Apakah MUI juga akan memboikot Arab Saudi?Bisa irit banyak nggak perlu buang 
devisa buat pergi ke Mekah.
---
Pangeran Mohammed: Palestina Terima Usulan Trump atau Diam


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Pangeran Mohammed: Palestina Terima Usulan Trump atau Diam | Republika O...

MBS juga mengatakan pembentukan negara Palestina bukan prioritas Saudi....
 |

 |

 |




Selasa 01 Mei 2018 21:50 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Ani Nursalikah

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman
Foto: REUTERS/Charles Platiau
MBS juga mengatakan pembentukan negara Palestina bukan prioritas Saudi.


REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang 
dikenal sebagai MBS mengatakan pemimpin Palestina harus menerima syarat 
perdamaian yang diajukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pernyataan itu 
disampaikan MBS di hadapan para pemimpin kelompok Yahudi yang berbasis di AS 
pada 27 Maret lalu di New York.

"Dalam beberapa dekade terakhir kepemimpinan Palestina telah kehilangan satu 
kesempatan dan menolak semua usulan perdamaian yang diberikan," ujar MBS, 
seperti dilaporkan koresponden diplomatik senior Channel 10, Barack Ravid, yang 
mempublikasikan laporannya di situs Axios.



"Sudah saatnya rakyat Palestina menerima usulan itu dan setuju datang ke meja 
perundingan atau diam dan berhenti mengeluh," tambah dia.



Channel 10 mengutip sebuah kabel menteri luar negeri Israel yang dikirim 
seorang diplomat dari konsulat Israel di New York. Informasi itu juga didapat 
dari tiga sumber Israel dan Amerika, yang memberi penjelasan tentang pertemuan 
tersebut.



Dalam pertemuan tertutup itu MBS juga disebut mengecam Presiden Palestina 
Mahmoud Abbas dan mengatakan pembentukan negara Palestina bukan prioritas 
Saudi. Ia dilaporkan telah mendesak Abbas menerima kerangka perdamaian AS 
setelah pengakuan Trump atas status Yerusalem.



Dilansir di Aljazirah, Trump sebelumnya telah mengakui Yerusalem sebagai ibu 
kota Israel pada Desember lalu. Hal ini kemudian mengundang kecaman 
internasional. Para pemimpin Palestina melihat Yerusalem Timur, yang secara 
militer disita Israel pada 1967 dan telah diduduki sejak saat itu, sebagai ibu 
kota negara mereka yang merdeka di masa depan.



Pemimpin Palestina telah memboikot Gedung Putih sejak pengumuman Trump itu. 
Abbas mengatakan AS tidak bisa lagi menjadi perantara yang jujur dalam 
perundingan damai antara Palestina dan Israel.



MBS dan penasihat senior Gedung Putih yang juga menantu Trump, Jared Kushner, 
juga dilaporkan telah menjalin hubungan yang cukup dekat. Kushner telah banyak 
meminta pendapat MBS setelah Trump menunjuknya sebagai mediator yang mengawasi 
negosiasi perdamaian Palestina dan Israel.



Saat MBS mengkritik kepemimpinan Palestina, ia menyatakan perundingan 
perdamaian antara Israel dan Palestina harus bergerak maju sebelum Arab Saudi 
dan negara-negara Teluk Arab lainnya menormalkan hubungan dengan Israel. Sampai 
saat ini para pejabat Arab Saudi belum mengomentari laporan tersebut.



Presiden Trump mengatakan dia telah menawarkan rencana 'kesepakatan abad ini' 
kepada Palestina. Akan tetapi, para diplomat dan penasihat Trump menegaskan 
persetujuan dari Palestina tidak diperlukan.



"Rencana itu menyerukan pembentukan negara Palestina dengan perbatasan 
sementara di separuh Tepi Barat dan Jalur Gaza, tanpa Yerusalem, dan menyerukan 
solusi kemanusiaan bagi masalah pengungsi," kata seorang pejabat Palestina 
kepada Middle East Eye.



"Kesepakatan itu menyerukan pembangunan Yerusalem baru bagi warga Palestina 
dari desa-desa dan masyarakat sekitar," tambahnya.








Kirim email ke