*Murid sekolah diberikan KIP [ Kartu Indonesia Pintar] oleh presiden, jadi
sekalipun putus sekolah mungkin mereka sudah pintar.*


http://sp.beritasatu.com/home/tinggi-angka-siswa-putus-sekolah-di-batanghari/123887



*Tinggi, Angka Siswa Putus Sekolah di Batanghari*
Selasa, 1 Mei 2018 | 18:34

[JAMBI] Angka putus sekolah untuk usia wajib belajar 12 tahun di Kabupaten
Batanghari, Provinsi Jambi hingga kini masih tergolong tinggi. Jumlah siswa
putus sekolah tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di kabupaten tersebut
saat ini mencapai 1.754 orang. Jumlah siswa putus sekolah SMP tersebut
mencapai 20,17 % dari total 8.695 orang siswa wajib belajar 12 tahun di
daerah itu.

Ketua Komisi I (Bidang Pendidikan) DPRD Kabupaten Batanghari, Alpandi di
Muarabulian, Batanghari, Selasa (1/5) menjelaskan, masih tingginya angka
putus sekolah usia 12 tahun di Batanghari menjadi salah satu persoalan yang
tidak pernah terpecahkan hingga saat ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari, lanjut Alpandi sering menyatakan
bahwa penyebab tingginya angka putus sekolah di daerah tersebut, yaitu
jarak yang jauh dari permukiman warga ke sekolah. Tetapi pada kenyataannya
banyak anak sekolah tidak tamat SMP padahal di sekitar permukiman mereka
ada SMP negeri.

“Siswa Sekolah Dasar (SD) di Batanghari banyak tidak melanjut ke SMP dan
siswa SMP tidak tamat bukan hanya disebabkan jarak ke sekolah jauh.
Sebagian besar siswa putus sekolah di Batanghari disebabkan faktor
kesulitan ekonomi keluarga. Banyak anak usia sekolah di Batanghari terpaksa
berhenti sekolah untuk membantu orangtua bekerja,”katanya.

Alpandi mengatakan,semestinya Pemkab Batanghari menyediakan beasiswa untuk
anak-anak keluarga tidak mampu. Melalui beasiswa tersebut, kalangan
orangtua tidak terlalu terbeban menanggung biaya sekolah ank-anak mereka.

“Pemerintah Pusat sudah melaksanakan Program Indonseia Pintar (PIP) dengan
memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada para siswa berprestasi dari
keluarga kurang mampu. Seharusnya Pemkab Batanghari juga memberi beasiswa
serupa untuk siswa keluarga miskin yang belum mendapat KIP,”katanya..

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batanghari,
Jamilah mengatakan,  tidak semua siswa putus sekolah di daerah itu akibat
faktor ekonomi. Sebagian siswa putus sekolah di daerah itu disebabkan
tinggal kelas dan tidak mau mengulang dan memutuskan berhenti sekolah.

Mengenai pemberian KIP, lanjut Jamilah, pihaknya sudah memberikan data-data
prestasi dan kondisi keluarga siswa kepada pemerintah setempat. Keputusan
pemberian KIP tersebut menjadi wewenang pemerintah. [141]

Berita Terkait

   -

   42.000 Anak Di Bojonegoro Putus Sekolah
   <http://sp.beritasatu.com/home/42000-anak-di-bojonegoro-putus-sekolah/86794>

Kirim email ke