirnya bisa mengarah pada pengembangan obat baru untuk manusia. Menerangi sel kanker Racun yang mematikan ini juga bisa digunakan untuk membantu perawatan kanker di masa depan. Para peneliti dari Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson, Universitas Washington dan startup Blaze Bioscience telah mengembangkan teknologi untuk memanfaatkan racun kalajengking tersebut sebagai obat kanker. Mengobati penyakit tulang Penelitian menunjukkan bahwa racun kalajengking dapat menghalangi keropos tulang dan menjadikannya zat yang berguna untuk mengobati kondisi seperti rheumatoid arthritis dan osteoartritis. Pada tahun 2011, seorang pria Kuba berusia 71 tahun mengklaim bahwa dia menahan sakit dan nyeri dengan membiarkan kalajengking menyengatnya setidaknya sebulan sekali. Mencegah malaria Racun kalajengking juga merupakan obat bagi penyakit malaria. Pada tahun 2011, seorang peneliti dari Universitas Maryland memodifikasi jamur parasit yang berisi zat yang ditemukan dalam racun kalajengking untuk menyerang parasit malaria yang ditemukan di dalam nyamuk.(*) Editor: Hadi Al Sumaterani Sumber: Tribun Wow.com
